2 Korintus 4:7-15
Harta Rohani yang Indah
Harta pada umumnya berbicara tentang sesuatu yang kita miliki di dunia ini yang tentunya berbicara tentang hal-hal yang bersifat materi. seberapa banyak harta biasanya mempengaruhi identitas dan bagaimana orang tersebut dipandang.
Tidak sedikit orang yang punya pemahaman seperti ini berusaha semaksimal mungkin untuk mencari harta benda untuk dimiliki. Tanpa memperhatikan apakah cara yang dilakukan salah atau tidak orang tersebut tidak mempedulikannya yang terpenting adalah harta itu bisa dimiliki. harapannya adalah supaya dapat perhatian dari orang-orang yang afa disekelilingnya.
Demikianlah cara yang dilakukan kleh sebagian Orang yang memiliki pemahaman temtang harta duniawi.
Ada juga yang memahami bahwa barta terindah adalah keluarga. keluarga juga dipandang sebagai tempat dimana orang menghabiskan waktu untuk bernagi kasih dan menceritakan setiap isi hati.
Lebih dari semuanya itu Paulus memberikan konformasi kepada kita semua bahwa bukan harta duniawi yang berupa benda-benda material ataupun keluarga melainkan Anugerah Pelayanan yang diberikan Allah kepada kita itulah yang merupakan harta rohani yang indah dan berharga dalam hidup kita.
2 Korintus 4:7 (BIMK) Tetapi harta rohani yang indah itu kami bawa pada diri kami yang tidak berharga ini yang dibuat dari tanah. Dengan demikian nyatalah bahwa kebesaran kuasa itu terletak pada Allah dan bukan pada kami.
Perkataan tersebut diungkapkan atas kesadaran bahwa Rasul Paulus adalah orang yang tidak berharga yang kemudian dijadikan berharga oleh karena anugerah pelayanan dari Tuhan. dalam hal inilah rasul Paulus menunjuk dirinya sebagai bejana tanah liat yang dulunya rusak namun telah dibentuk menjadi sesuatu yang berharga. Tanah liat juga menunjuk pada keterbatasan dan ketidakmampuan serta kelemahan kita dalam melakukan sesuatu dimana tanpa bergantung pada Allah kita tidak ada apa-apanya.
oleh karenanya dalam pembuatan bejana ini tidak semudah yang kita bayangkan, artinya dalam pelayanan yang Tuhan anugerahkan kepada kita mengandung proses pembentukan yang panjang dan bahkan Proses itu mungkin dibutuhkan waktu seumur hidup kita.
Rasul Paulus dalam hal ini telah menunjukkan bagaimana Proses pembentukannya dalam pelayanannya yang penuh dengan berbagai macam takanan.
2 Korintus 4:8-10 (TB)
8 Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;
9 kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.
10 Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami.
Semuanya ini bukan cerita fiktifnya rasul Paulus melainkan sebuah kenyataan yang menunjukkan adanya proses yang harus dilalui di dalam sebuah pelayanan. meskipun tekanan tersebut besar dan berat namun tidak ada satupun yang tidak dilewati. semua dapat dihadapi oleh karena Yesus Kristus.
Paulus sangat sadar bahwa jika Kristus yang diimaninya telah bangkit dari kematian dan kuasa Maut maka Dia juga akan membangkitkan kita dari gencaran maut yang berusaha menekan dan menguasai kita.
2 Korintus 4:14-15 (TB)
14 Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya.
15 Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.
oleh karena itu jangan kita mudah putus asa dan mengeluh dengan berbagai macam penondasan dan tekanan hidup yang ada melainkan syukuri itu dan tunjukkan bahwa kristus ada dalam diri kita dan sadari bahwa itu merupakan bagian dari harta rohani yang indah bagi kita.
GBU...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar