Senin, 07 Desember 2020

REFLEKSI NATAL

Benarkah Natal adalah ide yang baru muncul 2000 tahun yang Lalu ?

Natal bukanlah sesuatu yang mengejutkan atau mengherankan. Meskipun Natal Juru Selamat kita, Yesus Kristus terjadi 2000 tahun yang lalu yaitu pada tanggal 25 Kislev bulan ke-9 atau sejajar dengan tanggal 29 Kyakh bulan ke-4 Mesir, namun berita tentang natal sudah disampaiakan sejak dalam kitab Kejadian, yaitu pada zaman Adam dan Hawa. Adapun ide natal ini tidak disampaiakan secara kebetulan atau muncul setelah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Ide natal sudah ada sejak dalam kekekalan dimana hanya Allah saja yang ada.

Ketika menciptakan manusia tujuannya adalah untuk menyatukan manusia dengan Firman-Nya dalam kemuliaan-Nya yang kekal. Allah juga menciptakan manusia dengan kehendak bebas, tujuannya agar manusia dapat memuliakan serta menikmati-Nya dengan bebas yaitu tanpa adanya keterpaksaan. Allah ingin manusia dengan kehendak bebasnya menyadari siapa dirinya dihadapan Allah dan dengan kehendaknya itu manusia dapat menundukkannya dibawah otoritas sang Pencipta. Hal ini dapat dimengerti melalui perintah Allah serta penringatan-Nya kepada manusia untuk tidak memakan buah dari pohon pengetahuan yang jahat maupun yang baik (Kejadian 2:17). Namun disamping itu Allah juga menyadari bahwa akan ada konsekuensi yang harus ditanggung manusia jika manusia salah dalam menggunakan kehendak bebasnya. Tidak lain konsekuensi yang dimaksud adalah kematian bik secara rohani maupun jasmani.

Kehendak bebas diciptakan agar manusia dapat memuliakan Allah dengan sukarela. Namun faktanya manusia telah salah menggunakannya. bukannya memuliakan Allah tetapi justru ingin sama seperti Allah. Manusia tidak lagi hidup untuk Allah melainkan hidup untuk diri sendiri. Manusia telah berdosa (melawan) terhadap Allah sebagai penciptanya. Oleh karenanya manusia tidak bisa lagi datang kepada Allah dengan sendirinya atau dengan usahanya sendiri. Manusia yang diciptakan untuk bersatu dengan Allah telah mengalami keterpisahan oleh karena dosa.

Yesaya 59:1-2 (TB)

1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 

2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. 

Namun perlu diketahui bahwa meskipun manusia melawan Allah tidak berarti Allah membiarkan manusia begitu saja. hal ini dapat diketahui ketika Allah menjanjikan suatu kabar gembira bagi manusia yang sudah melawan Allah.

Kejadian 3:15 (TB)  Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

dalam targum Jerusalem dan Jonathan ditulis bahwa Janji itu merujuk pada Raja Mesias.

Targum Jerusalem, Kejadian 3:15

וִיהֵי כַּד יֶהֱוֵין בְּנַיָא דְאִתְּתָא לְעַיָן בְּאוֹרָיְיתָא וְעָבְדִין פִּקוּדַיָא יֶהֱוְיַן מִתְכַוְונִין וּמַחְיַין יָתָךְ לְרֵישָׁךְ וְקַטְלִין יָתָךְ וְכַד יִשְׁבְּקוּן בְּנַיָא דְאִיתְּתָא מִצְוָתָא דְאוֹרַיְיתָא וְלָא יַעַבְדוּן פִּקוּדַיָא תֶּהֱוֵי מִתְכַוִין וּנְכִית יַתְהוֹן בְּעִקְבֵהוֹן וּמַמְרַע יַתְהוֹן בְּרַם יֶהֱוֵי אָסוּ לִבְנָהָא דְאִתְּתָא וְלָךְ חִיוְיָא לָא יֶהֱוֵי אָסוּ בְּרַם עַתִידִין הִינוּן אִילֵין לְאִילֵין לְמַעֲבַּד שְׁפוּיָיתָא בְּעִיקְבָא בְּסוֹף עֵקֶב יוֹמַיָא בְּיוֹמוֹי דְמַלְכָּא מְשִׁיחָא:

And it shall be when the sons of the woman consider the law, and perform (its) instructions, they will be prepared to smite thee on thy head to kill thee; and when the sons of the woman forsake the commandment of the law, and perform not (its) instructions, thou wilt be ready to wound them in their heel, and hurt them. Nevertheless there shall be a medicine for the sons of the woman, but for thee, serpent, there shall be no medicine: but it is to be that for these there shall be a remedy for the heel in the days of the king Meshiha.

Targum Jonathan, Kejadian 3:15

וּדְבָבוּ אֵישַׁוֵי בֵּינָךְ וּבֵין אִתְּתָא בֵּין זַרְעֲיַת בְנָךְ וּבֵין זַרְעֲיַת בְּנָהָא וִיהֵי כַּד יְהוֹן בְּנָהָא דְאִתָּא נַטְרִין מִצְוָתָא דְאוֹרַיְיתָא יֶהֱוְיַן מְכַוְונִין וּמַחְיָין יָתָךְ עַל רֵישָׁךְ וְכַד שַׁבְקִין מִצְוָותָא דְאוֹרַיְיתָא תֶּהֱוֵי מִתְכַוֵין וּנְכִית יַתְהוֹן בְּעִקְבֵהוֹן בְּרַם לְהוֹן יְהֵא אָסוּ וְלָךְ לָא יְהֵי אָסוּ וַעֲתִידִין אִינוּן לְמֶעֱבַד שְׁפִיוּתָא בְּעִיקְבָא בְּיוֹמֵי מַלְכָּא מְשִׁיחָא

And I will put enmity between thee and the woman, and between the seed of thy son, and the seed of her sons; and it shall be when the sons of the woman keep the commandments of the law, they will be prepared to smite thee upon thy head; but when they forsake the commandments of the law, thou wilt be ready to wound them in their heel. Nevertheless for them there shall be a medicine, but for thee there will be no medicine; and they shall make a remedy for the heel in the days of the King Meshiha.

Janji inilah yang pada akhirnya digenapi dalam Natal Yesus Kristus.

Oleh karena Allah tahu bahwa akan ada konsekuensi yang harus manusia tanggung akibat kesalahan dalam penggunaan kehendak bebas tersebut Allah telah merancangkan suatu rencana yang indah bagi manusia yaitu pengutusan Anak-Nya yang tunggal yaitu Firman yang menjadi manusia.

Yohanes 1:1-3, 14 (TB)

1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 

2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 

3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Firman yang menjadi manusia adalah Yesus Kristus. Yesus Kristus (penyelamat yang diurapi) memang telah diperisapkan sejak permulaan zaman yaitu dalam kekekalan.

2 Timotius 1:9 (TB)  Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman.

Sejak awal memang manusia diciptakan Allah untuk menjadi satu dengan Firman-Nya.  Kedatangan Firman Allah ke dunia yang dikenal dengan Inkarnasi (dalam daging) merupakan wujud kasih Allah atas hidup manusia yang memang sejak awal diciptakan untuk kemuliaan-Nya. Allah ingin manusia yang sudah berdosa menyatu kembali dengan Allah dalam kemulian-Nya yaitu dengan mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya.

Natal bukanlah cerita dongeng atau legenda. Natal merupakan rancangan Allah yang indah yang sudah ada sejak dalam kekekalan untuk menyatukan manusia yang diciptakan-Nya dengan Firman-Nya, yaitu di dalam kemuliaan-Nya.

Alkitab menegaskan bahwa hanya Yesus yang menjadi jalan satu-satunya kepada Bapa (Allah).

Yohanes 14:6 (TB)  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Kisah Para Rasul 4:12 (TB)  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Keselamatan telah dinyatakan kepada kita semua yang berdosa. Yesus Kristus adalah jawaban dari masalah terbesar manusia yaitu "dosa". Artinya bahwa KESELAMATAN telah dan sedang ditawarkan bagi kita semua yang mau PERCAYA kepada YESUS KRISTUS sebagai SATU-SATUNYA TUHAN dan JURU SELAMAT yang hidup

maukah kita selamat ? jika mau,

Sudahkah kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai satu satunya Tuhan dan Juru Selamat kita ?

Yohanes 3:16 (TB)  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

GBU..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...