Jumat, 25 Desember 2020

Dan Engkau akan menamakan Dia Yesus

MAKSUD PEMBERIAN NAMA


Setiap orang tua memberikan nama kepada anak-anaknya dengan maksud dan tujuan tertentu. Tentunya maksud ini adalah maksud yang baik yaitu supaya dengan nama tersebut seorang anak yang menyandang nama itu hidup sesuai dengan namanya.

Misalnya saja seperti orang Jawa memberi nama anaknya SUGIARTO dengan harapan bahwa anaknya kelak menjadi orang yang sukses, kaya dan memiliki banyak harta sehingga dapat hidup dengan bahagia. Ada juga yang diberi nama SUGENG dengan harapan selalu terhindar dari malapetaka dan selalu diselamatkan dari hal-hal yang buruk.

Meskipun demikian ada juga beberapa orang tua yang tidak tahu arti nama dari anak-anaknya. Walaupun demikian sebagian besar sudah memikirkannya sejak anaknya masih dalam kandungan.

Demikian juga dalam Alkitab. Para bapak leluhur kita memberikan nama kepada anak-anaknya dengan harapan yang Indah dan masing-masing memiliki nama dan biasanya nama itu diberikan sesuai dengan pengalaman yang dialami selama proses mengandung sampai melahirkan.

OTORITAS PEMBERIAN NAMA

Setiap nama pasti diberikan oleh orang tua masing-masing anak. Tidak mungkin ketika lahir anak itu request nama dan menamai dirinya sendiri.

Tetapi ada juga nama-nama secara khusus dalam Alkitab yang bukan dari orang tuanya dan bukan juga dari orang lain. Melainkan langsung dari Tuhan.

Seperti halnya Adam, Abraham, Sara, Ismael, Ishak, Israel (Yakub), Yohanes (Lukas 1:13) dan Yesus.

ALASAN MEMBERI NAMA YESUSNama Yesus tidak diberikan oleh Allah secara asal-asalan. Nama Yesus juga bukanlah nama yang baru bagi masyarakat yang ada pada waktu itu.

Jika memang bukan nama yang baru kenapa nama tersebut yang diberikan dan kenapa tidak diberi nama yang baru ?

Inilah keunikan yang harus kita pelajari bersama terkait dengan nama Yesus. Pada Zaman Tuhan Yesus nama Yesus tidak asing lagi. Maksudnya bahwa nama tersebut sudah muncul sejak 2000 th yang lalu yakni ketika bangsa Israel berada di Padang gurun menuju ke tanah Kanaan. Nama Yesus adalah nama yang sama dengan nama Yosua Bin Nun yang berarti TUHAN  PENYELAMAT.

Yosua yang sebelumnya memiliki nama Hosea diubah oleh Musa menjadi Yosua dengan maksud yang indah. Tuhan mengizinkan hal ini terjadi karena Tuhan merancang kan hal-hal yang besar yang akan terjadi pada Yosua. Dan ternyata benar bahwa Yosua sepanjang hidupnya menjadi pemimpin yang sangat berpengaruh bagi bangsa Israel setelah Musa. Yosualah yang memimpin bangsa Israel untuk menduduki tanah Kanaan.

Nama Yosua juga sangat berkaitan dengan nama yang diberikan untuk anak Maria yaitu Yesus.

Nama "Yesus" berasal dari bahasa Ibrani Yesus (Ibrani: יְהוֹשׁוּעַ - YEHOSHUA, artinya "YHVH menyelamatkan"); atau ישוע - YESYUA', yõd-syïn-vâv-'ayin transliterasi lain menyederhanakannya dengan aksara יֵשׁוּעַ - YESHUA' saja (Ibrani-Aramaik, ibarat Alexander menjadi Alex). Nama ini yakni menunjuk kepada Kristus sebagai Juruselamat (Ibrani: מֹושִֽׁיעַ - MOSHIA).

Alkitab berkata, Juru Selamat adalah YHVH sendiri :

Yesaya 43:11

LAI TB, Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.

KJV, I, even I, am the LORD; and beside me there is no saviour.

Hebrew,

אָנֹכִי אָנֹכִי יְהוָה וְאֵין מִבַּלְעָדַי מֹושִֽׁיעַ׃

Translit interlinear, 'ANOKHI {Aku} 'ANOKHI {Akulah} YEHOVAH (dibaca: 'Adonay, TUHAN) VE'EIN {dan tidak ada} MIBAL'ADAI {selain daripada-Ku} MOSHI'A' {Juru-selamat, noun common masculine singular absolute }

Janji Allah sebagai Juru Selamat digenapi dengan lahirnya Sang Juru Selamat, yaitu Yesus Kristus.

Dalam Yesaya 43:11 Alkitab berkata, Juruselamat (Ibrani: מֹושִֽׁיעַ - MOSHIA) adalah YHVH sendiri. Dalam penggenapan-Nya, yaitu kelahiran-Nya ke Bumi, Malaikat Gabriel menyebut יהוה - YHVH, Allah yang inkarnasi ini dengan gelar: Juruselamat ( מֹושִֽׁיעַ - MOSHI'A'):

Matius 1:21

LAI TB, Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Lukas 2:11

LAI TB, Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud

KJV, For unto you is born this day in the city of David a Saviour, which is Christ the Lord.

