Sabtu, 05 Desember 2020

BerJalan Memberitakan Injil

 Lukas 8:1

Berjalan untuk memberitakan Injil

Ciri khas dalam kehidupan orang Kristen adalah tentang "INJIL". Injil adalah berita yang utama dalam keyakinan Kekristenan. Injil atau kabar baik merupakan berita sukacita yang pernah terjadi yang merujuk pada Yesus Kristus dalam Inkarnasi sampai Kenaikan-Nya. Oleh karenanya ketika orang Kristen menyampaikan Injil sudah seharusnya menyampaikan tentang siapa Yesus mulai dari Inkarnasi sampai Kenaikan-Nya ke sorga.

Hal ini tidaklah mudah, sebab perlu bagi kita untuk mempelajari dengan rendah hati dan tekun. lebih dari itu berita Injil sebenarnya mengarahkan kepada kita semua untuk memahami tentang apa itu Kerajaan Allah.

Memberitakan berarti tidak diam. Sebab kata tersebut bukanlah kata yang bersifat pasif melainkan aktif. jika demikian maka dapat dimengerti bahwa memberitakan Injil perlu adanya pergerakan dari seorang pemberita Injil tersebut. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus sendiri ketika sedang memberitakan Injil Kerajaan Allah.

Pada ayat 1 ini jelas bahwa Yesus Berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa. Artinya Yesus tidak berdiam di tempat dan menunggu orang datang ketika sedang memberitakan Injil. Oleh karenanya tidak heran jika Yesus menjelang kenaikan-Nya ke sorga memberikan suatu perintah supaya kita yang percaya memberitakan Injil kepada seluruh bangsa.

Matius 28:19-20 (TB)

19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Dalam ayat yang lainnya disebutkan "semua makhluk"

Markus 16:15 (TB)  Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Injil harus diberitakan kepada segala makhluk yang ada di seluruh dunia ini. Dalam meresponi perintah ini Paulus seorang rasul Kristus sangat memahami dengan baik bahwa perintah tersebut bukanlah perintah biasa melainkan perintah yang mulia yang diberikan oleh Raja di atas segala raja untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa secara khusus bagi mereka yang belum mengenal Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat.

Kisah Para Rasul 13:47 (TB)  Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."

Bagaimana dengan respon kita ? sudahkah kita melakukan pergerakan dalam memberitakan Injil kerajaan Allah ? Jika sudah apakah benar kita sudah tekun memelajarinya ? apakah benar kita sudah berkeliling seperti Yesus untuk memberitakan Injil ? sebarapa jauh kaki kita melangkah untuk pemberitaan tersebut ? seberapa banyak orang yang kita temui dan mendengarkan Injil dari kita ? seberapa setia kita melakukan tugas ini ?

BENARKAH SAMPAI SAAT INI KITA MASIH MEMBERITAKAN INJIL ? ATAU JANGAN-JANGAN KITA HANYA MEMBERITAKAN DIRI KITA SENDIRI ?

Biarlah pertanyaan-pertanyaan di atas mengingatkan dan mendorong kita untuk semakin bertanggung jawab dengan apa yang sudah kita imani dan menyadarkan akan status kita sekarang serta membuat kita semakin tekun dalam menuaikan tugas pelayanan yang dipercayakan oleh Tuan kita yaitu Yesus Kristus yaitu "MENJADIKAN SEMUA BANGSA MURIDNYA"


GBU 😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...