Rabu, 26 Agustus 2020

Teaching in Hoping (pengajaran dalam pengharapan)

Pengajaran dalam Pengharapan seorang Hamba Tuhan


Roma 15:22-33

Menjelang akhir penulisan suratnya, Paulus menuliskan sebuah harapannya kepada orang-orang Roma ketika nantinya dipertemukan dengan mereka. Dalam tulisan tersebut jika kita perhatikan dengan baik maka kita akan mendapat pengajaran penting di dalam harapan yang Paulus utarakan kepada orang-orang di Roma.


Pengajaran pertama yang kita dapatkan adalah tentang "Pentingnya orang percaya untuk terlibat dalam pelayanan Misi." (Roma 15:24)


Paulus berharap  agar orang-orang percaya di Roma terlibat dalam pelayanannya dengan mengambil bagian untuk mengantarkan Paulus dalam perjalanan menuju ke Spanyol. Hal ini mungkin terlihat sepele, namun Paulus sedang mengajarkan bahwa pelayanan tidak harus ditunjukkan dengan tindakan-tindakan yang besar seperti berbicara di tempat ibadah di depan banyak orang tetapi juga dari hal-hal yang mungkin bagi manusia terlihat biasa dan kurang diperhatikan.


Demikian juga dengan pelayanan dalam gereja, mungkin ada beberapa jemaat yang tidak mempunyai transportasi sehingga tidak bisa datang ke Gereja sendiri karena tempat yang cukup jauh maka Seorang Hamba Tuhan yaitu Pemimpin Gereja harus memberikan pemahaman yang benar tentang apa itu pelayanan dan mendorong jemaat yang memiliki transportasi untuk melibatkan diri dalam pelayanan antar Jemput. 


Mungkin orang orang kurang memperhatikan pelayanan yang seperti ini tetapi Tuhan memperhatikan semua hal yang kita kerjakan. bukankah itu yang Paulus sampaikan kepada kita semua bahwa segala sesuatunya harus kita lakukan seperti untuk Tuhan bukan manusia (kolose 3:23). Ingat bahwa jika kita mengerjakannya untuk Tuhan maka jerih lelah kita tidak sia-sia (1 Korintus 15:58).


Pengajaran kedua adalah tentang "Memberi dalam kekurangan." (Roma 15:25)


Rasul Paulus bukanlah seorang yang kaya. Dalam pelayanannya justru Ia banyak mengalami banyak hal yang buruk. Dia pernah ditindas, kehabisan akal, dianiaya, dihempaskan (2 Korintus 4:7-12), Lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara, bekerja dengan tangan yang berat (1 Korintus 4:11-12). Itu sebabnya dalam hal ini Rasul Paulus mengajarkan supaya Jemaat Roma juga memiliki hati memberi secara khusus kepada mereka yang membutuhkan sekalipun tidak hidup berkelimpahan.


Pengajaran ketiga adalah "Melayani orang-orang yang Tuhan pakai untuk membawa kita kepada keselamatan" (Roma 15:27)


Adalah wajib bagi kita mengingat orang-orang yang Tuhan pakai untuk melayani kita sampai kita mengerti firman Tuhan dengan baik dan percaya kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya Juru Selamat yang hidup. Kita harus senantiasa mengormati orang-orang yang demikian, memperhatikan dan bahkan memberi bantuan ketika dalam keadaan kekurangan.


Pengajaran keempat adalah tentang "Pentingnya berdoa untuk pelayanan hamba Tuhan." (Roma 15:30-33).


Hamba Tuhan adalah orang yang Tuhan pakai untuk memberitakan kabar baik dari Allah. kita semua yang percaya adalah hamba Tuhan. Paulus mengajar kita bahwa kita harus senantiasa mendoakan saudara-saudara kita yang berjuang dalam pemberitaan kabar baik supaya ttp mendapatkan kekuatan meskipun dalam pelbagai pencobaan dan penderitaan.


Dari keempat pengajaran yang diberikan melalui pengharapan Paulus di atas akhirnya kita mengetahui bahwa "Pelayanan bukan hanya berbicara pada hal-hal yang besar yang dilakukan di depan banyak orang melainkan juga hal-hal yang kecil yang sering tidak diperhatikan orang yang tidak diketahui banyak orang."


Dari renungan ini kita juga mengerti bahwa "Pesan apapun yang kita sampaikan kepada orang lain hendaknya mengandung pengajaran yang mendorong orang yang mendengarnya untuk melibatkan diri dalam pelayanan Injil."


GBU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...