Apa yang dilakukan oleh Yosua sebenarnya itu menggambarkan bagaimana Yesus yang juga menjadi pemimpin bagi manusia yang bukan hanya bangsa Israel melainkan semua manusia yang mau datang dan percaya serta mengandalkanNya.

Nama Yesus ini memang banyak. Namun gelar dari nama Yesus anak Maria inilah yang membedakannya dari Yesus yang lain. Alkitab menyebutkan bahwa Yesus adalah Kristus yang juga disebut sebagai Immanuel. Hal ini berarti diriNya akan memimpin dan menyertai orang yang mengikutinya sampai selama-lamanya.

Yosua memang memimpin tapi hanya bangsa Israel dan kepemimpinannya dapat berakhir. Berbeda dengan Yesus yang tidak pernah berakhir..

Nama Yesus anak Maria merupakan nama diri yang memang sudah dinubuatkan jauh-jauh hari sebelumnya. Yaitu nubuat tentang Juru Selamat yang akan menyelamatkan manusia yang sudah berdosa dihadapan Allah. Juru Selamat ini sudah dijanjikan sejak dalam kejadian 3:15 kemudian diulang-ulang oleh para nabi-nabi yang terdahulu dalam sebuah perjanjian maupun nubuatan. Kemudian digenapi 2000 tahun yang lalu yaitu melalui kelahiran yang ajaib bunda Maria.

YESUS ADALAH BENAR-BENAR MANUSIA

KelahiranNya memang sungguh-sungguh ajaib dan sangat nyata. Dituliskan bahwa Yesus lahir di Betlehem yaitu di kota Daud. Kelahiran ini merupakan bukti nyata bahwa Yesus adalah manusia.

Bukti bahwa Yesus adalah manusia Dia dapat merasakan lelah, haus, kemudian makan seperti manusia pada umumnya dan mati.

YESUS BENAR-BENAR ALLAH

Kelahiran Yesus merupakan kelahiran yang tidak lazim sebab dilahirkan melalui seorang perawan dan berbeda dengan kelahiran yang lainnya. Yesus dilahirkan dan bahkan di sebut Kudus Anak Allah.

Apakah Yesus itu Allah ? Ya, Yesus adalah Firman yang menjadi manusia (Yohanes 1:1-3, 14). Dia adalah Allah yang kemudian merendahkan diriNya dengan mengambil rupa seorang hamba yang setia sampai mati (Filipi 2:8-9). Kematian-Nya dimaksudkan untuk melunasi semua hutang dosa manusia, hal ini dapat dimengerti melalui perkataanNya di kayu salib yang secara singkat berbunyi TELESTAI  yang berarti lunas dibayar.

Semua hutang dosa yang tidak bisa dibayar oleh manusia telah lunas dibayar oleh Yesus Kristus melalui kematianNya yang berdarah di kayu salib. namun kematian-Nya disambut dengan kebangkitanNya pada hari yang ke-3. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus bukan hanya sekedar nama diri melainkan menunjuk pada Pribadi Yesus yang adalah YHWH yang menjadi satu-satunya Juru Selamat yang hidup.

Jika keselamatan dari YHWH maka jelas satu-satunya Jalan adalah Yesus. Sebab Yesus adalah YHWH

Hanya Yesus yang bangkit dari kematianlah yang dapat melepaskan manusia dari kuasa maut.

Hanya Yesus yang tidak berdosalah dapat menebus dosa manusia.

Hanya Yesus tetap Hiduplah yang dapat memberi hidup kekal bagi manusia.

Dan di dalam Yesuslah  keselamatan itu nyata, dan sempurna. Sebab:

Kisah Para Rasul 4:12 (TB)....Keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

GBU All..

Senin, 14 Desember 2020

HOLY LIFE

Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?


Sebagai pemuda pemudi kita sangat akrap sekali dengan apa yang disebut "PACARAN". Meskipun tidak semua tahu apa itu pacaran banyak sekali kaum muda menyebutkannya untuk menyindir teman-temannya yang mulai suka satu sama lain dan bahkan dengan ketidakpahaman ini banyak sekali yang mengaplikasikan pacaran ini secara salah yaitu dengan meluapkan nafsu birahi semata.

menurut beberapa data yang ada kata pacaran itu berasal dari tanah Melayu, yaitu berasal dari tradisi masyarakat Melayu pada zaman dulu. Pacaran berasal dari tradisi pacar air, yaitu semacam tanaman pacar yang diberikan pada kuku dan tangan perempuan, warnanya merah bata. Jadi, tradisi Melayu ini berawal dari dua orang yang sedang jatuh cinta dan diketahui oleh keluarganya. Tradisi pantun pada masyarakat Melayu sangat kental, dalam tatadisi ini, sang laki-laki mengirimkan utusan kerumah perempuan dan membacakan sebuah pantun didepan rumahnya. Apabila sang pemilik rumah membalas pantun, maka dengan kata lain, cinta si laki-laki ini diterima.

     Nah, ketika sang perempuan menerima cinta laki-lakinya, maka akan dilanjutkan dengan pemberian pacar air ditangan keduanya. Tanda itu menandakan sebuah ikatan antara dua keluarga. Pacar air itu, biasanya bertahan di tangan sang perempuan selama 3 bulan. Inilah sebetulnya nilai dari tradisi itu. Meski sudah memiliki ikatan, tapi ketika 3 bulan laki-laki tersebut tidak kunjung meminang sang gadis, maka dengan kata lain ikatan itu akan hilang, dan sang perempuan boleh menerima pinangan dari laki-laki lain. Inilah asal muasal dari istilah pacaran.

      Jangan pernah dibayangkan masa 3 bulan itu seperti masa pacaran zaman modern ini, masyarakat Melayu terkenal dengan menjaga kehormatan keluarganya. Jadi selama 3 bulan itu, para laki-laki dan gadis tidak bisa berhubungan dengan bebes. Saat ini, pacaran sudah sangat bergeser maknanya, pacaran diibaratkan sebagai ekspresi perasaan suka antara laki-laki dan perempuan, diawali dengan kata “nembak” dan dilanjutkan dengan ikrar “jadian”, setelah itu mereka “resmi” menjadi sepasang kekasih. Anehnya, masyarakt sekitar sangat familiar dengna kejadian ini. Justru kalau tidak pacaran akan membuat harga diri turun, bahkan ketika pacaran pun banyak sekali hal-hal negatif seperti seks bebas dan tindakan-tindakan yang yidak pantas..

Sebagai orang Kristen secara khusus bagi pemuda pemudi yang akrap sekali dengan kata pacar, bagaimana dengan hidup kita ? apakah kita juga pernah melakukan hal2 yang demikian ?? bagaimana kita menjawab pertanyaan firman Tuhan ini dengan Jujur ??

Mazmur 119:9-11 (TB)

9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?

Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. 

10 Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. 

11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. 

maksudnya adalah benarkah kita benar-benar menjaga kelakuan kita sesuai dengan firman Tuhan ? benarkah kita mencari Tuhan dengan segenap hati kita ? benarkah yang kita simpan adalah firman Tuhan atau jangan-jangan yang lainnya.

menjaga kelakuan bersih bukanlah hal yang mudah. banyak sekali tantangan yang harus dilewati. namun jika kita melewati dengan kekuatan kita sendiri kita tidak akan oernah mampu. Hanya dengan meminta pertolongan dan kekuatan Tuhanlah kita bisa menjaga kelakuan kita agar tetap bersih, suci dihadapan Tuhan.. yang perlu diingat adalah bahwa "APA YANG SEPERTINYA BAIK YANG DILIHAT OLEH MATA KITA BELUM TENTU BAIK MENURUT TUHAN"

1 Samuel 16:7 (TB)  Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Oleh karenanya, sebagai kaum muda mari kita jaga hati kita dengan baik. menjaga hati adalah hal yang paling utama dalam hidup kita. terutama ketika sedang menjalin hubungan dengan lawan jenis. ingat !! bahwa pacaran merupakan suatu hubungan yang merujuk kepada sesuatu yang sangat serius yaitu pernikahan. Oleh karenanya jangan sampai mengotori tubuh ini dengan tindakan yang bercela dihadapan Tuhan sebelum masuk dalam jenjang pernikahan. MENJAGA HATI SANGAT PERLU. Sebab jika hati kita dijaga dengan baik maka dari situ akan terpancar kehidupan.

Amsal 4:23 (TB)  Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

kehidupan ini bukan sekedar kehidupan di dunia ini saja melainkan juga kehidupan yang kekal bersama dengan Allah dalam kerajaan sorga.

Jangan pernah sia-siakan masa muda kita. Jaga dan pakai untuk MEMULIAKAN TUHAN dan bukan MEMALUKAN TUHAN.

GBU All..

Rabu, 09 Desember 2020

SUDAHKAH KITA MENELITI FIRMAN TUHAN DENGAN BAIK ?

 Ezra 7:1-10

Melihat situasi di era masa kini, sangatlah baik oleh karena adanya teknologi yang berkembang dengan sangat pesat dan memberi banyak keuntungan dan kemudahan untuk mencari sesuatu hal bahkan untuk belajar. namun faktanya tidak demikian.

justru ada banyak orang yang mengalami kemerosotan baik dalam berelasi satu dengan yang lain maupun dalam membangun iman yang benar. hal ini diakibatkan oleh karena mereka tidak menggunakan teknologi yang ada dengan maksud yang benar sesuai dengan fungsi yang ada.

haruskah orang Kristen seperti itu? tidak. namun tidak sedikit juga orang Kristen yang tidak mengerti cara menggunakan teknologi yang dimilikinya. sebab hanya digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri dan melupakan apa yang menjadi maksud dan tujuan Tuhan mengizinkan hal itu terjadi dan melupakan tugasnya untuk terus meneliti atau mendalami kebenaran firman Tuhan.

seharusnya dengan adanya teknologi yang semakin canggih di era masa kini membuat kita semakin mudah dan giat untuk belajar kebenaran firman Tuhan.

meneliti firman Tuhan adalah kerinduan dan tekad yang sudah dimiliki oleh Ezra sejak awal. bukan hanya sekedar meneliti tetapi juga melakukannya serta mengajarkan kepada orang2 Israel, yang dalam konteks sekarang adalah orang2 yang percaya. sehingga setiap orang percaya dapat memiliki pemahaman yang benar tentang firman Tuhan dan tidak mudah untuk diombang-ambingkan dengan pengajaran palsu yang bertentangan dengan firman Tuhan.

itu sebabnya Ezra dikatakan sebagai ahli kitab yang sangat mahir sebab ia telah bertekad meneliti firman Tuhan setiap saat. bukan hanya mahir tetapi Tuhan memberikan segala yang diingininya.

sungguh alangkah indahnya jika kehidupan kita yang percaya seperti Ezra yang dengan tekun meneliti firman Tuhan. sebab firman Tuhan adalah sumber jawaban dari setiap masalah yang ada. lebih dari itu, Tuhan akan senantiasa melindungi kita.

jangan abaikan firman Tuhan dengan bebagai macam teknologi yang ada sekarang ini. jangan terhanyut dengan berbagai macam perkembangan yang ada di dunia ini dengan menggunakannya untuk keuntungan pribadi kita. Prioritaskan firman Tuhan di atas segalanya sebab jika tidak demikian perlindungan Tuhan tidak akan terjadi dalam hidup kita..

Tuhan Yesus Memberkati kita semua. .

Senin, 07 Desember 2020

REFLEKSI NATAL

Benarkah Natal adalah ide yang baru muncul 2000 tahun yang Lalu ?

Natal bukanlah sesuatu yang mengejutkan atau mengherankan. Meskipun Natal Juru Selamat kita, Yesus Kristus terjadi 2000 tahun yang lalu yaitu pada tanggal 25 Kislev bulan ke-9 atau sejajar dengan tanggal 29 Kyakh bulan ke-4 Mesir, namun berita tentang natal sudah disampaiakan sejak dalam kitab Kejadian, yaitu pada zaman Adam dan Hawa. Adapun ide natal ini tidak disampaiakan secara kebetulan atau muncul setelah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Ide natal sudah ada sejak dalam kekekalan dimana hanya Allah saja yang ada.

Ketika menciptakan manusia tujuannya adalah untuk menyatukan manusia dengan Firman-Nya dalam kemuliaan-Nya yang kekal. Allah juga menciptakan manusia dengan kehendak bebas, tujuannya agar manusia dapat memuliakan serta menikmati-Nya dengan bebas yaitu tanpa adanya keterpaksaan. Allah ingin manusia dengan kehendak bebasnya menyadari siapa dirinya dihadapan Allah dan dengan kehendaknya itu manusia dapat menundukkannya dibawah otoritas sang Pencipta. Hal ini dapat dimengerti melalui perintah Allah serta penringatan-Nya kepada manusia untuk tidak memakan buah dari pohon pengetahuan yang jahat maupun yang baik (Kejadian 2:17). Namun disamping itu Allah juga menyadari bahwa akan ada konsekuensi yang harus ditanggung manusia jika manusia salah dalam menggunakan kehendak bebasnya. Tidak lain konsekuensi yang dimaksud adalah kematian bik secara rohani maupun jasmani.

Kehendak bebas diciptakan agar manusia dapat memuliakan Allah dengan sukarela. Namun faktanya manusia telah salah menggunakannya. bukannya memuliakan Allah tetapi justru ingin sama seperti Allah. Manusia tidak lagi hidup untuk Allah melainkan hidup untuk diri sendiri. Manusia telah berdosa (melawan) terhadap Allah sebagai penciptanya. Oleh karenanya manusia tidak bisa lagi datang kepada Allah dengan sendirinya atau dengan usahanya sendiri. Manusia yang diciptakan untuk bersatu dengan Allah telah mengalami keterpisahan oleh karena dosa.

Yesaya 59:1-2 (TB)

1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 

2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. 

Namun perlu diketahui bahwa meskipun manusia melawan Allah tidak berarti Allah membiarkan manusia begitu saja. hal ini dapat diketahui ketika Allah menjanjikan suatu kabar gembira bagi manusia yang sudah melawan Allah.

Kejadian 3:15 (TB)  Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

dalam targum Jerusalem dan Jonathan ditulis bahwa Janji itu merujuk pada Raja Mesias.

