Sudahkah kita memberi hormat kepada saudara-saudara kita ?
Roma 16:16
Tidak sedikit orang-orang sekarang memahami ciuman sebagai sesuatu yang negatif dan berkaitan dengan nafsu seksual. Itu sebabnya ketika menemukan kata cium atau sejenisnya maka pikirannya sudah mengarah kepada hal-hal yang bersifat porno. sehingga melalui hal ini tidak sedikit orang menganggap alkitab adalah kitab porno. salah satunya adalah kitab kidung Agung yang paling banyak mendapat tuduhan semacam ini.
Jika kita perhatikan lagi dengan baik maka kita akan mengerti bahwa Rasul Paulus juga menulis tentang kata "cium." Apakah dalam hal ini Rasul Paulus menginginkan orang-orang Roma untuk melakukan hal-hal yang bersifat porno ? tidak.
Untuk memahami Alkitab kita tidak boleh memakai sudut pandang kita sendiri dalam penafsirannya. semua harus dilihat sesuai dengan konteksnya.
Ayat 16 perintah " bersalam-salamlah dengan cium kudus" merupakan perintah yang mulia yang Paulus berikan kepada orang-orang di Roma. Paulus tidak hanya berhenti pada cium tetapi menambahkannya dengan "Cium Kudus", artinya bahwa ciuman ini bukan merujuk pada ciuman sebagai ekspresi birahi atau nafsu.
Yustinus Martir, menyatakan bahwa praktik cium kudus merupakan bagian dari liturgi ibadah. Tapi yang pasti bahwa praktik ini digunakan sebagai tanda persaudaraan di antara jemaat.
Ciuman tersebut dilakukan sebagai pemberian salam yang menunjuk pada kedekatan hubungan kekeluargaan, yaitu kekeluargaan dalam Tuhan.
Ciuman juga berarti sebagai tanda penghormatan terhadap status seseorang yang dianggap lebih tinggi (Arrian Alex. 4.11.3; bnd. Luk. 7:38, 45). Pemberian salam ini biasanya dilakukan pada: leher, tangan, mata, dan atau bagian-bagian tubuh yang lain (bnd. Epictetus Disc. 1.19.24). Namun yang pasti maksud Paulus adalah bukan kepada anjuran yang bersifat porno.
Sebagai seorang Yahudi Paulus tentu sangat memahami budaya Yahudi dan Romawi yang tidak menghendaki ciuman yang kotor (dengan mulut) di depan umum. sebagaimana yang dianjurkan oleh Rabbi Akiba bahwa ciuman harus dilakukan dengan mencium tangan.
Yang pasti dorongan Rasul Paulus adalah agar Jemaat tetap memberikan penghormatan terhadap satu sama lain dengan kesadaran bahwa mereka adalah satu-kesatuan di dalam Yesus Kristus sebagai kepala Gereja.
"Jika kita mengaku diri sebagai Jemaat Kristus sudah selayaknya kita saling memberikan salam hormat kepada saudara-saudara seiman kita dengan cara yang kudus dan kesadaran bahwa kita satu keluarga di dalam Tuhan"
Jadi Penekanan Paulus bukanlah pada ciumannya melainkan bagaimana sebagai umat Tuhan yang telah dipersatukan dalam Kristus harus senantiasa memberi hormat satu dengan yang lain dan tetap menjaga keintiman dalam keluarga Allah. penghormatan dapat diterapkan sesuai dengan konteks budaya yang ada dengan kesadaran bahwa Yesus Kristus telah mempersatukan kita melalui kematian dan kebangkitan-Nya.
Sudahkah kita menunjukkan penghormatan kita yang kudus kepada saudara-saudara seiman kita sebagai satu saudara dalam Kristus ??
GBU..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar