BAB I
Pendahuluan
Latar Belakang
Dalam kitab perjanjian baru terdapat empat kitab yang disebut sebagai kitab Injil yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Diantara keempat kitab Injil ini ada tiga kitab Yang disebut sebagai Injil Sinoptik yaitu Matius, Markus, dan Lukas. Meskipun alamat penulisan berbeda-beda tetapi ketiganya sama-sama menguraikan tentang kehidupan dan pelayanan Yesus selama di dunia ini. Biasanya diantara ketiga Injil termasuk dalam menggunakan garis besar secara umum seperti pengenalan, pelayanan Yohanes Pembabtis dan babtisan dan pencobaan Yesus, pelayanan terbesar di Galilea, perjalanan dan pelayanan melalui Samaria, Perea dan sekitar Yudea serta passion week, kematian dan kebangkitan Yesus di Yerusalem. Mereka juga menuliskan penekanan yang sama di dalam pengajaran Yesus Kristus yakni mulai dari kehadiran, natur, dan pwerwujudan dari kerajaan Allah. Hal ini bukan berarti di dalam Injil Yohanes tidak menceritakan kehidupan dan pelayanan Yesus. Injil Yohanes juga menceritakan tentang Yesus hanya saja di dalamnya terdapat perbedaan-perbeadaan baik secara materi, penekanan, geografi dan struktur.
Meskipun ada banyak komentar tentang ketidakakuratan Injil di dalam kitab injil dengan alasan bahwa tidak semua penulis adalah saksi mata atau murid dari Yesus secara langsung (yang dimaksud adalah Lukas dan Markus) dan jarak penulisannya yang sangat lama, Namun realitanya tidak demikian. Sebab meskipun ada sebagian penulis yang bukan termasuk saksi mata dan jarak penulisannya cukup lama namun Injil tersebut memiliki pokok bahasan yang sama tentang perkataan-perkataan Yesus, kesaksian kitab perjanjian lama, saksi mata (sebagai sumber penulisan dalam kitab Injil) dan tradisi lisan. Itu sebabnya di dalam Injil khususnya Injil sinoptik memiliki sudut pandang teologi yang sama yaitu tentang kerajaan Allah sebagai upaya dari pekerjaan Yesus yang merupakan pokok bahasan dari kitab Injil. Pembahasan tentang kerajaan Allah tentunya tidak akan terlepas dari pekerjaan Allah Tritunggal yaitu di dalam Bapa, Anak dan Roh Kudus. Itu sebabnya uraian tentang Teologia Injil sinoptik juga tidak bisa lepas dari pokok pikiran penulis tentang pekerjaan Allah Tritunggal.
Rumusan Masalah
Dengan melihat latar belakang yang ada maka penulis merumuskan suatu masalah yang akan menjadi pokok pembahasan dalam makalah ini. Adapun rumusan masalahnya sebagai berikut.
Teologi apa yang terdapat dalam Injil sinoptik ?
Apakah impliksi dari Teologi yang terdapat dalam Injil Sinoptik ?
Tujuan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut.
Untuk mengetahui Teologi apa saja yang terdapat dalam Injil Sinoptik.
Untuk mengetahui implikasi dari setiap Teologi yang ada dalam Injil Sinoptik.
BAB II
Pembahasan
Teologi Injil Sinoptik
Injil Sinoptik bukan hanya memiliki sudut tentang bagaimana Yesus Kristus hidup, melayani, mengajar, menderita sengsara, mati dan kemudian bangkit pada hari yang ketiga. Lebih dari itu, setiap penulis dalam Injil Sinoptik juga memiliki sudut pandang teologi yang sama. Hal ini dapat dilihat dari beberapa pokok pembahasan yang ada di dalamnya seperti halnya tentang Allah, Yesus Kristus, Roh Kudus, Dosa, Keselamatan dll. Untuk memahami bagaimana pandangan Teologi dalam Injil Sinoptik tentang beberapa pokok-pokok penting di atas penulis mengajak untuk melihat uaraiannya di bawah ini.