Targum Jerusalem, Kejadian 3:15

וִיהֵי כַּד יֶהֱוֵין בְּנַיָא דְאִתְּתָא לְעַיָן בְּאוֹרָיְיתָא וְעָבְדִין פִּקוּדַיָא יֶהֱוְיַן מִתְכַוְונִין וּמַחְיַין יָתָךְ לְרֵישָׁךְ וְקַטְלִין יָתָךְ וְכַד יִשְׁבְּקוּן בְּנַיָא דְאִיתְּתָא מִצְוָתָא דְאוֹרַיְיתָא וְלָא יַעַבְדוּן פִּקוּדַיָא תֶּהֱוֵי מִתְכַוִין וּנְכִית יַתְהוֹן בְּעִקְבֵהוֹן וּמַמְרַע יַתְהוֹן בְּרַם יֶהֱוֵי אָסוּ לִבְנָהָא דְאִתְּתָא וְלָךְ חִיוְיָא לָא יֶהֱוֵי אָסוּ בְּרַם עַתִידִין הִינוּן אִילֵין לְאִילֵין לְמַעֲבַּד שְׁפוּיָיתָא בְּעִיקְבָא בְּסוֹף עֵקֶב יוֹמַיָא בְּיוֹמוֹי דְמַלְכָּא מְשִׁיחָא:

And it shall be when the sons of the woman consider the law, and perform (its) instructions, they will be prepared to smite thee on thy head to kill thee; and when the sons of the woman forsake the commandment of the law, and perform not (its) instructions, thou wilt be ready to wound them in their heel, and hurt them. Nevertheless there shall be a medicine for the sons of the woman, but for thee, serpent, there shall be no medicine: but it is to be that for these there shall be a remedy for the heel in the days of the king Meshiha.

Targum Jonathan, Kejadian 3:15

וּדְבָבוּ אֵישַׁוֵי בֵּינָךְ וּבֵין אִתְּתָא בֵּין זַרְעֲיַת בְנָךְ וּבֵין זַרְעֲיַת בְּנָהָא וִיהֵי כַּד יְהוֹן בְּנָהָא דְאִתָּא נַטְרִין מִצְוָתָא דְאוֹרַיְיתָא יֶהֱוְיַן מְכַוְונִין וּמַחְיָין יָתָךְ עַל רֵישָׁךְ וְכַד שַׁבְקִין מִצְוָותָא דְאוֹרַיְיתָא תֶּהֱוֵי מִתְכַוֵין וּנְכִית יַתְהוֹן בְּעִקְבֵהוֹן בְּרַם לְהוֹן יְהֵא אָסוּ וְלָךְ לָא יְהֵי אָסוּ וַעֲתִידִין אִינוּן לְמֶעֱבַד שְׁפִיוּתָא בְּעִיקְבָא בְּיוֹמֵי מַלְכָּא מְשִׁיחָא

And I will put enmity between thee and the woman, and between the seed of thy son, and the seed of her sons; and it shall be when the sons of the woman keep the commandments of the law, they will be prepared to smite thee upon thy head; but when they forsake the commandments of the law, thou wilt be ready to wound them in their heel. Nevertheless for them there shall be a medicine, but for thee there will be no medicine; and they shall make a remedy for the heel in the days of the King Meshiha.

Janji inilah yang pada akhirnya digenapi dalam Natal Yesus Kristus.

Oleh karena Allah tahu bahwa akan ada konsekuensi yang harus manusia tanggung akibat kesalahan dalam penggunaan kehendak bebas tersebut Allah telah merancangkan suatu rencana yang indah bagi manusia yaitu pengutusan Anak-Nya yang tunggal yaitu Firman yang menjadi manusia.

Yohanes 1:1-3, 14 (TB)

1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 

2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 

3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Firman yang menjadi manusia adalah Yesus Kristus. Yesus Kristus (penyelamat yang diurapi) memang telah diperisapkan sejak permulaan zaman yaitu dalam kekekalan.

2 Timotius 1:9 (TB)  Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman.

Sejak awal memang manusia diciptakan Allah untuk menjadi satu dengan Firman-Nya.  Kedatangan Firman Allah ke dunia yang dikenal dengan Inkarnasi (dalam daging) merupakan wujud kasih Allah atas hidup manusia yang memang sejak awal diciptakan untuk kemuliaan-Nya. Allah ingin manusia yang sudah berdosa menyatu kembali dengan Allah dalam kemulian-Nya yaitu dengan mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya.

Natal bukanlah cerita dongeng atau legenda. Natal merupakan rancangan Allah yang indah yang sudah ada sejak dalam kekekalan untuk menyatukan manusia yang diciptakan-Nya dengan Firman-Nya, yaitu di dalam kemuliaan-Nya.

Alkitab menegaskan bahwa hanya Yesus yang menjadi jalan satu-satunya kepada Bapa (Allah).

Yohanes 14:6 (TB)  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Kisah Para Rasul 4:12 (TB)  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Keselamatan telah dinyatakan kepada kita semua yang berdosa. Yesus Kristus adalah jawaban dari masalah terbesar manusia yaitu "dosa". Artinya bahwa KESELAMATAN telah dan sedang ditawarkan bagi kita semua yang mau PERCAYA kepada YESUS KRISTUS sebagai SATU-SATUNYA TUHAN dan JURU SELAMAT yang hidup

maukah kita selamat ? jika mau,

Sudahkah kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai satu satunya Tuhan dan Juru Selamat kita ?

Yohanes 3:16 (TB)  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

GBU..

Benarkah Saya Sudah Mendengar

 Lukas 10:38-42

Benarkah saya sudah mendengar ?

Natal merupakan salah satu perayaan Kristen yang biasa diselenggarakan secara besar-besaran. Dalam menyambut Natal ini tentunya setiap gereja berupaya menghiasi setiap ruangan dengan begitu rupa. Banyak sekali yang sangat sibuk dengan hal ini. Bahkan gereja-gereja mengeluarkan banyak biaya untuk membuat ruangan menjadi terlihat sangat indah dan mewah. lebih dari itu gereja tentunya menyiapkan konsumsi dengan berbagai macam jenis makananan yang mahal.

setiap orang yang diberikan tanggung jawab ini pasti sangat sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Bagian dekorasi sibuk dengan properti-properti yang dibuat, bagian konsumsi sibuk dengan makanan yang dimasaknya, bagian sound sistem sibuk dengan cara mengatur musik-musik yang akan dipakai.

antusiasme dalam menyiapkan berbagai macam kebutuhan natal seperti di atas sangat baik. Sebagai orang yang sudah ditebus tentunya sudah seharusnya bersyukur dan memberikan yang terbaik secara khusus dalam menyambut Natal yang merupakan hari kelahiran Yesus Kristus sang Juru Selamat kita.

Namun ironisnya, ketika perayaan sudah dimulai, puji-pujian dinyanyikan dan firman Allah disampaikan masih ada beberapa yang masih sibuk di belakang untuk menyiapkan segala sesuatunya untuk tamu undangan yang datang. Biasanya hal ini terjadi pada orang-orang yang mendapat tanggung jawab di dapur/bagian konsumsi. Dengan begitu sibuknya mereka tidak peduli dengan FIRMAN TUHAN yang disampaikan. jika ditanya apakah tidak bisa berhenti sebentar dan mendengarkan FIRMAN TUHAN terlebih dahulu ? maka jawab mereka "apa yang kami lakukan ini juga benar sebab kami melayani Tuhan dengan menyiapkan segala sesuatunya untuk tamu-tamu yang datang". Jawaban tersebut sepertinya terdengar sangat logis. namun mari kita perhatikan dengan baik dan perhatikan apa yang dikatakan oleh Tuhan Yesus pada Marta.

Lukas 10:41-42 (TB)

41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,

42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Perkataan Yesus ini dilatarbelakangi oleh pernyataan Marta yang ingin agar Yesus menyuruh Maria yang adalah saudaranya sendiri membantunya menyiapkan makanan atau sejenisnya untuk Yesus yang bertamu dirumah mereka (Marta dan Maria). Apa yang dilakukan Marta sepertinya sangat baik karena dilakukan untuk menghargai tamunya. Namun apa yang dikatakan oleh Yesus kepada Marta. Dengan jelas ayat tersebut menyatakan bahwa Marta telah menyusahkan diri dengan banyak perkara dan apa yang dilakukan bukanlah yang terbaik. Sebaliknya, Maria yang terlihat santai dan tidak mempedulikan apa yang akan disiapkan untuk Yesus malah dikatakan "memilih bagian yang terbaik".

Seringkali pandangan manusia berbeda dengan pandangan Allah. apa yang terlihat baik oleh manusia seringkali dianggap tidak baik oleh Allah. inilah yang dialami oleh Marta. Marta sebenarnya memiliki motivasi yang baik yaitu melayani Yesus, namun sayangnya Marta telah mengabaikan hal yang bagi Yesus lebih penting daripada menyiapkan yang lain yaitu "MENDDENGARKAN FIRMAN ALLAH".

Yesus datang dengan tujuan ingin menyampaikan kabar baik tentang Kerajaan Sorga. Yesus berkunjung ke rumah Maria dan Marta oleh karena Yesus peduli dengan mereka. Namun ketika Yesus berada di rumah mereka dan berbicara banyak hal tentang Kerajaan Sorga hanya Maria yang mendengarkan-Nya sedangkan Marta tidak peduli dengan hal itu.

mendengarkan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan umat Kristen. Yesus datang ke dunia untuk menyatakan firman Allah. kita semua perlu untuk mendengarkan firman Tuhan. firman Tuhan menanti, mencari, menunggu dan akan memilih orang-orang yang sungguh-sungguh mendengar-Nya. dalam memahami hal ini rasul Paulus menjelaskan serta menegaskan kepada kita semua dalam suratnya kepada jemaat di Roma bahwa melalui pendengaran Iman itu timbul.

Roma 10:17 (TB)  Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

Dari sini kita tahu bahwa kita dipanggil bukan hanya untuk menyampaikan Injil dan mengajarkannya kepada mereka yang membutuhkannya melainkan juga untuk mendengar. Justru tanpa mendengarkan terlebih dahulu maka sangat mustahil bagi kita untuk bisa menyampaikan Injil itu dengan benar. Orang yang sungguh-sungguh mendengar adalah orang yang mau mengerti dan merenungkan firman Tuhan dengan baik dan menjalaninya dengan penuh kesetiaan. itu sebabnya Yesus memuji Maria dan mengatakan bahwa Maria memilih bagian yang terbaik oleh sebab Maria mau duduk di bawah kaki Yesus untuk mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan-Nya.

Jika kita kembali kepada persoalan sebelumnya maka kita tentu sudah tahu di mana letak kesalahan yang sudah dilakukan oleh banyak orang yang terlalu sibuk itu. Oleh karenanya sesibuk apapun persiapan kita dalam menyambut natal ini jangan sampai kita tidak menyediakan waktu kita untuk mendengarkan firman Tuhan. Hal ini bukan berarti menganjurkan kepada kita semua untuk tidak perlu menyiapkan segala sesuatunya dan memperhatikan tamu undangan. Kita harus bisa membedakan mana yang prioritas dan mana yang bukan dan mana yang harus didahulukan.

Jika Ibadah perayaan sudah dimulai sudah seharusnya setiap kita ambil waktu untuk turut serta dalam ibadah tersebut, memuji dan mendengarkan firman Tuhan. Baru setelah selesai kita dapat kembali untuk melakukan apa yang sudah dipercayakan kepada kita. Hal ini akan jauh lebih baik daripada menyiapkan segala sesuatu yang ada namun kita sendiri kehilangan sesuatu yang paling berharga yaitu "firman Allah".

jadi., Benarkah saya sudah mendengar ?????????


By: Gabriel A

Sabtu, 05 Desember 2020

BerJalan Memberitakan Injil

 Lukas 8:1

Berjalan untuk memberitakan Injil

Ciri khas dalam kehidupan orang Kristen adalah tentang "INJIL". Injil adalah berita yang utama dalam keyakinan Kekristenan. Injil atau kabar baik merupakan berita sukacita yang pernah terjadi yang merujuk pada Yesus Kristus dalam Inkarnasi sampai Kenaikan-Nya. Oleh karenanya ketika orang Kristen menyampaikan Injil sudah seharusnya menyampaikan tentang siapa Yesus mulai dari Inkarnasi sampai Kenaikan-Nya ke sorga.

Hal ini tidaklah mudah, sebab perlu bagi kita untuk mempelajari dengan rendah hati dan tekun. lebih dari itu berita Injil sebenarnya mengarahkan kepada kita semua untuk memahami tentang apa itu Kerajaan Allah.

Memberitakan berarti tidak diam. Sebab kata tersebut bukanlah kata yang bersifat pasif melainkan aktif. jika demikian maka dapat dimengerti bahwa memberitakan Injil perlu adanya pergerakan dari seorang pemberita Injil tersebut. Inilah yang dilakukan oleh Yesus Kristus sendiri ketika sedang memberitakan Injil Kerajaan Allah.

Pada ayat 1 ini jelas bahwa Yesus Berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa. Artinya Yesus tidak berdiam di tempat dan menunggu orang datang ketika sedang memberitakan Injil. Oleh karenanya tidak heran jika Yesus menjelang kenaikan-Nya ke sorga memberikan suatu perintah supaya kita yang percaya memberitakan Injil kepada seluruh bangsa.

Matius 28:19-20 (TB)

19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Dalam ayat yang lainnya disebutkan "semua makhluk"

Markus 16:15 (TB)  Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Injil harus diberitakan kepada segala makhluk yang ada di seluruh dunia ini. Dalam meresponi perintah ini Paulus seorang rasul Kristus sangat memahami dengan baik bahwa perintah tersebut bukanlah perintah biasa melainkan perintah yang mulia yang diberikan oleh Raja di atas segala raja untuk menjadi terang bagi bangsa-bangsa secara khusus bagi mereka yang belum mengenal Yesus Kristus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat.

Kisah Para Rasul 13:47 (TB)  Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."

Bagaimana dengan respon kita ? sudahkah kita melakukan pergerakan dalam memberitakan Injil kerajaan Allah ? Jika sudah apakah benar kita sudah tekun memelajarinya ? apakah benar kita sudah berkeliling seperti Yesus untuk memberitakan Injil ? sebarapa jauh kaki kita melangkah untuk pemberitaan tersebut ? seberapa banyak orang yang kita temui dan mendengarkan Injil dari kita ? seberapa setia kita melakukan tugas ini ?

BENARKAH SAMPAI SAAT INI KITA MASIH MEMBERITAKAN INJIL ? ATAU JANGAN-JANGAN KITA HANYA MEMBERITAKAN DIRI KITA SENDIRI ?

Biarlah pertanyaan-pertanyaan di atas mengingatkan dan mendorong kita untuk semakin bertanggung jawab dengan apa yang sudah kita imani dan menyadarkan akan status kita sekarang serta membuat kita semakin tekun dalam menuaikan tugas pelayanan yang dipercayakan oleh Tuan kita yaitu Yesus Kristus yaitu "MENJADIKAN SEMUA BANGSA MURIDNYA"


GBU 😊

Rabu, 02 Desember 2020

Ada apa dengan Virus Corona ?


jika diperhatikan bahwa dari sejak munculnya hingga saat ini banyak sekali keresahan yang terjadi dalam kehidupan manusia oleh karena adanya virus Corona ini.


apakah benar Virus ini sangat mematikan ?

sebagian besar orang dan tidak menutup kemungkinan orang Kristen termasuk di dalamnya sangat panik dan takut bahkan dikelabuhi dengan kekuatiran yang berlebihan.


Benarkah Virus Corona ini mengakibatkan kita kehilangan kebebasan dalam beraktivitas ?


Benarkah dengan adanya Virus Corona ini keadaan semakin mecekam ?


pertanyaannya adalah bukankah banyak sekali hal2 yang sangat menakutkan dan mematikan yang ada di dunia ini selain dari Virus Corona ini ?


jika demikian halnya, kenapa kita harus takut secara berlebihan dengan Virus tersebut ??


Bukan berarti ketika saya mengatakan hal ini saya kebal dengan Virus tersebut. maksudnya adalah kenapa banyak sekali orang yang takut secara berlebihan sehingga mengharapkan Virus tersebut cepat berlalu dan tidak ada lagi sedangkan bahaya yang lainnya kita abaikan.


inilah yang sering terjadi dalam diri manusia ketika menyikapi setiap permasalahan yang datang dalam kehidupannya.


kesalahannya adalah bukannya memikirkan bagaimana seharusnya kita ini hidup di tengah-tengah permasalahan yang ada melainkan justru fokus pada masalah tersebut.


kenapa kita tidak boleh fokus dengan masalah dan lebih memikirkan bagaimana kita menyikapi masalah itu ? sebab jika kita hanya berfokus pada masalahnya maka yang terjadi adalah protes protes protes dan kita akan semakin depresi dan inilah salah satu penyebab adanya kematian.


ya, depresi yang mendalam akan membuat tubuh semakin lemah dan lambat laun oraang yang demikian akan mati.


satu hal yang perlu untuk kita ketahui dan perhatikan dengan baik adalah bahwa tidak pernah ada satupun di dunia ini yang terjadi secara kebetulan atau tanpa seizin Tuhan.


Jadi saya yakin bahwa Virus Corona terjadi atas seizin Tuhan entah apa yang menjadi latar belakangnya yang jelas maksud Tuhan adalah baik.


Yeremia 29:11 (TB)  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.


jangan pernah kita berpikir bahwa harapan selalu muncul dari hal-hal yang terlihat baik oleh mata jasmani kita -  harapan juga bisa muncul melalui hal-hal yang sepertinya tidak baik untuk dilihat oleh mata jasmani kita.


Jika demikian bagaimana seharusnya kita menyikapi Virus Corona yang notabene disebut sebagai masalah terbesar dan meresahkan seluruh dunia ini ?


Salah satu prinsip penting dalam menghadapi masalah dapat kita temukan dalam kehidupan jemaat mula-mula yang pada saat itu juga menghadapi masalah yang besar.


Bagaimana mereka mengatasi masalah tersebut ? apakah dengan sungut-sungut ? apakah dengan amarah ? apakah mereka mengharapkan masalah itu hilang ?

jawabannya TIDAK.


lalu apa yang mereka lakukan ?


Yang mereka lakukan adalah tidak lain memuji dan mengakui kebesaran dan ledaulatan Tuhan dengan kesadaran bahwa Tuhanlah yang bertahta di atas segala permasalahan. kemudian 2) baru menveritakan apa yang menjadi masalah yang dialami dan berikutnya 4) meminta kekuatan dan campur tangan Tuhan dalam masalah yang terjadi.


apakah yang terjadi ketika hal ini dilakukan ? Alkitab membuktikan bahwa Tuhan sudah pasti campur tangan dan memberikan keberanian serta kekuatan dengan Roh-Nya yang Kudus.


saya yakin bahwa ketika kita menerapkan cara seperti yang dilakukan oleh jemaat mula-mula kita tidak akan mudah putus asa dan memiliki ketakutan yang berlebihan dalam menghadapi setiap masalah yang terjadi secara khusus dalam menghadapi adanya Virus Corona yang melanda seluruh dunia ini.


lebih dari itu kita akan menjadi lebih bijaksana dan tidak ceroboh dalam segala hal yang kita lakukan.


sebagai penutup dari pesan ini adalah jangan pernah kita takut terhadap apa yang dapat membunuh tubuh tetapi tidak dapat membunuh Jiwa melainkan takutlah kepada Dia yang dapat membinasakan tubuh maipun jiwa kita.


dan lagi tetap andalkan Tuhan sampaikan apa yang menjadi masalah kita dan mintalah hikmat kepada-Nya serta sampaikan kabar yang baik ini kepada siapapun supaya mereka mengetahui bahwa kita lebih dari orang-orang yang menang oleh karena Juru Selamat kita yaitu Yesus Kristus yang telah mati dan bangkit untuk kota (Roma 8:37).


Tuhan Yesus memberkati kita semua

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...