Selasa, 24 Agustus 2021

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen"

Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib

Fakta kematian Yesus memiliki dasar pembuktian yang sangat kuat, baik dari data biblikal maupun extra biblikal. Namun fakta ini ditolak oleh Quran yang muncul sekitar 600 tahun kemudian setelah peristiwa penyaliban & kematian Yesus. Kesarjanaan modern dari berbagai spektrum teologis dari konservatif sampai liberal tidak ada yang menolak salah satu fakta mendasar ini, bahwa Yesus memang telah disalibkan & mati. Bahkan scholar yang dikenal liberal, agnostic & atheis seperti John Dominic Crossan, Bart Ehrman & Gerd Ludemann tidak ada yang berpendapat bukan Yesus yg disalib atau Yesus tidak mati disalib. Namun para sarjana Islam tetap bertahan melawan pendapat mayoritas scholar ini dengan tetap meyakini bahwa Yesus tidak mati sesuai apa yang dinyatakan Quran.

Muncul pertanyaan berkaitan dengan konteks sejarah dari pernyataan Quran tersebut, apakah pernyataan ini memiliki kaitan dengan data sejarah sebelumnya? Atau pernyataan yang benar-benar baru? Sebelum menganalisisnya kita lihat dulu teks Quran yang berbicara tentang hal ini serta melakukan survey terhadap berbagai pendapat para sarjana & ulama Islam dari masa ke masa.

Teks yang menjadi acuan yaitu QS An Nisaa 4:157.

"dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa"

Berdasarkan teks ini muncul teori substitusi (substitution theory) yang menyatakan bahwa bukan Yesus (Isa) yang disalibkan. Namun teori ini tidak terima beberapa sarjana Islam lainnya dengan tafsiran tersendiri atas teks tersebut, mereka berpendapat Yesus memang disalibkan tetapi tidak mati atau hanya pingsan, pendapat ini dikenal dengan nama teori pingsan (swoon theory). Masih ada teori lain namun kurang begitu dikenal yaitu dual sphere/figurativ docetism theory. Kita tidak menganalisis lebih jauh teknis penafsiran atas teks itu dari pendapat-pendapat yang berbeda tersebut. Namun kita lebih menekankan pada analisis sejarah atas teori-teori tersebut. Jika kita menyimak sejarah tafsir Islam, maka terlihat jelas bahwa substitution theory & figurativ docetism theory lebih banyak dipegang para sarjana & ulama Islam awal sedangkan swoon theory lebih populer di masa belakangan.

Hasil gambar untuk jesus crucified swoon theory

Sarjana Islam awal yang diketahui memegang substution theory ini yaitu al-Kalbi (763M) dan sejarawan Islam awal Ibn Ishaq (767M) yang juga menulis biografi Muhammad yang pertama. Selanjutnya ahli tafsir Islam awal yang terkenal Al-Tabari (923M) kemudian sarjana Islam lainnya seperti Abd Al-Jabbar (1025M), Al-Baydawi (1286M), Ibn Kathir (1373M), Al-Suyuti (1505M) dll. Namun mengenai siapa "orang pengganti" tersebut terdapat banyak variasi pendapat. Ada yang menyatakan bahwa dia salah satu murid Yesus dan ada juga menyatakan dia salah satu orang Yahudi yang menangkap Yesus. Ada yang menyebutkan nama orang itu Yudas dan ada beberapa nama lainnya seperti Natyanus (al-Kalbi), Tatanus (Al-Baydawi), Serjes (Ibn Ishaq).

Namun ahli tafsir lainnya mengkritisi substitution theory dengan mengajukan dual sphere/figurative docetism theory seperti Ja'far Ibn Muhammad Al-Sadiq (750M), Al-Sijistani (971M) & Abu Al-Futuh al-Razi (1131M). Theory ini beranggapan bahwa tubuh fisik Yesus yang disalib tetapi jiwanya tidak disalib sehingga tidak ada "orang pengganti" dalam peristiwa penyaliban Yesus. Dari data sejarah tafsir Islam sejak lahirnya Islam sampai abad pertengahan, belum ada data tentang sarjana Islam yang memegang swoon theory, nanti pada abad belakangan mulai banyak sarjana Islam terutama para apologet Islam yang memegang teori ini seperti Ahmed Deedat orator Islam yang terkenal. Termasuk Irena Handono yang menuliskan buku khusus tentang hal ini.

Dari penelusuran berbagai data biblikal, non biblikal & extra biblikal pra Islam ditemukan hanya beberapa dokumen sejarah saja yang memiliki kaitan dengan substitution & figurativ docetism theory namun sama sekali tidak ada petunjuk mengenai swoon theory. Data sejarah tersebut bagian dari injil apokrif & dokumen-dokumen gnostik pada abad ke-2 s/d 5 yaitu The Second Treatise of the Great Seth & Apocalypse of Peter serta pengajaran dari Basilides & Cerinthus sebagaimana ditulis oleh Ireneus (Adv. haer). Sedangkan data awal untuk swoon theory kita bisa mengaitkannya dengan ide tentang teori pingsan yang pertama kali dimunculkan oleh Venturini pada sekitar abad ke-17.

Menurut Ireneus (Adv. haer. 1.24.4), the gnostic Basilides mengajarkan bahwa Yesus tidak menderita melainkan orang lain yang mengantikan dia disalib yaitu Simon dari Kirene “Rather a certain Simon of Cyrene was compelled to bear his cross for him … and through ignorance and error it was he who was crucified.”. Sedangkan Cerintus menurut Ireneus ((Adv. haer. 1.26.1), Cerintus memiliki pemahaman adanya perbedaan antara Yesus duniawi (the earthly Jesus) dengan Kristus sorgawi (the heavenly Christ). Sehingga yang disalib adalah Yesus duniawi tetapi Kristus sorgawai tidaklah mati “in the end Christ withdrew again from Jesus—Jesus suffered and rose again, while Christ remained impassible inasmuch as he was a spiritual being.”.

Dalam the Apocalypse of Peter (VII.81.7–25) salah satu dokumen gnostik dari Nag Hammadi Library, kita bisa membaca bahwa menurut dokumen ini Petrus melihat ada dua figur yang terlibat dalam penyaliban. Salah seorang mengalami penyiksaan dengan dipaku kaki & tangannya dan orang yang lainnya melihatnya dari atas pohon sambil tertawa melihat peristiwa itu berlangsung. “The Savior said to me, ‘The one whom you saw on the tree, happy and laughing, is the living Jesus; but the one into whose hands and feet they drive the nail is his fleshly part. It is the substitute being put to shame, the one who came to being in his likeness.’”.

Hal yang serupa juga dinyatakan dalam dokumen gnostik lainnya dalam The Second Treatise of the Great Seth (VII.51.20–52.3) “I visited a bodily dwelling. I cast out first the one who was in it, and I went in … He was an earthly man; but I, I am from above the heavens.”. Dalam dokumen ini, Yesus dianggap menolak menyatakan bahwa dia yang disalib melainkan orang lain yaitu Simon "..It was another, their father, who drank the gall and the vinegar; it was not I … It was another, Simon, who bore the cross on his shoulder” (VII.56.6–11).

Dari berbagai data ini, kita bisa melihat adanya pemahaman gnostik yang beranggapan bahwa Yesus tidak disalibkan melainkan orang lain. Pemahaman lainnya bahwa bukanlah Yesus sesungguhnya yang disalibkan melalui hanya tubuh duniawinya saja. Apakah ini mirip dengan pengajaran Quran? yah, untuk substitution theory mirip dengan orang pengganti seperti Simon berdasarkan pengajaran Basilides & The Second Treatise of the Great Seth dan untuk figurativ docetism mirip dengan pengajaran Cerintus & the Apocalypse of Peter. Mungkin karena adanya kemiripan ini sehingga Menachem Ali menyebut tentang The Second Treatise of the Great Seth dalam sebuah seminar saat membahas penyaliban Yesus. Jika kita membandingkan sejarah tafsir Islam atas persoalan ini, adanya kemiripan ini memiliki kaitan dengan pendapat para sarjana Islam awal yaitu substitution & figurativ docetism theory. Hal ini menunjukan juga bahwa swoon theory memang benar-benar pendapat baru yang tidak memiliki rujukan sejarah pada masa lahirnya Islam maupun masa pra Islam.

Namun masalah yang substansial, apakah keterangan tersebut merupakan fakta sejarah yang riil atau tidak. Pernyataan-pernyataan dari Basilides, Cerintus, the Apocalypse of Peter & The Second Treatise of the Great Seth jelas bukanlah fakta sejarah melainkan imajinasi dari para pengikut gnostik. Makanya sejak awal para bapa gereja seperti Ireneus dalam bukunya yang membahas ajaran sesat, telah membantah hal itu seperti pengajaran Basilides & Cerintus tersebut. Demikian pula dengan dokumen gnostik the Apocalypse of Peter & The Second Treatise of the Great Seth yang berisi sinkretisme antara kekristenan & gnostik. Bahkan dari antara dokumen-dokumen tersebut terdapat detail signifikan tertentu yang kontradiktif, seperti yang disalibkan orang lain vs tubuh duniawi Yesus.

Perlu diketahui bahwa munculnya injil apokrif & dokumen gnostik nanti banyak terjadi mulai abad ke-2 yaitu sejak meninggalnya generasi para rasul. Pada abad pertama, ajaran-ajaran dalam kekristenan belum banyak muncul karena masih ada para rasul yang langsung mengcounter ajaran tersebut seperti surat rasul Yohanes menanggapi ajaran docetism. Sejak meninggalnya para rasul, mulai banyak bermunculan pengajar sesat dan juga menuliskan ajaran-ajarannya tersebut yang dikategorikan sebagai injil apokrif. Salah satu motivasi penulisan injil apokrif ini yaitu ingin memasukan bahan-bahan yang tidak ada dalam injil kanonik khususnya kehidupan masa kecil Yesus. Selain itu memasukan pengajaran gnostik dipadukan secara sinkretistik dengan kekristenan seperti paham docetism.

Banyak orang yang tidak paham termasuk Menachem Ali yang mencoba mengambil beberapa bagian tertentu dari injil apokrif untuk menjustifikasi Islam. Justru pemahaman dari kalangan kekristenan gnostik ini lebih menekankan pada aspek keilahian Yesus. Namun kesesatan mereka, terletak pada pemahaman kristologi yang tidak seimbang karena mereka umumnya menolak kemanusiaan Yesus. Hal ini sudah ditanggapi oleh rasul Yohanes dalam suratnya. Makanya mereka menolak Yesus bisa mati karena dianggap Yesus hanya sepenuhnya ilahi. Sehingga sungguh ironi, jika Quran mengadopsi hal ini namun disisi lain menolak keilahian Yesus yang justru posisi Yesus begitu ditinggikan sebagai figur ilahi dalam dokumen-dokumen gnostik tersebut.

Menarik menyimak pendapat salah seorang scholar Raymond Brown dalam bukunya The death of the Messiah, Volume 1 and 2: From Gethsemane to the grave, a commentary on the Passion narratives in the four Gospels (1094). New York; London: Yale University Press. Brown menuliskan

"..Islamic apologists have pointed out that Mohammed would have had no trouble accepting the crucifixion of Jesus; therefore the fact that he did not accept it shows he got revelation on the subject from God. But we do not know how much orthodox Christianity Mohammed knew; the Arabian Christianity he was acquainted with probably came from Syria and was heterodox. It may have brought with it the gnostic substitution views described above. (Tröger, “Jesus” 217, maintains that certainly the Islamic commentators on the Koran were familiar with gnostic texts.)..". 

Menurut Brown informasi yang terdapat dalam Quran tersebut kemungkinan didapatkan dari ajaran kekristenan heretik yang ada di Arabia. Hal ini sejalan dengan beberapa pendapat scholar lainnya seperti J. Spencer Trimingham dalam bukunya Christianity Among the Arabs in Pre-Islamic Times, London, Longman, 1979.

Dari analisis historis ini kita bisa melihat bahwa anggapan bahwa Yesus tidak mati di kayu Salib, baik pendapat yang menyatakan bukan Yesus yang disalibkan tetapi orang lain maupun pendapat Yesus memang disalib tetapi tidak mati hanya pingsan, kesemua teori ini tidaklah memiliki dasar yang kuat. Rujukan sejarah yang ada dari substitution & figuratif docetisme theory justru membuktikan adanya pengaruh injil apokrif & dokumen gnostik terhadap Quran. Dan dokumen-dokumen itu seperti kisah tentang penyaliban bukan merupakan fakta sejarah melainkan imajinasi dari pengikut gnostik yang dianggap sebagai sebuah fakta sejarah dalam Quran.

Selasa, 15 Juni 2021

Sikap hidup Kristen Terhadap Harta

 Matius 6:19-24 (Sikap terhadap harta)

Saudara-saudara, ketika kita memperhatikan kehidupan manusia di muka bumi ini kita akan melihat bahwa demi untuk memenuhi kebutuhan hidup masing-masing setiap orang berlomba-lomba untuk mencari uang atau harta kekayaan dalam berbagai macam pekerjaan. Hal inilah yang membuat banyak orang pada akhirnya tegila-gila dengan harta duniawi yang dimilikinya.

Artinya bagi sebagian besar orang mengejar harta duniawi itu harus dan wajib karena jika tidak maka kehidupan tidak akan terpenuhi.

Nah. Jika kita menyelidikinya lagi mengapa hal seperti ini bisa terjadi ?

1. Mungkin sebagian orang menjawab bahwa itulah tuntutan dunia, dan

2.sebagian menjawab tanpa uang kita tidak bisa hidup di dunia ini. Jadi untuk hidup di dunia ini kita harus punya uang.

3.Sebagian lagi mungkin menjawab selama masih hidup kita harus mencari uang sebanyak mungkin supaya anak cucu kita nanti tidak hidup susah (atau dengan kata lain, itu adalah warisan bagi anak-anaknya).

4. Mungkin juga sebagian menjawab bahwa jika tidak memiliki uang/harta kita tidak akan bisa menikmati hidup ini.

5. Mungkin juga orang akan menjawab harta itu penting untuk nama baik atau kehormatan.

Saudara-saudara ini adalah beberapa kemungkinan yang saya sampaikan dari banyak kemungkinan yang yang lain yang tidak saya sebutkan.

Dengan adanya kemungkinan inilah akhirnya terbentuklah sebuah slogan yang terkenal yang mengatakan bahwa waktu adalah uang. Slogan ini mengindikasikan bahwa kita harus mempergunakan waktu kita sebaik mungkin untuk menghasilkan uang.

Maka dengan sangat gamblang bahwa harta itu menempati posisi pertama dalam hidup manusia. Hartalah yang menjadi prioritas utama dalam hidup manusia.

Nah karena harta yang menjadi prioritas utama dalam hidup manusia maka tidak heran yang disampaikan sedikit-sedikit pasti menyangkut keuangan. Benar atau tidak ? (Dijawab dalam hati masing-masing). Oleh karena itu manusia tidak lagi menjadi manusia karena manusia berpikir secara materialistik.

Dalam konteks orang Kristen biasanya hal ini dijadikan sebagai alasan untuk memenuhi kebutuhan jasmani demi untuk mendukung kegiatan rohani. Oleh karena itulah sering ada istilah berkat jasmani dan rohani (biasanya kalau makanan itu disebutkan sebagai berkat jasmani dan firman Tuhan biasanya berkat rohani). Jika kita pelajari secara seksama saudara-saudara. Sebenarnya semua berkat itu adalah berkat rohani ketika kita menerimanya dengan syukur.

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan.. Mari kita perhatikan lagi bahwa ada paradoks yang terlihat jelas di sini yang terkait dengan keuangan atau harta.

Di sisi lain kita percaya bahwa semua kekayaan material yang Tuhan berikan itu adalah berkat untuk kita manusia namun di sisi lain harta itu juga akan sangat membahayakan dalam hidup kita. (Akan dibahas pada poin berikutnya.

Harta adalah sesuatu yang berlimpah, yang dengan sendirinya sangat bernilai dan berharga, atau setidaknya menurut pendapat kita sangat berharga. Namun, harta itu juga dapat menghalang-halangi jalan kita menuju kehidupan kekal.

Masalah harta ini tidaklah muncul baru-baru ini, artinya sejak zaman dulu sudah terjadi banyak sekali masalah yang terkait dengan harta. Bahkan pada zaman Tuhan Yesus ini juga menjadi masalah yang sangat serius. Itu sebabnya Tuhan Yesus perlu untuk membahas hal ini dan mengingatkan kepada manusia dalam khotbahnya di bukit supaya setiap orang yang mendengarnya dapat memikirkan ulang tentang sikap hidupnya terhadap harta.

Hal ini disampaikan setelah Kristus memperingatkan orang-orang farisi dan yang mengikuti Dia agar tidak mendambakan kehormatan manusia, Ia selanjutnya memperingatkan kita agar tidak mendambakan kekayaan dunia. Dalam hal ini pula kita harus berjaga-jaga, supaya kita tidak menjadi seperti orang-orang munafik, dan berbuat seperti yang mereka perbuat. Kesalahan mereka yang mendasar adalah bahwa mereka memilih dunia sebagai upah mereka. 

Padahal Justru sebaliknya. Tuhan Yesus menegaskan supaya jangan mengumpulkan harta dunia.

SIKAP PERTAMA TERHADAP HARTA DUNIAWI

Matius 6:19 (TB) "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.

Ayat ini sedikit membingungkan saya ketika membandingkannya dengan 2 Tesalonika 3:10.

2 Tesalonika 3:10 Sebab, juga waktu kami berada di antara kamu, kami memberi peringatan ini kepada kamu: jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

sekilas dari kedua ayat ini sepertinya bertentangan satu dengan yang lain. Sepertinya Tuhan Yesus mengajarkan hal yang berbeda dengan Paulus.

Apakah memang benar demikian ? Tentu tidak.

Kalimat "Jangan mengumpulkan harta di bumi"

Kata Yunaninya (teks aslinya) berbunyi: Μὴ (not) θησαυρίζετε (store up) ὑμῖν (for yourself) θησαυροὺς (treasures) ἐπὶ (Upon) τῆς (the) γῆς (earth)

Secara literal artinya: jangan menimbun harta di bumi untuk dirimu sendiri

Alasan yang kuat mengapa Tuhan Yesus perlu mengatakan kalimat seperti ini adalah karena ketika manusia sudah merasa diri memiliki sesuatu yang dapat diandalkan yaitu harta atau uang maka di situlah manusia merasa nyaman, memiliki dan itu menjadi yang utama sehingga manusia akan berkata "Kita tidak perlu lagi Tuhan". Saya mampu melakukan sendiri.

Saudara yang dikasihi Tuhan,

Ketenangan, kenyamanan diri dan rasa memiliki inilah yang sebenarnya salah satu berhala dalam diri manusia. Sebab kenyamanan ini bukan kenyamanan yang sejati. Kenyamanan ini justru akan membawa hidup kita semakin jauh dari Tuhan. Kenyamanan ini bagaikan katak yang diletakkan dalam panci berisi air yang sedang direbus. Sepertinya hangat dan nyaman untuk didiami tetapi tanpa sadar katak itu telat menyadari bahaya dari air yang perlahan-lahan bertambah panas sehingga matilah katak itu.

Demikianlah nasib orang yang prioritasnya harta dan sudah merasa nyaman dengannya tanpa sadar orang tersebut akan mati dalam kenyamanannya. Hal yang seperti ini bisa melanda siapa saja termasuk para pendeta, majelis atau pemimpin-pemimpin Gereja, termasuk juga saudara dan saya. Oleh karena itu kita perlu hati-hati.

A. Alasan tidak boleh mengumpulkan harta di bumi

Dalam hal ini kita harus tahu bahwa "cinta akan harta bisa menyebabkan kehilangan yang tragis. Semakin kita menimbun materi, semakin kita kehilangan mereka. Lebih dari itu hati kita pun lenyap bersamanya."

Mengapa bisa lenyap ? Karena di bumi ini tidak ada yang kekal. Tuhan Yesus mengatakan bahwa ngengat karat merusaknya dan pencuri membongkarnya. (Ayat.19)

Ketika kita memperhatikan kata merusak, membongkar dan mencuri, sebenarnya ini mengindikasikan bahwa harta/kekayaan adalah sesuatu yang tidak bisa dipertahankan. Oleh sebab itulah saya pernah mengatakan bahwa adalah hal yang sia-sia ketika kita mempertahankan dan memperjuangkan sesuatu yang tidak bisa dipertahankan.

Hal yang sama juga pernah dikatakan dalam kitab Pengkhotbah 3:9-10 (TB) demikian: Apakah untung pekerja dari yang dikerjakannya dengan berjerih payah? Aku telah melihat pekerjaan yang diberikan Allah kepada anak-anak manusia untuk melelahkan dirinya. 

Telah disebutkan bahwa semua hanya melelahkan diri orang tersebut.

Oleh karena itulah Tuhan Yesus menegaskan kepada kita semua supaya tidak membuang-buang tenaga untuk hal yang sia-sia yang justru akan merugikan diri kita sendiri.

Jangan sampai kita memiliki cara pandang yang salah dalam hidup ini sehingga kita terjerumus ke dalam kegelapan yang sangat gelap. Tuhan Yesus menegaskan kepada kita semua bahwa mata kita adalah pelita bagi tubuh kita. Ungkapan “mata adalah pelita tubuh” (ayat 22) mengajarkan bahwa seluruh aktivitas seseorang ditentukan (atau, paling tidak, dipengaruhi) oleh mata. Bagi kita yang tidak tuna netra maupun tidak terbiasa, seluruh aktivitas kita sehari-hari membutuhkan mata.

Secara metaforis, mata menyiratkan sebuah cara pandang. Ini berbicara tentang nilai dan arti hidup. Ini tentang fokus dalam kehidupan. Cara pandang mempengaruhi seluruh tindakan. Jika seseorang menganggap harta sebagai hal yang paling penting, orang tersebut tentu akan mengejarnya sekuat tenaga. Seluruh waktu, tenaga, dan pikiran dicurahkan pada harta. Hal-hal lain menjadi tidak terlalu berarti. Satu-satunya cara pandang yang benar adalah cara pandang yang di dasarkan atas dasar firman Allah atau Alkitab. Secara khusus hidup dan perkataan Tuhan Yesus sebagai Firman Allah yang hidup. Artinya yang harus kita pikirkan adalah bukan bagaimana kita semakin menjadi serupa dengan dunia ini dengan mengikuti semua pola atau sistem dari dunia yang sudah penuh dengan ini. Melainkan bagimana kita bisa menjadi serupa dengan Yesus Kristus.

Di sinilah Tuhan Yesus mau menunjukkan bagaimana seharusnya manusia hidup sebagaimana tujuan yang sejati dari diciptakannya manusia yaitu bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk memuliakan Allah. Bukan untuk kesenangan diri sendiri melainkan untuk menyenangkan hati Allah.

Dengan kata lain pernyataan atau nasehat serta pengajaran yang diberikan oleh Tuhan Yesus sesungguhnya itu adalah isi hati atau kehendak Allah sendiri kepada umat-Nya serta merupakan bentuk kasih sayang-Nya kepada kita.

SIKAP KEDUA: MENGUMPULKAN HARTA DI SORGA

Yesus menghendaki hal yang sebaliknya dari apa yang dipikirkan oleh manusia yaitu supaya harta itu dikumpulkan di sorga. Hal ini sebenarnya berbicara bagaimana kita seharusnya hidup senantiasa menyenangkan Allah. Tuhan Yesus mau supaya kita bergantung kepada Dia sepenuhnya. Percaya bahwa Dia adalah Tuhan yang menjadi sumber dari segala keperluan kita.

Tuhan mau supaya kita memprioritaskan kerajaan Allah lebih dari segala kekayaan dunia ini. Sebab dengan demikian semua keperluan kita akan dicukupkan dengan sendirinya oleh Tuhan. Memprioritaskan kerajaan Allah berarti menjadikan Allah yaitu Yesus Kristus itu sendiri sebagai Firman Allah yang hidup sebagai satu-satunya Tuan dalam hidup kita. Serta mendedikasikan seluruh hidup kita sepenuhnya untuk kemuliaan-Nya.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Yesus bahwa kita tidak bisa mengabdi kepada dua tuan seperti mamon sekaligus Allah. Untuk memahami perkataan ini kita perlu mempertimbangkan konteks perbudakan kuno. Esensi dari perbudakan adalah kepemilikan yang tunggal dan dedikasi sepenuh waktu. Tidak ada seorang budak yang menjadi milik bersama beberapa tuan. Seorang budak hanya mengabdi pada satu tuan. Pengabdian ini bersifat sepenuh waktu (24 jam sehari). Seorang budak hanya bisa bebas dari tuannya apabila ia dibeli oleh tuan yang lain. Kalaupun seorang budak dimiliki bersama oleh dua tuan, mustahil budak itu dapat menjadi budak yang baik bagi dua tuannya.

Demikian pula dengan tuntutan Allah kepada kita. Allah adalah pemilik tunggal kehidupan kita. Ia yang menciptakan kita. Ia yang menebus kita dari dosa-dosa kita. Seluruh hidup kita – tenaga, fokus, hati, dan waktu – harus ditujukan pada Allah saja. Apa yang kita pikirkan setiap hari adalah bagaimana menyenangkan hati tuan kita.

Sauadara-saudara perlu diketahui bahwa nilai hidup kita bukan ditentukan seberapa banyak harta kita di dunia ini melainkan ditentukan oleh seberapa besar dedikasi kita pada Allah.

Selasa, 11 Mei 2021

Duduk di Sebelah kanan Allah

 "Makna duduk di sebelah kanan Allah"

Mazmur 110:1
Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."

Matius 22:41-46 (TB)  Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya:
"Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud."
Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata:
Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"
Tidak ada seorang pun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorang pun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.

Markus 16:19
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

Terangkatlah Ia (Yesus) ke sorga
Mark 16:19 (ASV)
So then the Lord Jesus, after he had spoken unto them, was received up into heaven, and sat down at the right hand of God.

Mark 16:19 (KJV)
So then after the Lord had spoken unto them, he was received up into heaven, and sat on the right hand of God.

ΜΑΡΚΟΝ 16:19 (TR1894)
ο μεν ουν κυριος μετα το λαλησαι αυτοις ανεληφθη εις τον ουρανον και εκαθισεν εκ δεξιων του θεου

ἀνελήμφθη        εἰς       τὸν     οὐρανὸν
Was taken up     into      the       heaven

Dalam Vine's Dictionary

ἀναλαμβάνω
(Strong's #353 — Verb — analambano — an-al-am-ban'-o )

"to take up" (ana), "to take to oneself, receive," is rendered "to receive" in Mark 16:19; Acts 1:2,11,22 , RV, "He was received up" (AV, "taken"); Mark 10:16; 1 Timothy 3:16

Jadi ayat ini jelas menyampaikan bahwa Yesus benar benar terangkat dan diterima dengan membawa dirinya sendiri dalam kerajaan sorga.

Kemana kah Yesus  membawa diri-Nya sendiri ?
Jawabannya jelas ke dalam surga (into heaven).
Bagaimana mungkin Yesus ke surga dengan sendiri-Nya ??

Dalam hal ini kita perlu tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah yaitu Firman Allah dan Firman itu bersama sama dengan Allah (Yohanes 1:1)

Tentang hal ini sebenarnya jelas bahwa dalam kitab suci pasal pertama dan ayat pertama menunjukkan keberadaan Firman itu sebagai Pencipta yaitu Allah sendiri yang tentunya ada dalam kerajaan Sorga sebagai Raja segala raja.

Dalam targum juga tertulis demikian

בראשׁית בְּחוּכְמָא בְּרָא יְיָ:
In wisdom (be-hukema) the Lord created.

https://www.sefaria.org/Targum_Jerusalem,_Genesis 1:1

Sebagaimana yang dijelaskan oleh rasul Yohanes bahwa Firman itu menjadi manusia. Firman itu keluar dari Allah tanpa meninggalkan Allah (Yohanes 8:42)

Jadi Firman yang bersama-sama atau di dalam Allah itu telah berinkarnasi menjadi manusia tanpa kehilangan keallahan-Nya.
Hal ini dilakukan dengan maksud:

1. Allah ingin menyatakan siapa sejatiNya Allah itu kepada manusia. (Melalui Kasih Allah yang besar). Lebih dari itu ingin menunjukkan bagaimana seharusnya manusia hidup di hadapan Allah.

Contoh kecil yang dapat kita pelajari adalah melalui Pencobaan di Padang Gurun. Di situ Yesus sedang menunjukkan bagaimana hidup yang seharusnya dijalani oleh manusia dalam menyikapi setiap masalah.
Yesus sedang menunjukkan perbedaan kehidupan Adam yang pertama dan Adam yang terakhir.
Ia mau supaya hidup kita tidak seperti Adam pertama yang gagal oleh karena nafsunya. Namun seperti Adam yang terakhir yang tetap berpusat pada firman Allah.
2. Allah ingin menunjukkan bahwa Dia setia dalam Perjanjian-Nya.
Kasih setia Allah melalui perjanjian-Nya dari Kejadian 3:15, dan di sampaikan kepada Abraham kemudian melalui para nabi telah digenapi dalam diri Yesus Kristus
3. Allah ingin menunjukkan bagaimana manusia seharusnya hidup. (Hidup seperti Yesus sebagai manusia sejati yang tidak berbuat dosa).
4. Untuk menyelesaikan masalah terbesar manusia (dosa)
5. Untuk memberi kemenangan bagi manusia yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat.

Kemenangan itu nyata dalam kebangkitan-Nya dari antara orang mati kemudian di konfirmasi dengan kenaikan-Nya ke sorga  dalam frasa duduk di sebelah kanan Allah.

Ungkapan “Duduk di sebelah kanan” adalah suatu ungkapan alegoris.

Jangan diartikan secara harafiah..

Kata tersebut juga tidak menunjukkan bahwa Allah itu lebih dari satu dan Yesus bukan Allah.

Jangan kita memahami tentang Allah dengan logika matematika. Ketika berbicara tentang Allah hal ini sudah mencakup ranah supranatural dan harus dipahami dengan logika metafisika.

Kata “kanan” sering digunakan oleh orang-orang Yahudi sebagai simbol kekuatan, kekuasaan dan kemuliaan (Mazmur 118:16; Keluaran 15:12;Keluaran 15:12)

Ungkapan “disebelah kanan” (kenapa tidak disebelah kiri, belakang atau depan) adalah : “Diam dalam Kerajaan Sorga” (bahasa Tradisi Yahudi, mengkiaskan sisi kanan adalah kebaikan atau kemuliaan -Ulangan 33:2

Kata “Duduk” menyatakan “pemeritahan, kedudukan dan posisi, penghormatan.

Maka “Duduk di sebelah kanan Allah” dalam ayat-ayat diatas adalah lambang dari kekuasaan, kekuatan/kemenangan, penghormatan, kedudukan Yesus Sang Mesias sebagai pemegang otoritas keAllahan sejati.

Gelar yang menurut harapan mesianik Yahudi akan diterapkan bagi Raja Mesias ini juga berhubungan erat dengan ungkapan “duduk di sebelah kanan Allah”. Mengapa demikian ? Ungkapan simbolik ini muncul dalam kaitan dengan pola bangunan Bait Suci (Ibrani:בֵּית־הַמִּקְדָּשׁ‎ – BEIT-HAMIQ’DASH) di mana istana raja-raja keturunan Raja Daud berada di sebelah selatan ruang Mahakudus (devir) Bait Allah yang menghadap ke timur. Ini berarti istana Daud berada “di sebelah kanan” ruang mahakudus yang melambangkan kehadiran Allah.

Oleh sebab itulah Yesus Kristus dalam kemenangan-Nya atas maut telah menyelesaikan tugas-Nya di dunia dan pergi kembali ke sorga sebagai Raja yang berkuasa tidak hanya di sorga tetapi juga di bumi (Matius 28:18).

Jadi Jelas mengapa Yesus harus ke sorga ? Jawabannya adalah karena dari sana lah Dia berasal.

Yohanes 16:28 (TB) Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."

Dan di sorga lah Dia sedang menyediakan tempat bagi setiap kita yang percaya kepada-Nya supaya kita juga mendapat sukacita dan bahagia bersama dengan Dia. Asalkan kita percaya.

Yohanes 14:1-3 (TB) "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Dalam hal ini kita juga tidak perlu gelisah sebab Roh penghibur telah diberikan kepada setiap kita yang percaya kepada-Nya. Dan Roh itulah yang akan mengajar, membimbing, mengindahkan kita dalam kehidupan yang kita jalani ini sehingga kita semakin hari semakin serupa dengan Kristus dan hidup seperti halnya Kristus.

Jika kita berada dalam Yesus Kristus yang adalah Firman Allah maka kita akan hidup tetapi jika kita di luar Yesus Kristus maka kita akan mati.

GBU..

Sabtu, 01 Mei 2021

Hanya Allah Satu-satunya Hakim bagi manusia

 Yakobus 4:11-12

Terkadang tanpa disadari manusia sering terjebak dalam tindakan yang salah dengan menghakimi sesamanya tanpa melihat kepada Firman Allah. Dengan mudah memfitnah atau menyalahkan orang lain karena aturan-aturan yang dibuat sendiri yang pada dasarnya bukan sesuatu hal yang esensi kemudian hal itu dipaksakan supaya dilakukan dan ketika tidak dilakukan maka dengan semena-mena menghardik atau memarahinya serta menyalahkannya.

Tanpa disadari, sebenarnya tindakan seperti ini merupakan tindakan yang salah dan pemaksaan terhadap hati nurani orang lain.

Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! (ay. 11).

Kata Yunani, katalaleite, berarti berbicara apa saja yang dapat menyakiti atau melukai orang lain. Kita tidak boleh membicarakan yang buruk-buruk, meskipun itu benar, kecuali kita dipanggil untuk itu, dan ada kepentingan untuk itu. Terlebih lagi kita tidak boleh menceritakan hal-hal buruk apabila itu salah, atau sepanjang pengetahuan kita mungkin salah. Bibir kita harus dibimbing oleh hukum kebaikan,

Jangan kita salah mengerti dengan pernyataan Yakobus dalam suratnya.

Dasar Yakobus di sini adalah bahwa orang-orang Kristen tidak boleh menjelek-jelekkan saudaranya, apalagi hal ini dilakukan di depan umum. Jangan kita merasa diri benar dari yang lain. Jangan kita menghakimi sesama kita secara berlebihan.

Orang yang menganggap diri selalu benar dari yang lain adalah orang yang belum mengerti firman Tuhan serta belum mengalami firman Tuhan meskipun firman Tuhan dibaca setiap hari.

Orang yang berpegang pada prinsip sendiri adalah orang yang jauh dari firman Allah. Prinsip manusia semuanya harus diarahkan dan disesuaikan dengan firman Allah.

Janganlah menjadi kesukaan kita untuk menyebarkan kesalahan-kesalahan orang lain, membocorkan hal-hal yang rahasia, hanya untuk menyingkapkannya di depan umum. Juga, jangan suka melebih-lebihkan kesalahan mereka yang sudah diketahui, melebihi apa yang sepantasnya diterima mereka.

Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya. Hukum Musa mengatakan, janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu (Im. 19:16). Hukum Kristus mengatakan, jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi (Mat. 7:1).

Rasul Yakobus dengan tegas disini sedang mencela orang-orang yang dengan sesuka hatinya sendiri suka mencela sesamanya dan menyalahkan sesamanya jika yang dilakukan tidak sesuai dengan kehendaknya. Padahal hal itu tidak menjadi masalah. Orang yang demikianlah sebenarnya yang mencela hukum Allah.

"Orang yang bertengkar dengan saudaranya dan mengecamnya karena apa saja yang tidak ditentukan dalam firman Allah, berarti merendahkan firman Allah, seolah-olah firman Allah bukan peraturan yang sempurna."

Jangan mencoba-coba untuk menegakkan aturan dan prinsip sendiri. Tindakan ini merupakan bentuk perendahan hukum-hukum Allah.

Terakhir.

Perlu diingat bahwa. Yakobus tidak sedang mengatakan bahwa kita tidak boleh sama sekali menghakimi sesama - yang dimaksudkan adalah jangan sekali-kali menekankan prinsip kita kepada orang lain dan menyalahkan orang lain jika tidak sesuai dengan prinsip kita, padahal prinsip itu tidak sesuai dengan hukum Allah.

Orang yang suka menegakkan prinsip sendiri sebagai aturan hidupnya dan orang lain adalah orang yang melawan hukum Allah.

Oleh karenanya jika menghakimi - hakimilah sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Perlu diingat juga bahwa jangan sekali-kali menghakimi orang dengan mengatasnamakan firman Tuhan jika kita tidak benar-benar mengerti firman Tuhan dan jika kita tidak pernah menggali serta mengeksegese dan mengekspose firman Tuhan dengan baik.

GBU..


Rabu, 28 April 2021

Who are You ??

 IDENTITAS DIRI ORANG KRISTEN

Pribadi Paulus

1. Paulus Seorang Hamba Kristus Yesus
2. Paulus Seorang Rasul Kristus
3. Paulus milik Yesus yang disucikan

1. Paulus sebagai Hamba Kristus Yesus

Dalam pengenalannya terhadap orang-orang Kristen yang ada di Roma, Paulus sedang memberikan suatu pernyataan yang isinya tentang dirinya sendiri dan bagaimana dirinya menjadi seorang pelayan Injil.

Seperti pada umumnya dalam budaya Yunani-Romawi menulis surat, Paulus memperkenalkan dirinya secara khusus tentang statusnya ketika menulis surat tersebut. Dengan Jelas disebutkan bahwa Paulus seorang hamba Kristus Yesus. Meskipun sepertinya dalam menulis surat Roma ini ditemani oleh rekan sekerjanya (Timotius) Roma 16:21, Dengan semgaja Paulus ingin memperkenalkan dirinya secara pribadi kepada orang-orang yang ada di Roma. Adapun tujuannya tidak lain adalah untuk meyakinkan para pembacanya tentang identitasnya dan bagaimana Tuhan bekerja dalam hidupnya.

Dengan tegas dalam kesempatan ini Paulus memperkenalkan dirinya sebagai hamba Kristus Yesus (δούλος Χριστοῦ  ᾿Ιησοῦ), doulos christou Iēsou). Dalam hal ini terdapat dua hal penting yang perlu dibahas terlebih dahulu yakni Hamba dan Kristus Yesus.

Kata hamba yang digunakan oleh Paulus adalah doulos yang berarti "hamba." Meskipun terlihat aneh bagi orang Yunani namun bagi orang Yahudi kata tersebut tidak aneh.

https://bible.org/seriespage/1-study-and-exposition-romans-11-7

Beberapa komentator berpendapat bahwa karena perbedaan besar antara perbudakan Yahudi seperti yang dipraktikkan di zaman Perjanjian Lama dan perbudakan Roma abad pertama, Paulus hanya memikirkan konsep Yahudi ketika berbicara tentang hubungannya dengan Kristus.

Kata yang sama yang digunakan oleh Paulus adalah ebed yang merujuk pada hubungan tuan dan hamba. Adapun maksud Penulis tersebut digunakan dalam hubungannya antara umat Tuhan dengan Tuhan. Lebih dari itu kata tersebut merujuk pada tokoh-tokoh dalam perjanjian lama seperti; Musa (Yos. 1:1; 14:7), Daud (Mzm. 89:3; 2 Sam. 7:5, 8), Elia (2 Raj. 10:10).

Dalam hal ini dapat diketahui bahwa:
Paulus sedang menunjukkan dirinya sebagai salah seorang yang Kudus dari tokoh-tokoh yang Kudus dalam perjanjian lama,
Paulus mengucap syukur atas keberadaannya sebagai hamba Kristus Yesus.
Meskipun demikian, tidak cukup hanya di situ. Tujuan utamanya sebenarnya bukan untuk menyombongkan diri sebagai salah seorang yang Kudus, melainkan  untuk menunjukkan sebuah komitmen untuk melayani Yesus.
Galatia 2:20 "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku."

Dalam pengertian lain istilah hamba Kristus Yesus dapat dimengerti sebagai budak atau hamba firman Allah, Kebijaksanaan, kebenaran, kebajikan yang identik pada diri Yesus Kristus.

{Origen, The Fathers of the Church, Commentary On teh Epistle to The Romans, Books 1-5, Translated by Thomas P. Scheck, (Washington, D.C: The Catholic University of America Press), hlm.62}

Artinya bahwa Paulus tidak melayani daging, kesombongan atau keserakahan, iri hati dan sebagainya. Hal ini terjadi karena ia memandang Yesus sebagai TUHAN.
Pernyataan ini ditegaskan juga dalam ayat lain bahwa orang yang masih memikirkan dirinya sendiri adalah seteru salib Kristus.

Filipi 3:18-19 (TB)  Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

Noted:
Bukan hanya Paulus, melainkan juga setiap orang percaya adalah hamba Kristus yang sudah seharusnya memiliki komitmen untuk melayani Yesus Kristus yang artinya menjadi hamba Firman Allah, kebijaksanaan dan kebenaran. Itulah identitas diri kita sebagai orang percaya yang sudah diselamatkan dalam Yesus Kristus.

2. Paulus sebagai Rasul

Pengenalan selanjutnya tidak bisa dipisahkan dari pengenalan yang pertama yaitu sebagai hamba Kristus Yesus (δούλος Χριστοῦ  ᾿Ιησοῦ), doulos christou Iēsou). Artinya dengan mengawali dirinya sebagai hamba untuk mempertegas bahwa kerasulannya bukan secara kebetulan, bukan juga dari keinginannya sendiri dan bukan juga oleh karena orang lain (teman, sahabat, orang tua dan orang-orang terdekatnya). Kerasulan Paulus adalah dari TUHAN sendiri.

Kisah Para Rasul 9:1-6, 10, 15-16 (TB) Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."
Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!"
Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."

Dari pernyataan tersebut kita tahu bahwa Paulus dengan berani dan tegas mengatakan kerasulan nya adalah dari sang Tuan yang dia layani sekarang. Sang Tuan, yaitu Yesus Kristus lah yang mengutus Paulus menjadi Rasulnya. Hal ini dapat terlihat jelas ketika memperhatikan apa yang dimaksud dengan kata Rasul yang ditulis oleh Paulus. Kata yang ditulis adalah ἀπόστολος (apostle) yaitu rasul dan Kata ini adalah kata yang digunakan Tuhan Yesus untuk menggambarkan hubungan-Nya dengan Allah,

Ibrani 3:1 (TB)  Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus,

Yohanes 17:3 (TB)  Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Paulus yang adalah seorang hamba dari Yesus Kristus telah dipercayakan untuk menyampaikan kebenaran dari Sang Tuan itu sendiri. Oleh karenanya otoritasnya bukan pada diri Paulus melainkan dari Dan Tuan, Yesus Kristus. Jadi dengan menjelaskan dirinya sebagai hamba Kristus dan kemudian melanjutkannya dengan menjadi rasul-Nya kita mendapati ada dua hal Penting yaitu;

Paulus adalah orang yang rendah hati. Dengan kata lain, segala hal yang dilakukan dan disampaikan itu bukan bersumber dari dirinya sendiri melainkan dari sang Tuan, Yesus Kristus.
Adanya kepatuhan yang total dari Paulus. Kepatuhan terwujud dari dirinya yang mau diutus oleh Tuhan dengan tidak menghiraukan nyawanya sedikitpun. Kisah Para Rasul 20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Noted:
Setiap kita yang percaya adalah hamba Kristus yang juga sekaligus rasul (utusan) Kristus yang juga diutus oleh Kristus untuk menyampaikan Firman Kebenaran-Nya bagi dunia yang penuh dengan dosa ini. Dengan memahami hal ini sudah semestinya kehidupan kita sebagai hamba-hamba Kristus 1) memelihara sikap yang rendah hati. Dalam pengertian lain tidak menganggap diri lebih hebat dan benar dari yang lain serta tidak mudah menyalahkan orang lain dengan hanya melihat satu atau dua kesalahan yang dilakukan. Sebab kita adalah sama-sama orang berdosa yang dipakai oleh Allah untuk menjadi alat/instrumen bagi kemuliaan-Nya.
Kalaupun kita bisa melakukan banyak hal itu karena Tuhan yang telah memampukan kita. Kemudian selain memelihara sikap yang rendah hati ada lagi yang disebut sebagai 2) kepatuhan total. Maksudnya lakukanlah semua yang kehendaki Allah bagi diri kita. Sebab kita adalah hamba segaligus utusan-Nya. Dalam mengutus tentunya Sang Tuan tidak akan membiarkan kita begitu saja, Dia juga akan memperlengkapi kita dengan berbagai karunia yang ada. Lebih lagi jaminan kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan dan damai sejahtera telah dan pasti disediakan bagi setiap kita yang patuh secara total.

3. Paulus menjadi milik Allah yang disucikan

Jaminan keselamatan, hidup yang penuh kebahagiaan, damai sejahtera merupakan suatu kepastian bagi orang yang percaya kepada Kristus. Hal ini benar karena kita adalah milik Allah dalam Yesus Kristus. Sebagai milik Allah kita dipisahkan dari kehidupan dunia yang penuh dengan kejahatan. Dalam mengutus hamba-Nya, Allah tidak sekedar mengutus begitu saja. Paulus tidak hanya sekedar seorang hamba dan rasul biasa melainkan hamba dan rasul yang dikuduskan oleh Kristus.

Dalam hal ini Paulus tidak menggunakan kata "hagios" melainkan Kata ἀφωρισμένος (having been set apart) yang berarti telah dipisahkan. Maksudnya Paulus ingin menjelaskan kepada pembaca termasuk kita semua yang percaya bahwa Paulus memang sudah ditentukan sejak awal oleh Allah untuk dipisahkan atau dikhususkan melayani Dia sebagai seorang yang menyampaikan dan memberi teladan kebenaran bagi kemuliaan-Nya.

Galatia 1:15 (TB)  Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 

Jadi jelas bahwa kerasulan Paulus merupakan kasih karunia dari Allah semata dan itu sudah ditentukan sejak dalam kandungan.

Pemisahan harus terjadi supaya setiap orang tahu siapa Allah melalui utusan-Nya yang telah dipisahkan dan hidup sesuai dengan firman-Nya. Artinya bukan persoalan yang gampang untuk menjadi utusan karena Allah mau setiap utusan Allah harus menjadi cermmin bagi orang lain untuk melihat kemuliaan Allah. Sebagai cermin ada hal-hal yang harus diperhatikan;

Agar orang dapat bercermin dengan baik dan jelas maka cermin itu haruslah bersih. Sebab jika tidak bersih maka pandangan orang tersebut terhadap dirinya pasti kabur.
Sebagai cermin harus dapat menunjukkan siapa diri orang yang bercermin itu. Hal ini bisa terjadi jika bagian yang pertama sudah terjadi.
Tujuannya supaya yang bercermin dapat mengoreksi dengan baik apa yang masih kurang dan harus diperbaharui dalam dirinya.

Kebersihan cermin yang merupakan gambaran tentang diri kita sebagai orang percaya itu terlihat apakah kita sudah menghidupi Injil itu atau belum. Sudahkah Injil itu benar-benar kita alami dalam hidup kita atau belum ?

Jika Injil itu belum ada dalam diri kita dan belum kita alami maka sudah pasti bahwa orang lain tidak akan pernah bisa melihat kemuliaan Allah melalui hidup kita.

Noted;
Pemisahan dimaksudkan 1) untuk membuat adanya perbedaan antara Injil Yesus Kristus dengan injil-injil palsu yang diajarkan oleh dunia ini, kemudian 2) untuk membuat orang lain bersikap rendah hati dan menyadari akan keberadaannya yang penuh dengan dosa dan membawa mereka untuk membersihkan setiap kotoran (dosa) yang ada dalam diri mereka melalui Iman kepada Yesus Kristus.

Kesimpulan;

Setiap orang percaya adalah hamba Kristus Yesus yang dikuduskan atau dipisahkan secara khusus oleh Allah untuk menjadi utusan atau duta besar atau kepercayaan Allah sebagai cermin hidup bagi banyak orang sehingga melalui hidup kita, orang lain dapat melihat kemuliaan Allah.

Namun demikian orang lain tidak akan melihat kemuliaan Allah jika kita belum mengalami Injil dalam hidup kita yang diwujudkan dalam hidup yang rendah hati dan patuh secara total terhadap kehendak Allah.

Jumat, 25 Desember 2020

Dan Engkau akan menamakan Dia Yesus

MAKSUD PEMBERIAN NAMA


Setiap orang tua memberikan nama kepada anak-anaknya dengan maksud dan tujuan tertentu. Tentunya maksud ini adalah maksud yang baik yaitu supaya dengan nama tersebut seorang anak yang menyandang nama itu hidup sesuai dengan namanya.

Misalnya saja seperti orang Jawa memberi nama anaknya SUGIARTO dengan harapan bahwa anaknya kelak menjadi orang yang sukses, kaya dan memiliki banyak harta sehingga dapat hidup dengan bahagia. Ada juga yang diberi nama SUGENG dengan harapan selalu terhindar dari malapetaka dan selalu diselamatkan dari hal-hal yang buruk.

Meskipun demikian ada juga beberapa orang tua yang tidak tahu arti nama dari anak-anaknya. Walaupun demikian sebagian besar sudah memikirkannya sejak anaknya masih dalam kandungan.

Demikian juga dalam Alkitab. Para bapak leluhur kita memberikan nama kepada anak-anaknya dengan harapan yang Indah dan masing-masing memiliki nama dan biasanya nama itu diberikan sesuai dengan pengalaman yang dialami selama proses mengandung sampai melahirkan.

OTORITAS PEMBERIAN NAMA

Setiap nama pasti diberikan oleh orang tua masing-masing anak. Tidak mungkin ketika lahir anak itu request nama dan menamai dirinya sendiri.

Tetapi ada juga nama-nama secara khusus dalam Alkitab yang bukan dari orang tuanya dan bukan juga dari orang lain. Melainkan langsung dari Tuhan.

Seperti halnya Adam, Abraham, Sara, Ismael, Ishak, Israel (Yakub), Yohanes (Lukas 1:13) dan Yesus.

ALASAN MEMBERI NAMA YESUSNama Yesus tidak diberikan oleh Allah secara asal-asalan. Nama Yesus juga bukanlah nama yang baru bagi masyarakat yang ada pada waktu itu.

Jika memang bukan nama yang baru kenapa nama tersebut yang diberikan dan kenapa tidak diberi nama yang baru ?

Inilah keunikan yang harus kita pelajari bersama terkait dengan nama Yesus. Pada Zaman Tuhan Yesus nama Yesus tidak asing lagi. Maksudnya bahwa nama tersebut sudah muncul sejak 2000 th yang lalu yakni ketika bangsa Israel berada di Padang gurun menuju ke tanah Kanaan. Nama Yesus adalah nama yang sama dengan nama Yosua Bin Nun yang berarti TUHAN  PENYELAMAT.

Yosua yang sebelumnya memiliki nama Hosea diubah oleh Musa menjadi Yosua dengan maksud yang indah. Tuhan mengizinkan hal ini terjadi karena Tuhan merancang kan hal-hal yang besar yang akan terjadi pada Yosua. Dan ternyata benar bahwa Yosua sepanjang hidupnya menjadi pemimpin yang sangat berpengaruh bagi bangsa Israel setelah Musa. Yosualah yang memimpin bangsa Israel untuk menduduki tanah Kanaan.

Nama Yosua juga sangat berkaitan dengan nama yang diberikan untuk anak Maria yaitu Yesus.

Nama "Yesus" berasal dari bahasa Ibrani Yesus (Ibrani: יְהוֹשׁוּעַ - YEHOSHUA, artinya "YHVH menyelamatkan"); atau ישוע - YESYUA', yõd-syïn-vâv-'ayin transliterasi lain menyederhanakannya dengan aksara יֵשׁוּעַ - YESHUA' saja (Ibrani-Aramaik, ibarat Alexander menjadi Alex). Nama ini yakni menunjuk kepada Kristus sebagai Juruselamat (Ibrani: מֹושִֽׁיעַ - MOSHIA).

Alkitab berkata, Juru Selamat adalah YHVH sendiri :

Yesaya 43:11

LAI TB, Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.

KJV, I, even I, am the LORD; and beside me there is no saviour.

Hebrew,

אָנֹכִי אָנֹכִי יְהוָה וְאֵין מִבַּלְעָדַי מֹושִֽׁיעַ׃

Translit interlinear, 'ANOKHI {Aku} 'ANOKHI {Akulah} YEHOVAH (dibaca: 'Adonay, TUHAN) VE'EIN {dan tidak ada} MIBAL'ADAI {selain daripada-Ku} MOSHI'A' {Juru-selamat, noun common masculine singular absolute }

Janji Allah sebagai Juru Selamat digenapi dengan lahirnya Sang Juru Selamat, yaitu Yesus Kristus.

Dalam Yesaya 43:11 Alkitab berkata, Juruselamat (Ibrani: מֹושִֽׁיעַ - MOSHIA) adalah YHVH sendiri. Dalam penggenapan-Nya, yaitu kelahiran-Nya ke Bumi, Malaikat Gabriel menyebut יהוה - YHVH, Allah yang inkarnasi ini dengan gelar: Juruselamat ( מֹושִֽׁיעַ - MOSHI'A'):

Matius 1:21

LAI TB, Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Lukas 2:11

LAI TB, Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud

KJV, For unto you is born this day in the city of David a Saviour, which is Christ the Lord.

Apa yang dilakukan oleh Yosua sebenarnya itu menggambarkan bagaimana Yesus yang juga menjadi pemimpin bagi manusia yang bukan hanya bangsa Israel melainkan semua manusia yang mau datang dan percaya serta mengandalkanNya.

Nama Yesus ini memang banyak. Namun gelar dari nama Yesus anak Maria inilah yang membedakannya dari Yesus yang lain. Alkitab menyebutkan bahwa Yesus adalah Kristus yang juga disebut sebagai Immanuel. Hal ini berarti diriNya akan memimpin dan menyertai orang yang mengikutinya sampai selama-lamanya.

Yosua memang memimpin tapi hanya bangsa Israel dan kepemimpinannya dapat berakhir. Berbeda dengan Yesus yang tidak pernah berakhir..

Nama Yesus anak Maria merupakan nama diri yang memang sudah dinubuatkan jauh-jauh hari sebelumnya. Yaitu nubuat tentang Juru Selamat yang akan menyelamatkan manusia yang sudah berdosa dihadapan Allah. Juru Selamat ini sudah dijanjikan sejak dalam kejadian 3:15 kemudian diulang-ulang oleh para nabi-nabi yang terdahulu dalam sebuah perjanjian maupun nubuatan. Kemudian digenapi 2000 tahun yang lalu yaitu melalui kelahiran yang ajaib bunda Maria.

YESUS ADALAH BENAR-BENAR MANUSIA

KelahiranNya memang sungguh-sungguh ajaib dan sangat nyata. Dituliskan bahwa Yesus lahir di Betlehem yaitu di kota Daud. Kelahiran ini merupakan bukti nyata bahwa Yesus adalah manusia.

Bukti bahwa Yesus adalah manusia Dia dapat merasakan lelah, haus, kemudian makan seperti manusia pada umumnya dan mati.

YESUS BENAR-BENAR ALLAH

Kelahiran Yesus merupakan kelahiran yang tidak lazim sebab dilahirkan melalui seorang perawan dan berbeda dengan kelahiran yang lainnya. Yesus dilahirkan dan bahkan di sebut Kudus Anak Allah.

Apakah Yesus itu Allah ? Ya, Yesus adalah Firman yang menjadi manusia (Yohanes 1:1-3, 14). Dia adalah Allah yang kemudian merendahkan diriNya dengan mengambil rupa seorang hamba yang setia sampai mati (Filipi 2:8-9). Kematian-Nya dimaksudkan untuk melunasi semua hutang dosa manusia, hal ini dapat dimengerti melalui perkataanNya di kayu salib yang secara singkat berbunyi TELESTAI  yang berarti lunas dibayar.

Semua hutang dosa yang tidak bisa dibayar oleh manusia telah lunas dibayar oleh Yesus Kristus melalui kematianNya yang berdarah di kayu salib. namun kematian-Nya disambut dengan kebangkitanNya pada hari yang ke-3. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus bukan hanya sekedar nama diri melainkan menunjuk pada Pribadi Yesus yang adalah YHWH yang menjadi satu-satunya Juru Selamat yang hidup.

Jika keselamatan dari YHWH maka jelas satu-satunya Jalan adalah Yesus. Sebab Yesus adalah YHWH

Hanya Yesus yang bangkit dari kematianlah yang dapat melepaskan manusia dari kuasa maut.

Hanya Yesus yang tidak berdosalah dapat menebus dosa manusia.

Hanya Yesus tetap Hiduplah yang dapat memberi hidup kekal bagi manusia.

Dan di dalam Yesuslah  keselamatan itu nyata, dan sempurna. Sebab:

Kisah Para Rasul 4:12 (TB)....Keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

GBU All..

Senin, 14 Desember 2020

HOLY LIFE

Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?


Sebagai pemuda pemudi kita sangat akrap sekali dengan apa yang disebut "PACARAN". Meskipun tidak semua tahu apa itu pacaran banyak sekali kaum muda menyebutkannya untuk menyindir teman-temannya yang mulai suka satu sama lain dan bahkan dengan ketidakpahaman ini banyak sekali yang mengaplikasikan pacaran ini secara salah yaitu dengan meluapkan nafsu birahi semata.

menurut beberapa data yang ada kata pacaran itu berasal dari tanah Melayu, yaitu berasal dari tradisi masyarakat Melayu pada zaman dulu. Pacaran berasal dari tradisi pacar air, yaitu semacam tanaman pacar yang diberikan pada kuku dan tangan perempuan, warnanya merah bata. Jadi, tradisi Melayu ini berawal dari dua orang yang sedang jatuh cinta dan diketahui oleh keluarganya. Tradisi pantun pada masyarakat Melayu sangat kental, dalam tatadisi ini, sang laki-laki mengirimkan utusan kerumah perempuan dan membacakan sebuah pantun didepan rumahnya. Apabila sang pemilik rumah membalas pantun, maka dengan kata lain, cinta si laki-laki ini diterima.

     Nah, ketika sang perempuan menerima cinta laki-lakinya, maka akan dilanjutkan dengan pemberian pacar air ditangan keduanya. Tanda itu menandakan sebuah ikatan antara dua keluarga. Pacar air itu, biasanya bertahan di tangan sang perempuan selama 3 bulan. Inilah sebetulnya nilai dari tradisi itu. Meski sudah memiliki ikatan, tapi ketika 3 bulan laki-laki tersebut tidak kunjung meminang sang gadis, maka dengan kata lain ikatan itu akan hilang, dan sang perempuan boleh menerima pinangan dari laki-laki lain. Inilah asal muasal dari istilah pacaran.

      Jangan pernah dibayangkan masa 3 bulan itu seperti masa pacaran zaman modern ini, masyarakat Melayu terkenal dengan menjaga kehormatan keluarganya. Jadi selama 3 bulan itu, para laki-laki dan gadis tidak bisa berhubungan dengan bebes. Saat ini, pacaran sudah sangat bergeser maknanya, pacaran diibaratkan sebagai ekspresi perasaan suka antara laki-laki dan perempuan, diawali dengan kata “nembak” dan dilanjutkan dengan ikrar “jadian”, setelah itu mereka “resmi” menjadi sepasang kekasih. Anehnya, masyarakt sekitar sangat familiar dengna kejadian ini. Justru kalau tidak pacaran akan membuat harga diri turun, bahkan ketika pacaran pun banyak sekali hal-hal negatif seperti seks bebas dan tindakan-tindakan yang yidak pantas..

Sebagai orang Kristen secara khusus bagi pemuda pemudi yang akrap sekali dengan kata pacar, bagaimana dengan hidup kita ? apakah kita juga pernah melakukan hal2 yang demikian ?? bagaimana kita menjawab pertanyaan firman Tuhan ini dengan Jujur ??

Mazmur 119:9-11 (TB)

9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?

Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. 

10 Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. 

11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. 

maksudnya adalah benarkah kita benar-benar menjaga kelakuan kita sesuai dengan firman Tuhan ? benarkah kita mencari Tuhan dengan segenap hati kita ? benarkah yang kita simpan adalah firman Tuhan atau jangan-jangan yang lainnya.

menjaga kelakuan bersih bukanlah hal yang mudah. banyak sekali tantangan yang harus dilewati. namun jika kita melewati dengan kekuatan kita sendiri kita tidak akan oernah mampu. Hanya dengan meminta pertolongan dan kekuatan Tuhanlah kita bisa menjaga kelakuan kita agar tetap bersih, suci dihadapan Tuhan.. yang perlu diingat adalah bahwa "APA YANG SEPERTINYA BAIK YANG DILIHAT OLEH MATA KITA BELUM TENTU BAIK MENURUT TUHAN"

1 Samuel 16:7 (TB)  Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Oleh karenanya, sebagai kaum muda mari kita jaga hati kita dengan baik. menjaga hati adalah hal yang paling utama dalam hidup kita. terutama ketika sedang menjalin hubungan dengan lawan jenis. ingat !! bahwa pacaran merupakan suatu hubungan yang merujuk kepada sesuatu yang sangat serius yaitu pernikahan. Oleh karenanya jangan sampai mengotori tubuh ini dengan tindakan yang bercela dihadapan Tuhan sebelum masuk dalam jenjang pernikahan. MENJAGA HATI SANGAT PERLU. Sebab jika hati kita dijaga dengan baik maka dari situ akan terpancar kehidupan.

Amsal 4:23 (TB)  Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

kehidupan ini bukan sekedar kehidupan di dunia ini saja melainkan juga kehidupan yang kekal bersama dengan Allah dalam kerajaan sorga.

Jangan pernah sia-siakan masa muda kita. Jaga dan pakai untuk MEMULIAKAN TUHAN dan bukan MEMALUKAN TUHAN.

GBU All..

Rabu, 09 Desember 2020

SUDAHKAH KITA MENELITI FIRMAN TUHAN DENGAN BAIK ?

 Ezra 7:1-10

Melihat situasi di era masa kini, sangatlah baik oleh karena adanya teknologi yang berkembang dengan sangat pesat dan memberi banyak keuntungan dan kemudahan untuk mencari sesuatu hal bahkan untuk belajar. namun faktanya tidak demikian.

justru ada banyak orang yang mengalami kemerosotan baik dalam berelasi satu dengan yang lain maupun dalam membangun iman yang benar. hal ini diakibatkan oleh karena mereka tidak menggunakan teknologi yang ada dengan maksud yang benar sesuai dengan fungsi yang ada.

haruskah orang Kristen seperti itu? tidak. namun tidak sedikit juga orang Kristen yang tidak mengerti cara menggunakan teknologi yang dimilikinya. sebab hanya digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri dan melupakan apa yang menjadi maksud dan tujuan Tuhan mengizinkan hal itu terjadi dan melupakan tugasnya untuk terus meneliti atau mendalami kebenaran firman Tuhan.

seharusnya dengan adanya teknologi yang semakin canggih di era masa kini membuat kita semakin mudah dan giat untuk belajar kebenaran firman Tuhan.

meneliti firman Tuhan adalah kerinduan dan tekad yang sudah dimiliki oleh Ezra sejak awal. bukan hanya sekedar meneliti tetapi juga melakukannya serta mengajarkan kepada orang2 Israel, yang dalam konteks sekarang adalah orang2 yang percaya. sehingga setiap orang percaya dapat memiliki pemahaman yang benar tentang firman Tuhan dan tidak mudah untuk diombang-ambingkan dengan pengajaran palsu yang bertentangan dengan firman Tuhan.

itu sebabnya Ezra dikatakan sebagai ahli kitab yang sangat mahir sebab ia telah bertekad meneliti firman Tuhan setiap saat. bukan hanya mahir tetapi Tuhan memberikan segala yang diingininya.

sungguh alangkah indahnya jika kehidupan kita yang percaya seperti Ezra yang dengan tekun meneliti firman Tuhan. sebab firman Tuhan adalah sumber jawaban dari setiap masalah yang ada. lebih dari itu, Tuhan akan senantiasa melindungi kita.

jangan abaikan firman Tuhan dengan bebagai macam teknologi yang ada sekarang ini. jangan terhanyut dengan berbagai macam perkembangan yang ada di dunia ini dengan menggunakannya untuk keuntungan pribadi kita. Prioritaskan firman Tuhan di atas segalanya sebab jika tidak demikian perlindungan Tuhan tidak akan terjadi dalam hidup kita..

Tuhan Yesus Memberkati kita semua. .

Senin, 07 Desember 2020

REFLEKSI NATAL

Benarkah Natal adalah ide yang baru muncul 2000 tahun yang Lalu ?

Natal bukanlah sesuatu yang mengejutkan atau mengherankan. Meskipun Natal Juru Selamat kita, Yesus Kristus terjadi 2000 tahun yang lalu yaitu pada tanggal 25 Kislev bulan ke-9 atau sejajar dengan tanggal 29 Kyakh bulan ke-4 Mesir, namun berita tentang natal sudah disampaiakan sejak dalam kitab Kejadian, yaitu pada zaman Adam dan Hawa. Adapun ide natal ini tidak disampaiakan secara kebetulan atau muncul setelah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Ide natal sudah ada sejak dalam kekekalan dimana hanya Allah saja yang ada.

Ketika menciptakan manusia tujuannya adalah untuk menyatukan manusia dengan Firman-Nya dalam kemuliaan-Nya yang kekal. Allah juga menciptakan manusia dengan kehendak bebas, tujuannya agar manusia dapat memuliakan serta menikmati-Nya dengan bebas yaitu tanpa adanya keterpaksaan. Allah ingin manusia dengan kehendak bebasnya menyadari siapa dirinya dihadapan Allah dan dengan kehendaknya itu manusia dapat menundukkannya dibawah otoritas sang Pencipta. Hal ini dapat dimengerti melalui perintah Allah serta penringatan-Nya kepada manusia untuk tidak memakan buah dari pohon pengetahuan yang jahat maupun yang baik (Kejadian 2:17). Namun disamping itu Allah juga menyadari bahwa akan ada konsekuensi yang harus ditanggung manusia jika manusia salah dalam menggunakan kehendak bebasnya. Tidak lain konsekuensi yang dimaksud adalah kematian bik secara rohani maupun jasmani.

Kehendak bebas diciptakan agar manusia dapat memuliakan Allah dengan sukarela. Namun faktanya manusia telah salah menggunakannya. bukannya memuliakan Allah tetapi justru ingin sama seperti Allah. Manusia tidak lagi hidup untuk Allah melainkan hidup untuk diri sendiri. Manusia telah berdosa (melawan) terhadap Allah sebagai penciptanya. Oleh karenanya manusia tidak bisa lagi datang kepada Allah dengan sendirinya atau dengan usahanya sendiri. Manusia yang diciptakan untuk bersatu dengan Allah telah mengalami keterpisahan oleh karena dosa.

Yesaya 59:1-2 (TB)

1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 

2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. 

Namun perlu diketahui bahwa meskipun manusia melawan Allah tidak berarti Allah membiarkan manusia begitu saja. hal ini dapat diketahui ketika Allah menjanjikan suatu kabar gembira bagi manusia yang sudah melawan Allah.

Kejadian 3:15 (TB)  Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

dalam targum Jerusalem dan Jonathan ditulis bahwa Janji itu merujuk pada Raja Mesias.

Targum Jerusalem, Kejadian 3:15

וִיהֵי כַּד יֶהֱוֵין בְּנַיָא דְאִתְּתָא לְעַיָן בְּאוֹרָיְיתָא וְעָבְדִין פִּקוּדַיָא יֶהֱוְיַן מִתְכַוְונִין וּמַחְיַין יָתָךְ לְרֵישָׁךְ וְקַטְלִין יָתָךְ וְכַד יִשְׁבְּקוּן בְּנַיָא דְאִיתְּתָא מִצְוָתָא דְאוֹרַיְיתָא וְלָא יַעַבְדוּן פִּקוּדַיָא תֶּהֱוֵי מִתְכַוִין וּנְכִית יַתְהוֹן בְּעִקְבֵהוֹן וּמַמְרַע יַתְהוֹן בְּרַם יֶהֱוֵי אָסוּ לִבְנָהָא דְאִתְּתָא וְלָךְ חִיוְיָא לָא יֶהֱוֵי אָסוּ בְּרַם עַתִידִין הִינוּן אִילֵין לְאִילֵין לְמַעֲבַּד שְׁפוּיָיתָא בְּעִיקְבָא בְּסוֹף עֵקֶב יוֹמַיָא בְּיוֹמוֹי דְמַלְכָּא מְשִׁיחָא:

And it shall be when the sons of the woman consider the law, and perform (its) instructions, they will be prepared to smite thee on thy head to kill thee; and when the sons of the woman forsake the commandment of the law, and perform not (its) instructions, thou wilt be ready to wound them in their heel, and hurt them. Nevertheless there shall be a medicine for the sons of the woman, but for thee, serpent, there shall be no medicine: but it is to be that for these there shall be a remedy for the heel in the days of the king Meshiha.

Targum Jonathan, Kejadian 3:15

וּדְבָבוּ אֵישַׁוֵי בֵּינָךְ וּבֵין אִתְּתָא בֵּין זַרְעֲיַת בְנָךְ וּבֵין זַרְעֲיַת בְּנָהָא וִיהֵי כַּד יְהוֹן בְּנָהָא דְאִתָּא נַטְרִין מִצְוָתָא דְאוֹרַיְיתָא יֶהֱוְיַן מְכַוְונִין וּמַחְיָין יָתָךְ עַל רֵישָׁךְ וְכַד שַׁבְקִין מִצְוָותָא דְאוֹרַיְיתָא תֶּהֱוֵי מִתְכַוֵין וּנְכִית יַתְהוֹן בְּעִקְבֵהוֹן בְּרַם לְהוֹן יְהֵא אָסוּ וְלָךְ לָא יְהֵי אָסוּ וַעֲתִידִין אִינוּן לְמֶעֱבַד שְׁפִיוּתָא בְּעִיקְבָא בְּיוֹמֵי מַלְכָּא מְשִׁיחָא

And I will put enmity between thee and the woman, and between the seed of thy son, and the seed of her sons; and it shall be when the sons of the woman keep the commandments of the law, they will be prepared to smite thee upon thy head; but when they forsake the commandments of the law, thou wilt be ready to wound them in their heel. Nevertheless for them there shall be a medicine, but for thee there will be no medicine; and they shall make a remedy for the heel in the days of the King Meshiha.

Janji inilah yang pada akhirnya digenapi dalam Natal Yesus Kristus.

Oleh karena Allah tahu bahwa akan ada konsekuensi yang harus manusia tanggung akibat kesalahan dalam penggunaan kehendak bebas tersebut Allah telah merancangkan suatu rencana yang indah bagi manusia yaitu pengutusan Anak-Nya yang tunggal yaitu Firman yang menjadi manusia.

Yohanes 1:1-3, 14 (TB)

1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 

2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 

3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Firman yang menjadi manusia adalah Yesus Kristus. Yesus Kristus (penyelamat yang diurapi) memang telah diperisapkan sejak permulaan zaman yaitu dalam kekekalan.

2 Timotius 1:9 (TB)  Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman.

Sejak awal memang manusia diciptakan Allah untuk menjadi satu dengan Firman-Nya.  Kedatangan Firman Allah ke dunia yang dikenal dengan Inkarnasi (dalam daging) merupakan wujud kasih Allah atas hidup manusia yang memang sejak awal diciptakan untuk kemuliaan-Nya. Allah ingin manusia yang sudah berdosa menyatu kembali dengan Allah dalam kemulian-Nya yaitu dengan mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya.

Natal bukanlah cerita dongeng atau legenda. Natal merupakan rancangan Allah yang indah yang sudah ada sejak dalam kekekalan untuk menyatukan manusia yang diciptakan-Nya dengan Firman-Nya, yaitu di dalam kemuliaan-Nya.

Alkitab menegaskan bahwa hanya Yesus yang menjadi jalan satu-satunya kepada Bapa (Allah).

Yohanes 14:6 (TB)  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Kisah Para Rasul 4:12 (TB)  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Keselamatan telah dinyatakan kepada kita semua yang berdosa. Yesus Kristus adalah jawaban dari masalah terbesar manusia yaitu "dosa". Artinya bahwa KESELAMATAN telah dan sedang ditawarkan bagi kita semua yang mau PERCAYA kepada YESUS KRISTUS sebagai SATU-SATUNYA TUHAN dan JURU SELAMAT yang hidup

maukah kita selamat ? jika mau,

Sudahkah kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai satu satunya Tuhan dan Juru Selamat kita ?

Yohanes 3:16 (TB)  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

GBU..

Benarkah Saya Sudah Mendengar

 Lukas 10:38-42

Benarkah saya sudah mendengar ?

Natal merupakan salah satu perayaan Kristen yang biasa diselenggarakan secara besar-besaran. Dalam menyambut Natal ini tentunya setiap gereja berupaya menghiasi setiap ruangan dengan begitu rupa. Banyak sekali yang sangat sibuk dengan hal ini. Bahkan gereja-gereja mengeluarkan banyak biaya untuk membuat ruangan menjadi terlihat sangat indah dan mewah. lebih dari itu gereja tentunya menyiapkan konsumsi dengan berbagai macam jenis makananan yang mahal.

setiap orang yang diberikan tanggung jawab ini pasti sangat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Bagian dekorasi sibuk dengan properti-properti yang dibuat, bagian konsumsi sibuk dengan makanan yang dimasaknya, bagian sound sistem sibuk dengan cara mengatur musik-musik yang akan dipakai.

antusiasme dalam menyiapkan berbagai macam kebutuhan natal seperti di atas sangat baik. Sebagai orang yang sudah ditebus tentunya sudah seharusnya bersyukur dan memberikan yang terbaik secara khusus dalam menyambut Natal yang merupakan hari kelahiran Yesus Kristus sang Juru Selamat kita.

Namun ironisnya, ketika perayaan sudah dimulai, puji-pujian dinyanyikan dan firman Allah disampaikan masih ada beberapa yang masih sibuk di belakang untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk tamu undangan yang datang. Biasanya hal ini terjadi pada orang-orang yang mendapat tanggung jawab di dapur/bagian konsumsi. Dengan begitu sibuknya mereka tidak peduli dengan FIRMAN TUHAN yang disampaikan. jika ditanya apakah tidak bisa berhenti sebentar dan mendengarkan FIRMAN TUHAN terlebih dahulu ? maka jawab mereka "apa yang kami lakukan ini juga benar sebab kami melayani Tuhan dengan menyiapkan segala sesuatunya untuk tamu-tamu yang datang". Jawaban tersebut sepertinya terdengar sangat logis. namun mari kita perhatikan dengan baik dan perhatikan apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus pada Marta.

Lukas 10:41-42 (TB)

41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,

42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Perkataan Yesus ini dilatarbelakangi oleh pernyataan Marta yang ingin agar Yesus menyuruh Maria yang adalah saudaranya sendiri membantunya menyiapkan makanan atau sejenisnya untuk Yesus yang bertamu dirumah mereka (Marta dan Maria). Apa yang dilakukan Marta sepertinya sangat baik karena dilakukan untuk menghargai tamunya. Namun apa yang dikatakan oleh Yesus kepada Marta. Dengan jelas ayat tersebut menyatakan bahwa Marta telah menyusahkan diri dengan banyak perkara dan apa yang dilakukan bukanlah yang terbaik. Sebaliknya, Maria yang terlihat santai dan tidak mempedulikan apa yang akan disiapkan untuk Yesus malah dikatakan "memilih bagian yang terbaik".

Seringkali pandangan manusia berbeda dengan pandangan Allah. apa yang terlihat baik oleh manusia seringkali dianggap tidak baik oleh Allah. inilah yang dialami oleh Marta. Marta sebenarnya memiliki motivasi yang baik yaitu melayani Yesus, namun sayangnya Marta telah mengabaikan hal yang bagi Yesus lebih penting daripada menyiapkan yang lain yaitu "MENDDENGARKAN FIRMAN ALLAH".

Yesus datang dengan tujuan ingin menyampaikan kabar baik tentang Kerajaan Sorga. Yesus berkunjung ke rumah Maria dan Marta oleh karena Yesus peduli dengan mereka. Namun ketika Yesus berada di rumah mereka dan berbicara banyak hal tentang Kerajaan Sorga hanya Maria yang mendengarkan-Nya sedangkan Marta tidak peduli dengan hal itu.

mendengarkan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan umat Kristen. Yesus datang ke dunia untuk menyatakan firman Allah. kita semua perlu untuk mendengarkan firman Tuhan. firman Tuhan menanti, mencari, menunggu dan akan memilih orang-orang yang sungguh-sungguh mendengar-Nya. dalam memahami hal ini rasul Paulus menjelaskan serta menegaskan kepada kita semua dalam suratnya kepada jemaat di Roma bahwa melalui pendengaran Iman itu timbul.

Roma 10:17 (TB)  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Dari sini kita tahu bahwa kita dipanggil bukan hanya untuk menyampaikan Injil dan mengajarkannya kepada mereka yang membutuhkannya melainkan juga untuk mendengar. Justru tanpa mendengarkan terlebih dahulu maka sangat mustahil bagi kita untuk bisa menyampaikan Injil itu dengan benar. Orang yang sungguh-sungguh mendengar adalah orang yang mau mengerti dan merenungkan firman Tuhan dengan baik dan menjalaninya dengan penuh kesetiaan. itu sebabnya Yesus memuji Maria dan mengatakan bahwa Maria memilih bagian yang terbaik oleh sebab Maria mau duduk di bawah kaki Yesus untuk mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan-Nya.

Jika kita kembali kepada persoalan sebelumnya maka kita tentu sudah tahu di mana letak kesalahan yang sudah dilakukan oleh banyak orang yang terlalu sibuk itu. Oleh karenanya sesibuk apapun persiapan kita dalam menyambut natal ini jangan sampai kita tidak menyediakan waktu kita untuk mendengarkan firman Tuhan. Hal ini bukan berarti menganjurkan kepada kita semua untuk tidak perlu menyiapkan segala sesuatunya dan memperhatikan tamu undangan. Kita harus bisa membedakan mana yang prioritas dan mana yang bukan dan mana yang harus didahulukan.

Jika Ibadah perayaan sudah dimulai sudah seharusnya setiap kita ambil waktu untuk turut serta dalam ibadah tersebut, memuji dan mendengarkan firman Tuhan. Baru setelah selesai kita dapat kembali untuk melakukan apa yang sudah dipercayakan kepada kita. Hal ini akan jauh lebih baik daripada menyiapkan segala sesuatu yang ada namun kita sendiri kehilangan sesuatu yang paling berharga yaitu "firman Allah".

jadi., Benarkah saya sudah mendengar ?????????


By: Gabriel A

Sabtu, 05 Desember 2020

BerJalan Memberitakan Injil

 Lukas 8:1

Berjalan untuk memberitakan Injil

Ciri khas dalam kehidupan orang Kristen adalah tentang "INJIL". Injil adalah berita yang utama dalam keyakinan Kekristenan. Injil atau kabar baik merupakan berita sukacita yang pernah terjadi yang merujuk pada Yesus Kristus dalam Inkarnasi sampai Kenaikan-Nya. Oleh karenanya ketika orang Kristen menyampaikan Injil sudah seharusnya menyampaikan tentang siapa Yesus mulai dari Inkarnasi sampai Kenaikan-Nya ke sorga.

Hal ini tidaklah mudah, sebab perlu bagi kita untuk mempelajari dengan rendah hati dan tekun. lebih dari itu berita Injil sebenarnya mengarahkan kepada kita semua untuk memahami tentang apa itu Kerajaan Allah.

Memberitakan berarti tidak diam. Sebab kata tersebut bukanlah kata yang bersifat pasif melainkan aktif. jika demikian maka dapat dimengerti bahwa memberitakan Injil perlu adanya pergerakan dari seorang pemberita Injil tersebut. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus sendiri ketika sedang memberitakan Injil Kerajaan Allah.

Pada ayat 1 ini jelas bahwa Yesus Berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa. Artinya Yesus tidak berdiam di tempat dan menunggu orang datang ketika sedang memberitakan Injil. Oleh karenanya tidak heran jika Yesus menjelang kenaikan-Nya ke sorga memberikan suatu perintah supaya kita yang percaya memberitakan Injil kepada seluruh bangsa.

Matius 28:19-20 (TB)

19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Dalam ayat yang lainnya disebutkan "semua makhluk"

Markus 16:15 (TB)  Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Injil harus diberitakan kepada segala makhluk yang ada di seluruh dunia ini. Dalam meresponi perintah ini Paulus seorang rasul Kristus sangat memahami dengan baik bahwa perintah tersebut bukanlah perintah biasa melainkan perintah yang mulia yang diberikan oleh Raja di atas segala raja untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa secara khusus bagi mereka yang belum mengenal Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat.

Kisah Para Rasul 13:47 (TB)  Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."

Bagaimana dengan respon kita ? sudahkah kita melakukan pergerakan dalam memberitakan Injil kerajaan Allah ? Jika sudah apakah benar kita sudah tekun memelajarinya ? apakah benar kita sudah berkeliling seperti Yesus untuk memberitakan Injil ? sebarapa jauh kaki kita melangkah untuk pemberitaan tersebut ? seberapa banyak orang yang kita temui dan mendengarkan Injil dari kita ? seberapa setia kita melakukan tugas ini ?

BENARKAH SAMPAI SAAT INI KITA MASIH MEMBERITAKAN INJIL ? ATAU JANGAN-JANGAN KITA HANYA MEMBERITAKAN DIRI KITA SENDIRI ?

Biarlah pertanyaan-pertanyaan di atas mengingatkan dan mendorong kita untuk semakin bertanggung jawab dengan apa yang sudah kita imani dan menyadarkan akan status kita sekarang serta membuat kita semakin tekun dalam menuaikan tugas pelayanan yang dipercayakan oleh Tuan kita yaitu Yesus Kristus yaitu "MENJADIKAN SEMUA BANGSA MURIDNYA"


GBU 😊

Rabu, 02 Desember 2020

Ada apa dengan Virus Corona ?


jika diperhatikan bahwa dari sejak munculnya hingga saat ini banyak sekali keresahan yang terjadi dalam kehidupan manusia oleh karena adanya virus Corona ini.


apakah benar Virus ini sangat mematikan ?

sebagian besar orang dan tidak menutup kemungkinan orang Kristen termasuk di dalamnya sangat panik dan takut bahkan dikelabuhi dengan kekuatiran yang berlebihan.


Benarkah Virus Corona ini mengakibatkan kita kehilangan kebebasan dalam beraktivitas ?


Benarkah dengan adanya Virus Corona ini keadaan semakin mecekam ?


pertanyaannya adalah bukankah banyak sekali hal2 yang sangat menakutkan dan mematikan yang ada di dunia ini selain dari Virus Corona ini ?


jika demikian halnya, kenapa kita harus takut secara berlebihan dengan Virus tersebut ??


Bukan berarti ketika saya mengatakan hal ini saya kebal dengan Virus tersebut. maksudnya adalah kenapa banyak sekali orang yang takut secara berlebihan sehingga mengharapkan Virus tersebut cepat berlalu dan tidak ada lagi sedangkan bahaya yang lainnya kita abaikan.


inilah yang sering terjadi dalam diri manusia ketika menyikapi setiap permasalahan yang datang dalam kehidupannya.


kesalahannya adalah bukannya memikirkan bagaimana seharusnya kita ini hidup di tengah-tengah permasalahan yang ada melainkan justru fokus pada masalah tersebut.


kenapa kita tidak boleh fokus dengan masalah dan lebih memikirkan bagaimana kita menyikapi masalah itu ? sebab jika kita hanya berfokus pada masalahnya maka yang terjadi adalah protes protes protes dan kita akan semakin depresi dan inilah salah satu penyebab adanya kematian.


ya, depresi yang mendalam akan membuat tubuh semakin lemah dan lambat laun oraang yang demikian akan mati.


satu hal yang perlu untuk kita ketahui dan perhatikan dengan baik adalah bahwa tidak pernah ada satupun di dunia ini yang terjadi secara kebetulan atau tanpa seizin Tuhan.


Jadi saya yakin bahwa Virus Corona terjadi atas seizin Tuhan entah apa yang menjadi latar belakangnya yang jelas maksud Tuhan adalah baik.


Yeremia 29:11 (TB)  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.


jangan pernah kita berpikir bahwa harapan selalu muncul dari hal-hal yang terlihat baik oleh mata jasmani kita -  harapan juga bisa muncul melalui hal-hal yang sepertinya tidak baik untuk dilihat oleh mata jasmani kita.


Jika demikian bagaimana seharusnya kita menyikapi Virus Corona yang notabene disebut sebagai masalah terbesar dan meresahkan seluruh dunia ini ?


Salah satu prinsip penting dalam menghadapi masalah dapat kita temukan dalam kehidupan jemaat mula-mula yang pada saat itu juga menghadapi masalah yang besar.


Bagaimana mereka mengatasi masalah tersebut ? apakah dengan sungut-sungut ? apakah dengan amarah ? apakah mereka mengharapkan masalah itu hilang ?

jawabannya TIDAK.


lalu apa yang mereka lakukan ?


Yang mereka lakukan adalah tidak lain memuji dan mengakui kebesaran dan ledaulatan Tuhan dengan kesadaran bahwa Tuhanlah yang bertahta di atas segala permasalahan. kemudian 2) baru menveritakan apa yang menjadi masalah yang dialami dan berikutnya 4) meminta kekuatan dan campur tangan Tuhan dalam masalah yang terjadi.


apakah yang terjadi ketika hal ini dilakukan ? Alkitab membuktikan bahwa Tuhan sudah pasti campur tangan dan memberikan keberanian serta kekuatan dengan Roh-Nya yang Kudus.


saya yakin bahwa ketika kita menerapkan cara seperti yang dilakukan oleh jemaat mula-mula kita tidak akan mudah putus asa dan memiliki ketakutan yang berlebihan dalam menghadapi setiap masalah yang terjadi secara khusus dalam menghadapi adanya Virus Corona yang melanda seluruh dunia ini.


lebih dari itu kita akan menjadi lebih bijaksana dan tidak ceroboh dalam segala hal yang kita lakukan.


sebagai penutup dari pesan ini adalah jangan pernah kita takut terhadap apa yang dapat membunuh tubuh tetapi tidak dapat membunuh Jiwa melainkan takutlah kepada Dia yang dapat membinasakan tubuh maipun jiwa kita.


dan lagi tetap andalkan Tuhan sampaikan apa yang menjadi masalah kita dan mintalah hikmat kepada-Nya serta sampaikan kabar yang baik ini kepada siapapun supaya mereka mengetahui bahwa kita lebih dari orang-orang yang menang oleh karena Juru Selamat kita yaitu Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit untuk kota (Roma 8:37).


Tuhan Yesus memberkati kita semua

Selasa, 17 November 2020

Attitude of Praying

 Matius 6:5-7

Sikap Doa yang benar


Masalah2 tentang doa


1. sudah berdoa lama tetapi tidak dijawab

- alasan: Tuhan tidak tepat janji

- Tuhan tidak ada

- tidak mau percaya Tuhan


2. Doa dalam Kekristenan lebih mudah atau sedikit karena berdoa hanya dihari minggu

- orang2 muslim biasanya sering mengatakan seperti ini

- Orang muslim yang berbicara dengan saya sering mengatakan hal2 yang demikian.

- Kekristenan malah jauh lebih banyak jumlahnya dalam berdoa.

- ada doa harian dalam kekristenan sebanyal 7 kali.

3. Tidak bisa berdoa jadi malu dan gk mau berdoa (menghindar setiap mau diminta berdoa)


Sikap doa yang benar

1. Tidak mencari muka/perhatian orang dengan tujuan: dipuji, dianggap sebagai orang yang saleh dan dekat dengan Tuhan.


Matius 6:5 (TB)  "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat Upahnya."


2. Tidak bertele-tele dalam berdoa


- Bertele-tele ini lebih merujuk pada orang yang sering dan suka merangkai kata-kata yang indah namun sesungguhnya orang tersebut tidak sungguh2 dalam berdoa.


- Matius 6:7 (TB)  Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

- apalah artinya pandai berkata-kata namun kenyataannya tidak benar2 mengenal Allah. ini sama halnya dengan kesia-siaan.

- jadi jelas bahwa dikabulkannya doa atau tidak tidak bergantug pada banyaknya kata2 yang kita ucapkan dalam doa tetapi lebih kepada apakah kita sudah mengenal Allah atau belum.

-oleh karena itu jangan pernah kita takut berdoa meskipun tidak pandai namun kalo terbiasa pasti mudah utk berkata-kata.


Untuk apa kita berdoa dengan kata-kata yang indah namun kita tidak benar-benar mengenal Allah


3. Berdoa dengan sikap yang tulus


Matius 6:6 (TB)  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.


Tuhan Yesus memaksudkan bahwa motivasi hati kita harus tulus. Jika motivasi kita berdoa adalah untuk Bapa di surga, maka kita tahu di tempat apa pun Allah Bapa akan melihat.


Jika kita sadar bahwa Allah melihat dan mendengar, maka doa kita akan sama, entah di tempat tersembunyi ataupun di tengah-tengah orang banyak.


Doa harus dilakukan dengan kesadaran akan kehadiran Allah dimanapun dan kapanpun kita berada sekalipun ditempat yang tersembunyi.


Terdengar atau tidaknya doa kita tidak ditentukan banyaknya orang yang mendengar dan melihat kita berdoa melainkan seberapa tulus motivasi kita dalam berdoa.

GBU..

Jumat, 30 Oktober 2020

Apa Tujuan Hidupmu ??

Mencari Tujuan Hidup | Bengkulutoday - Terkini dan Aktual


MANUSIA DICIPTAKAN MENURUT GAMBAR DAN RUPA ALLAH

Dalam kejadian 1:26-28 menunjukkan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Itu sebabnya manusia bukanlah makhluk yang berasal dari seusatu yang rendah kemudian menjadi sempurna seperti halnya teori evolusi – Charles Drwin.

Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah bukan berarti manusia memiliki wajah yang sama seperti Allah. Gambar dan rupa Allah lebih menunjuk atau identik pada potensi dan karakter yang ada pada Allah.

Dalam hal ini jangan sampai beranggapan bahwa manusia itu adalah Allah. Meskipun manusia dicipta menurut gambar dan rupa Allah dan memiliki atribt-atribut yang ada pada Allah tetapi perlu kita ketahui bahwa ada dua hal mengenai atribut yaitu, 1) atribut yang dikomunikasikan dan, 2) atribut yang tidak dikomunikasikan. Hal ini akan dibahas dalam materi selanjutnya.

 

MANUSIA ADALAH CIPTAAN YANG ISTIMEWA

Jadi manusia diciptakan oleh Allah secara istimewa sebab manusia berbeda dengan makhluk hidup yang lainnya. Malahan manusia diberikan wewenang untuk berkuasa atas segala ciptaan Allah yang lainnya (Kej.1:28). Berkuasahdr yang dimaksud merujuk pada bagaimana manusia harus mengelola atau merawat segala sesuatu yang telah disediakan oleh Allah.

Allah telah merancang setiap bagian yang ada di dalam diri manusia secara istimewa. Bahkan Allah telah merancang manusia sebelum dunia ini dijadikan (Yer.1:5), dan Allah tidak pernah merancang manusia untuk sesuatu hal yang buruk meskipun ada banyak orang mengatakan kepada sesamanya bahwa ada yang memiliki tubuh yang kurang sempurna (cacat).

Apakah orang yang cacat itu menunjukkan pada kegagalan Allah dalam menciptakan manusia ? tidak. Perlu diingat bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tidak pernah terjadi secara kebetulan melainkan ada maksud dan tujuan tertentu. Demikianlah yang dikatakan oleh Albert Enstein bahwa Allah bukanlah seperti halnya manusia yang bermain dadu dalam menentukan atau menetapkan sesuatu. Dengan kata lain tidak ada kepastian.

Allah tidak pernah merancang manusia secara asal-asalan. Jika kita perhatikan dengan seksama, kita akan mengetahui bahwa ada banyak orang yang sering disebut sebagai orang yang kurang sempurna (cacat) telah dipakai Tuhan secara luar biasa.

MANUSIA MEMILIKI TUJUAN HIDUP

Eksistensi manusia memiliki tujuan. Karena Allah yang meciptakan manusia maka tujuan ini tidak bisa ditemukan di dalam diri manusia itu sendiri. Allah telah menciptakan manusia menurut gambar Allah yang sejati dan kondisi manusia pertama kali diciptakan adalah berpusat pada Allah bukan dirinya sendiri.

Teapi setelah manusia pertama (Adam) berdosa maka semuanya berubah. Manusia tidak lagi berpusat pada Allah tetapi kepada manusia. Manusia memikirkan dirinya sendiri dan ingin memiliki keagungan itu dan menikmati dirinya sendiri.

 

TUJUAN HIDUP MANUSIA YANG UTAMA

1.  MEMULIAKAN ALLAH

·      1 Corinthians 10:31 1 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

·      Revelation 4:11 - 5:1 11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

 

2.  MENIKMATI ALLAH

·      Psalm 73:25-26 25 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.  26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

 

MEMULIAKAN ALLAH DAN MENIKMATI-NYA

Memuliakan Allah bukan berarti menjadikan Allah mulia. Allah memang sudah mulia dan tidak ada makhluk satupun yang dapat menjadikan Allah mulia.

Memuliakan Allah berarti mencerminkan kemuliaan Allah (Mzm.19:2). Dunia ciptaan Allah yang indah bagaikan sebuah cermin. Dantujuan dari keberadaan ini adalah untuk menyatakan kemuliaan Allah.

Tetapi ada pengecualian untuk manusia. Sebab manusia diberikan hak istimewa untuk hal tersebut dan manusia melakukannya karena menginginkannya. Sebagaimana yang dilakukan Yesus ketika melayani Allah Bapa semasa Ia berada di dunia ini.

ITB John 17:4 “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.”

 

Yesus telah memuliakan Allah dan menikmati-Nya selamanya.

 

Tidak seorang pun yangmemuliakan Allah kecuali mereka yang sudah bertobat dan mengenal Yesus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat. Jika demikian berarti keliru jika mengatakan bahwa tujuan utama hidup manusia adalah memuliakan Allah ? tidak.

Jika seseorang tidak ingin melayani Allah atau tidak rela untuk melayani Allah sebenarnya orang tersebut masih tunduk kepada Allah. Seperti yang dikatakan Paulus mengenai tukang periuk dalam (Rom.9:21-23).

 

Dengan kata lain, baik mereka yang binasa maupun yang tidak binasa adalah instrumen atau alat-alat Allah yang dengannya kemuliaan Allah dinyatakan. Khusus bagi orang yang binasa, Allah sendirilah yang membuat mereka memuliakan-Nya meskipun mereka tidak menikmatin-Nya.

Text Box: MAKSUD TUJUAN UTAMA MANUSIA

 

 

Adalah benar bahwa orang Kristen juga memiliki banyak tujuan lain (cita-cita, maksud, rencana), tetpi semuanya itu adalah rencana manusia untuk memenuhi tujuan hidupnya di dunia. Tujuan hidup manusia yang belum selaras dengan tujuan hidup yang Tuhan kekendaki harus segera diselaraskan.

 

Orang yang memberitakan Injil tidak bisa dengan pasti bahwa orang tersebut memuliakan Allah. Banyak orang mengabarkan Injil tetapi ajarannya salah dengan demikian orang tersebut tidak memuliakan Allah tetapi mendukakan hati Allah.

 

“Pandangan yang benar adalah jika seseorang berusaha untuk dapat memuliakan Allah, maka ia akan selalu berusaha dalam segala waktu dan aktivitas untuk melakukan hal-hal yang berkenan kepada Allah.”

 

Sebagai contohnya adalah; pekerjaan, rekreasi, makan, berjalan, melihat, berpikir, dll.

 

Jadi pemuridan Kristen yang tepat adalah memandangseluruh hidup inisebagai hidup yang harus dijalani dengan sadar bagi penghormatan keada Allah, sekaligus sebagai suatu semangat pelayanan bagi nama-Nya.

 

Sebagai penutup dari pembahasan ini sangat penting untuk melihat pada apa yang rasul Paulus sarankan kepada jemaat di Filipi.

 

ITB Colossians 3:23

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

 


 








Text Box: Manusia ciptaan yang Istimewa





  Mencari Tujuan Hidup | Bengkulutoday - Terkini dan Aktual

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...