Allah
Berdasarkan penulis PB yang lain yang menyatakan adanya keyakinan terhadap Allah yang Maha Mulia dan kebergantungan manusia terhadap Allah secara trus menerus, demikian juga dengan Penulis dalam Injil Sinoptik. Injil Sinoptik juga memberikan perhatian penuh terhadap atribut-atribut Allah.
Pemeliharaan Allah atas anak-anak-Nya
Allah adalah Allah yang senantiasa memperhatikan kehidupan anak-anak-Nya atau orang yang senantiasa berharap dan bergantung kepada-Nya (Mat. 6:26; 10:29). Sebagai wujud dari pemeliharaan Allah atas umat-Nya. Di dalam pemberitaan-Nya Yesus juga merujuk kepada keselamatan orang-orang di luar Yahudi atau orang-orang Yunani (Luk. 21:28). Dengan kata lain bahwa pemeliharaan Allah itu menyeluruh. Jadi dapat dipahami bahwa tidak sedikitpun yang tidak diperhatikan Allah dalam kehidupan manusia.
Penghakiman Allah bagi semua orang (Mat.3:7; 7:1; Luk.3:7)
Allah adalah Allah yang adil. Dengan kata lain, Allah tetap menghukum orang-orang yang berlaku jahat, orang-orang yang memiliki tabiat seperti ular (Mat.3:7; Luk.3:7). Allah juga akan menghakimi barang siapa yang suka menghakimi sesamanya dengan munafik (7:1).
Kuasa Allah (Mrk. 12:24-27)
Pada dasarnya Allah berkuasa atas seluruh ciptaan-Nya. Sebab Allah Maha Kuasa. Kuasa Allah mencakup Alam semesta. baik dalam PL maupun PB sama-sama menyatakan bahwa Tuhan dianggap sebagai dasar kekuatan kuasa. Tuhan adalah sumber dari semua dan exousía (Mt. 26:64).
Ketritunggalan Allah (Mrk. 1:9-11; Mat. 3:13-17; Luk. 3:21-22)
Dalam ketiga kitab Injil sinoptik semuanya menuliskan tentang peristiwa dimana Yesus dibabtis oleh Yohanes, lalu ada burung Merpati yang turun di atas Yesus, kemudian terdengar suara dari Surga yang mengatakan “Inilah Sang Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Dalam peristiwa tersebut menyatakan adanya ketiga pribadi dari Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus yang hadir dalam wujud yang berbeda-beda. Ketritunggalan Allah juga terlihat jelas ketika Yesus naik ke surga dan memberikan perintah kepada murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil dan membabtiskan mereka dalam nama Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus (Mat. 28:18-20).
Yesus Kristus
Pernyataan penting yang menunjukkan pengakuan Petrus di Kaisarea Filipi di dalam ketiga Injil yang merupakan bentuk pengakuan Yesus sebagai Kristus Anak Allah yang hidup.
Mat 16:16 | Mark 8:30 | Luke 9:20 |
You are the Christ, the Son of the living God | You are the Christ | You are the Christ of God |
Dari pernyataan ini ketiga penulis jelas menekankan siapakah Yesus berdasarkan pengakuan Petrus. Dalam hal ini penekanannya sama-sama menyatakan bahwa Yesus adalah Kristus yaitu Anak Allah yang Hidup. Baik matius, Markus maupun Lukas inigin menunjukkan bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dijanjikan atau dinubuatkan oleh para nabi terdahulu. Dalam penyebutan Kristus, Matius di dalam Injilnya menggunakan nama Kristus sebanyak lima kali. Sebagaimana tertulis dalam:
”Silsilah Yesus Kristus, kemudian Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus (1:6)
Dari pembuangan ke Babel sampai kepada Kristus (1:17)
Pemberitaan tentang kelahiran Yesus Kristus (1:18)
Herodes yang bertanya-tanya tentang tempat Mesias akan dilahirkan (2:4)
Yohanes sewaktu dipenjara mendengar tentang “pekerjaan Kristus” (11:2)
Demikian juga dengan Markus meskipun menekankan bahwa Yesus adalah seorang hamba tetapi Markus tidak mengabaikan pemberitaan tentang Yesus yang adalah “Kristus” meskipun hanya digunakan sebanyak tujuh kali dalam injilnya. Yesus sebagai Kristus ditunjukkan oleh Markus dengan berbagai tindakan yang dilakukan oleh Yesus ytang penuh dengan kuasa. Bukan hanya itu, pernyataan Kristus dalam Injil Markus juga diucapkan oleh musuh-musuh Yesus seperti yang tersirat dalam pertanyaan Imam Besar (Mrk. 14:61-62) dan orang-orang yang mengolok-olok Yesus (Mrk.15:32). Sebagaimana yang sudah tercatat dalam kitab Lukas bahwa Yesus adalah keturunan Daud. Hal ini sangat mungkin bahwa Lukas juga hendak menunjukkan garis keturunan Yesus yang sah sebagai keturunan raja. Bahkan Lukas dengan tegasnya menyatakan dalam tulisannya bahwa Yesus adalah Mesias dari Allah (Luk. 9:20).
Dengan melihat setiap pernyataan dalam kitab Injil sinoptik tentang Kristus maka dapat dipahami bahwa Kristus yang dimaksudkan adalah gelar yang disandang oleh Yesus yang adalah Mesias yang dijanjikan oleh para nabi tedahulu, dimana Allah telah mengurapi-Nya dan mengutus Dia. Lebih dari itu, ketiga Injil sama-sama menekankan bahwa Yesus benar-benar manusia yang dilahirkan dari anak dara Maria. Matius dan Lukas menekankan bahwa kemanusiaan Yesus dikandung oleh Roh Kudus (Mat. 1:18; Luk. 1:13), bahkan Matius menjelaskan bahwa Maria tidak bersetubuh dengan seorang laki-laki sebelum kelahiran Yesus (Mat. 1:18-25). Demikian ketiganya juga menekankan kemanusiaan-Nya dalam pencobaan (Mat. 4:1-11; Mrk. 1:12-13; Luk. 4:1-13).
Roh Kudus
Di dalam Injil Sinoptik juga menggambarkan peranan Roh Kudus dan hal ini dapat diketahui dalam hubungannya dengan Kristus. Ketika Yesus dicobai di padang gurun Roh Kuduslah yang mendorong-Nya (Mrk.1:12) dan ketika dicobai sangat terbukti bahwa Yesus dapat melewati pencobaan tersebut tanpa melakukan dosa. Berkaitan dengan babtisan Kristus, di sana Roh Kudus muncul dalam wujud burung Merpati kemudian turun atas Yesus dan memberikan kuasa untuk pelayanan publik atau umum dan pernyataan ini ditulis oleh ketiga penulis Injil Sinoptik (Mat. 3 16-17; Mrk. 1:9-11; Luk. 3:21-22). Baik Matius, Markus dan juga Lukas mengindikasikan bahwa Roh Kudus adalah Roh Allah, Roh Kudus adalah Allah itu sendiri. Hal ini dapat diketahui melalui pernyataan ketiga penulis bahwa ketika melakukan penghujatan kepada Roh Kudus maka tidak akan ada pengampunan (Mat.12:22-37; Mrk. 3:20-30; Luk. 11:14-23). Hanya Allahlah yang dapat mengampuni dosa. Jadi dalam hal ini sangat jelas bahwa Roh Kudus setara dengan Allah, sebab Roh Kudus adalah Allah itu sendiri.
Dosa
Setiap penulis dalam Injil sinoptik melihat dosa sebagai sesuatu yang serius dan memiliki konsekuensi yang harus ditanggung oleh manusia yang berdosa. Dalam istilah lain dosa disebut juga sebagai Opheiletēs yang adalah hutang “debtor,” terkadang kata ini merujuk pada hutang kepada Allah atau hutang tetangga oleh karena pelanggaran (Mat 6:12; Luk. 11:4; 13:4, dapat diartikan sebagai “pelanggar”). penggunaan ini mungkin bergantung pada Aramaic dan surat Ibrani dari kata hôb, hôbâh, hôbā˒ keduanya berarti “hutang” dan “dosa” atau “kesalahan.” Jadi ketika dosa digambarkan sebagai hutang maka dosa adalah sesuatu yang harus dibayar dengan lunas. Dalam hal ini manusialah yang memiliki hutang kepada Allah. Di dalam Injil Markus juga dijelaskan bahwa Anak Manusia datang untun melayani dan memberikan nyawa-Nya bagi tebusan banyak orang (Mrl. 10:45). Kata tebusan tersebut juga mengacu pada hutang yang dimilikioleh manusia yaitu hutang dosa dan penebusan tersebut hanya dapat dilakukan oleh Anak Manusia yaitu Yesus Kristus.
Keselamatan
Berkaitan dengan pandangan teologi dalam Injil Sinoptik tentang keselamatan dipahami bahwa keselamatan umat manusia hanya di dapat di dalam Yesus Kristus yang adalah Mesias yang dijanjikan sejak zaman para nabi, dimana Mesias yang dimaksud adalah Anak Allah yang hidup yaitu Imanuel (Allah beserta kita) Matius 1:21-23. Dalam (Mrk. 10:45; Mat.20:28; Luk.23:46) juga dijelaskan bahwa Anak Manusia (Yesus) datang ke dunia untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Adapun orang yang diselamatkan adalah orang-orang yang bertahan sampai kesudahannya Matius 24:13, orang-orang yang seperti ini adalah orang-orang yang memiliki iman yang teguh yang diarahkan kepada Yesus Kristus (Mrk. 5:34).
BAB III
Penutup
Kesimpulan
Dari setiap pemaparan yang sudah diuraikan dalam bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa meskipun penulis-penulis di dalam Injil Sinoptik tidak sama tetapi pandangan teologis yang dimiliki masing-masing penulis merujuk pada inti yang sama. Dengan kata lain pandangan teologis Markus, Lukas dan juga Markus baik tentang Allah, Yesus Kristus, Roh Kudus, dosa maupun keselamatan memiliki makna yang sama meskipun dalam hal ini dilihat dari sudut pandang yang berbeda oleh setiap penulis. Dalam hal ini Allah dipandang sebagai Allah yang setia dalam memelihara ciptaan-Nya, Allah itu berkuasa dan menghukum manusia yang bersalah. Dengan kasih, Allah datang kedunia melalui Yesus Kristus sebagai Anak Allah yang adalah penggenapan janji Allah untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. Yesuslah yang membayar dosa manusia melalui kematian-Nya di kayu salib. Dengan cara inilah ketika manusia percaya dan tetap berpegang teguh dalam Yesus manusia akan selamat.
Kepustakaan
Bromiley, Geoffrey W
1988 The International Standard Bible Encyclopedia, Revised, Vol-3, Gran Rapids. Mich: William. B. Eerdmans,
Elwell, Walter A dan Beitzel, Barry J.
1988 Baker Encyclopedia of the Bible, Vol-2, Grand Rapids, Mich: Baker Book House,
Freedman, David Noel
1996 The Anchor Bible Dictionary, Vol – 4, New York: Doubleday,
The Anchor Bible Dictionary, Vol – 6, New York : Doubleday,
Guthrie, Donal,
2016 Teologi Perjanjian Baru 2, Jakarta: Gunung Mulia,
Morris, Leon
2006 Teologi Perjanjian Baru, Malang: Gandum Mas,
Packer, J. L., dkk,
2003 Ensiklopedia Fakta Alkitab: Bible Almanac – 1, Malang: Gandum Mas,
Pasaribu, Marulak,
2005 Eksposisi Injil Sinoptik, Malang: Gandum Mas,
Tulluan, Ola
1999 Introduksi Perjanjian Baru, Batu: YPPII,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar