Minggu, 25 Oktober 2020

Seputar tentang Allah

 Apakah Allah Eksis ?

Keberadaan Allah telah lama menjadi problema bagi setiap orangkhususnya bagi yang sering mempertanyakan bahwa apakah Allah itu ada atau tidak. Banyak orang meragukan keberadaan Allah dengan berbagai alasan yang berdasarkan realita yang dapat  dilihat dengan mata jasmani. Orang-orang Ateis adalah orang-orang yang menyangkal akan adanya Allah bukan hanya itu saja mereka juga menyalahkan orang-orang yang percaya kepada Allah. sebab jika Allah itu ada dimanakah buktinya ? dapatkah kita mempercayai sesuatu yang tidak bisa kita lihat dan tidak pasti ? dan jika memang Allah ada dimana Dia sekarang dan bagaimana Allah bisa ada atau siapa yang menciptakan Allah ? kemudian jika memang menurut orang yang percaya kepada Allah bahwa Allah itu baik bukankah itu hanya kebohongan semata sebab jika diperhatikan bahwa dunia ini penuh dengan kejahatan, dengan kata lain bahwa sebenarnya Alllah tidak ada.

Pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting untuk dikaji dan diuji kebenarannya apakah yang disangka bahwa Allah itu tidak ada benar atau salah. Untuk menunjukkan bahwa Allah itu ada adalah hal yang lebih mudah jika dibandingkan dengan menunjukkan bahwa Allah tidak ada, mengapa demikian ? memang meskipun banyak orang tidak percaya Allah dengan suatu alasan bahwa Allah tidak ada sebab setiap kita tidak dapat melihatnya. Yang menjadi pertanyaan bersama adalah apakah untuk mempercayai sesuatu hal kita harus melihatnya terlebih dahulu ? bukankah ada banyak hal yang kita percayai di dunia ini tanpa kita dapat melihatnya secara jelas dengan mata jasmani kita ? sebagai contoh sederhana adalah pikiran dan perasaan. Jika seseorang ditanya apakah seseorang itu memiliki pikiran atau tidak orang itu pasti menjawab saya percaya bahwa saya memilikinya, demikian halnya dengan perasaan. Sebab jika dilontarkan sebuah pernyataan seperti “dasar tidak punya otak atau dasar tidak punya pikiran dan juga perasaan” tentunya orang itu akan marah dan merasa tidak terima sebab orang itu berkeyakina kalau dirinya memiliki keduanya (pikiran dan perasaan). Jadi jelas bahwa walaupun pikiran dan perasaan itu tidak dapat dilihat secara jelas seperti apa bentuknya namun dapat diketahui melalui dampaknya. Jika diperhatikan seperti contoh di atas maka dapat dimengerti bahwa respon kemarahan dan rasa tidak terima itu menunjukkan bahwa pikiran dan perasaan itu ada meskipun tidak bisa dilihat. Bukankah kemarahan adalah dampak dari perasaan seseorang dan  bukankah rasa tidak terima juga adalah dampak yang timbul dari pikiran sesorang ? sama halnya dengan pikiran dan perasaan demikian juga Allah yang walaupun tidak terlihat tetapi Dia ada. Bagaimana kita bisa tahu bahwa Allah itu ada ? melalui dampak dari karya-karya-Nya yang dapat kita lihat yaitu Alam semesta.

Mengapa dengan alam semesta ? ada apa dengan dengan Alam semesta ? siapakah yang membuat alam semesta itu ada ? atau alam semesta bisa ada dengan sendirinya. Alam semesta tidak ada dengan sendirinya meskipun ada yang mengaakan bahwa alam semesta ini terrbentuk dari ledakan besar yang kemudian membentuk suatu tatanan yang ada. Jika diperhatikan lagi bukankah hasil ledakan itu sesuatu yang tidak teratur ? bisakah yang tidak teratur menghasilkan sesuatu yang teratur ? bisakah sepeda motor, mobil, truk, dan sebagainya yang tabrakan mengahsilkan sesuatu yang teratur ? tentunya yang terjadi adalah kekacauan. Jadi bukankah peryataan bahwa Alam semesta terbentuk dari sebuah ledakan besar adalah sesuatu yang justru tidak masuk akal. Hal yang sangat mungkin adalah bahwa alam semesta bisa terbentuk sedemikian rupa pasti ada yang membentuk atau menjadikannya, jika demikian hanya siapakah yang membuat alam semesta itu ada ? tentunya adalah Pribadi yang sangat cerdas dan penuh hikmat dan Pribadi ini pastinya melampaui ruang dan waktu. Mengapa demikian ? sebab hanya Pribadi yang sangat cerdas penuh hikmat serta melampaui ruang dan waktulah yang dapat mengadakan atau menciptakan alam semesta yang begitu besar dan indah yang berada dalam keterbatasan. Lalu jika demikian halknya yang terjadi siapakah yang menciptakan Allah ? beberapa hal yang harus diketahui bahwa Allah tidak terikat oleh ruang dan waktu sebab Dia berada diluar ruang dan waktu. Lebih lagi bahwa sesuatu yang berada di dalam ruang dan waktu ada penyebabnya dan Allah tidak berada pada ruang dan waktu. Itu sebabnya tidak ada yang mengadakan atau membuat Allah itu ada. Dengan kata lain Allah itu ada dengan sendirinya dan Allah yang ada dengan sendirinya itu mengakibatkan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini ada.


Apakah masuk akal mempercayai Allah ?

Mempercayai Tuhan itu lebih masuk akal jika dibandingkan dengan percaya bahwa percaya Tuhan itu tidak masuk akal. Sebab jika dikatakan percaya dengan Tuhan itu tidak masuk akal lalu kita percaya kepada siapa ? apakah kita harus percaya kepada dewa-dewa lain ? bukankah dewa-dewa itu juga makhluk yang tidak kasap mata yang tidak dapat diketahui dengan pasti juga oleh manusia. Mengapa saya mengatakan demikian karena jika setiap orang memiliki dewa yang berbeda-beda apakah itu bisa diterima. Sepertinya tidak, karena jika setiap orang memiliki dewa masing-masing maka setiap manusia akan bertindak sesuai dengan kepercayaannya. Dengan demikian akan terjadi pertikaian karena setiap orang memiliki keyakinan yang berbeda-beda. Jika manusia juga mengatakan percaya Allah tidak masuk akal apakah percaya kepada manusia itu masuk akal ? saya pikir ini tidak benar sebab jika percaya kepada manusia, pertanyaannya adalah ada berapa banyak manusia yang ada di dunia ini ? jika demikian manakah yang harus kita percayai ? bisakah kita percaya kepada semua manusia di dunia ini ? hal ini merupakan tindakan yang sangat mustahil dan tidak bisa dilakukan oleh manusia. Sebab manusia memiliki kebenaran masing-masing. Ukuran setiap manusia pasti bnerbeda-beda itu sebabnya kita tidak bisa percaya kepada manusia. Satu-satunya yang masuk akal adalah kita harus percaya bahwa mempercayai Allah itu sangat masuk akal. Allah adalah kebenaran yang absolut yang menjadi standar kebenaran manusia. Jika tidak ada manusia yang dapat dipercaya maka satu-satunya yang dapat dipercaya adalah Allah.

Allahlah yang memampukan manusia untuk memikirkan ada atau tidaknya kebenaran. Kenapa banyak orang tidak percaya Allah dan menganggap kepercayaan kepada Allah adalah sesuatu yang masuk akal. Sebenarnya mereka percaya hanya saja tidak mau mengakuinya. Sebab keberadaan tentang adanya Allah tidak bisa disangkal dengan ilmu pengetahuan atau pemikiran manusia. Manusia terbatas sedangkan Allah tidak terbatas. Lebih dari itu ada atau tidaknya Allah tidak ditentukan oleh pendapat manusia yang terbatas. Sebab Allah yang tidak terbatas itu tidak bisa dibatasi dengan batasan manapun yang dibuat oleh manusia.

Bisakah kita mengenal Allah

Manusia bisa mengenal Allah tapi perlu diperhatikan bahwa pengenalan manusia kepada Allah tidaklah secara utuh. Mengapa demikian ? Pada hakikatnya manusia adalah ciptaan Allah. Sebagai ciptaan tidak mungkin manusia memiliki pengenalan yang utuh tentang Allah. Sebab ciptaan pasti lebih rendah jika dibanding dengan penciptanya. Jika manusia dapat mengenal Allah bagaimana caranya ? Pengenalan manusia terhadap Allah didapatkan melalui wahyu atau pernyataan umum yaitu alam semesta. Namun demikian pengenalan ini hanya sebatas pengenalan akan keberadaan Allah yaitu sifat-sifatnya. Sifat-sifat yang seperti apa ? Sifat-sifat Allah dapat diketahui melalui bagaimana alam semesta ini ada tertata dengan sangat teratur. Hal ini menunjukkan bahwa Allah itu adalah Pribadi yang teratur. Dengan kata lain Allah tidak suka dengan kekacauan. Lebih lagi ketika segala sesuatunya teratur maka hal itu akan terlihat sangat indah dan ketika sudah indah maka setiap ciptaannya khususnya adalah manusia yang melihatnya pun akan kagum dengan keindahan yang ada. Keteraturan alam semesta ini juga menunjukkan betapa telitinya Allah dalam menempatkan dan mengatur segala sesuatunya. Ketelitian Allah juga menunjukkan bahwa Allah melihat segala sesuatunya secara detail dengan kata lain Allah mengetahui segala sesuatu yang dibuatnya bahkan sampai yang paling kecilpun Allah tahu.

Keteraturan alam semesta ini juga menunjukkan bahwa Allah bukan hanya Pribadi yang cerdas tetapi lebih dari itu, Allah adalah Allah yang bijaksana dalam mengatur dan menempatkan segala sesuatunya sehingga semuanya terlihat indah. Bagaimana bisa demikian? Jika memperhatikan bagaimana setiap planet yang ada berputar sesuai dengan batas-batas yang ditetapkannya sehingga tidak terjadi tabraakan dan sebagainya. Itu sebabnya manusia bisa mengenal Allah karena Allah sendiri yang menyatakannya kepada manusia. Manusia bisa mengenal Allah dengan melihat bagaimana setiap manusia diberikan kemampuan berpikir yang cerdas sehingga dapat memikirkan banyak hal untuk membuat sesuatu yang menarik dan Indah. Karekter-kararkter yang seperti ini sebenarnya menunjukkan bahwa manusia tidak bisa memilikinya tanpa ada yang memberinya. Siapa yang memberi ? tidaklah lain adalah Allah. Manusia memiliki sifat dasar yang sama seperti Allah hanya saja Allah tidak pernah berbuat kesalahan sedangkan manusia sering berbuat kesalahan.

Bagaimana kita mengenal kebenaran ?

Manusia tidak bisa menemukan kebenaran di dalam dirinya sendiri atau orang lain yang pada hakekatnya adalah manusia. Sebab manusia terbatas adanya. Manusia yang terbatas tidak mungkin mengenal kebenaran itu secara absolut. Mengapa tidak bisa absolut ? Sebab setiap manusia melihat kebenaran itu dengan cara pandang yang dimiliki masing-masing. Dengan kata lain kebenaran yang dimaksud oleh satu orang tidaklah sama dengan kebenaran yang dimaksud oleh orang lain. Jika demikian apakah kita bisa menemukan kebenaran dalam diri manusia. Saya pikir tidak. Kebenaran hanya dapat ditemukan di dalam Dia yang telah menciptakan alam semesta termasuk manusia yang ada di dalamnya. Sebab Dialah kebenaran itu sendiri ? Bagaimana bisa dikatakan bahwa Allah adalah kebenaran itu sendiri ? Dari mana kita mengetahuinya ? Allah adalah kebenaran itu sendiri yang kemudian memberikan kemampuan kita berpikir kepada manusia untuk memikirkan tantang kebenaran itu sendiri. Tapi sayangnya banyak manusia yang tidak mengakui kebenaran yang sejati itu karena menganggap bahwa dirinya paling benar. Itu sebabnya banyak orang mengatakan bahwa kebenaran itu relative sehingga setiap orang memiliki kebenaran masing-masing. Hal yang seperti ini bukanlah kebenaran sebab kebenaran yang sejati adalah satu adanya dan itu adalah Allah. Maka dari itu untuk mengenal kebenaran kita harus mengenal Allah yang adalah kebenaran dan sumber dari kebenaran yang dipikirkan manusia. Kenapa harus mengenal Allah sebab jika pengenalan akan Allah itu ada maka kebenaran yang sejati itu akan diketahui dan manusia tidak lagi merasa bahwa dirinya paling benar diantara yang lainnya. Memang manusia yg sudah jatuh dalam dosa tidak mampu mengenal Allah dengan benar tanpa Allah sendiri yang memperkenalkan atau menunjukkan diri-Nya kepada manusia. Bagaimana Allah memperkenalkan diri-Nya kepada manusia ? Karena Allah tahu bahwa manusia pasti tidak akan memiliki pengenalan yang benar akan Dia, Allah datang ke dunia dengan menjadi sama seperti manusia. Menjalani kehidupan seperti manusia yang dikenal di dalam Yesus Kristus yang mati dan kemudian bangkit dari kematian-Nya. Dalam hal ini Allah memperbaiki manusia yang sudah kacau oleh karena pembrontakan atau perlawanannya dengan Allah dan Allah ingin manusia kembali kepada kebenaran dan bergantung pada kebenaran di dalam Yesus Kristus sebagaimana yang dikatakan bahwa diri-Nya adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Ketika mengenal kebenaran secara otomatis kita akan memperoleh hidup. Kemudian ketika orang memperoleh hidup. Jika demikian bagaimana Allah bisa menjadi manusia bukankah Allah tidak bisa dilihat, bukankah Allah iu suci dan manusia tidak suci. Sehingga tidak mungkin Alah langsung  datang dengan kesucian-Nya karena jika demikian maka manusia pasti tidak tahan dan pastinya habis lenyap. Itu sebabnya Allah datang dalam wujud manusia supaya manusia mengenal-Nya.Apakah Allah Eksis ?

Keberadaan Allah telah lama menjadi problema bagi setiap orangkhususnya bagi yang sering mempertanyakan bahwa apakah Allah itu ada atau tidak. Banyak orang meragukan keberadaan Allah dengan berbagai alasan yang berdasarkan realita yang dapat  dilihat dengan mata jasmani. Orang-orang Ateis adalah orang-orang yang menyangkal akan adanya Allah bukan hanya itu saja mereka juga menyalahkan orang-orang yang percaya kepada Allah. sebab jika Allah itu ada dimanakah buktinya ? dapatkah kita mempercayai sesuatu yang tidak bisa kita lihat dan tidak pasti ? dan jika memang Allah ada dimana Dia sekarang dan bagaimana Allah bisa ada atau siapa yang menciptakan Allah ? kemudian jika memang menurut orang yang percaya kepada Allah bahwa Allah itu baik bukankah itu hanya kebohongan semata sebab jika diperhatikan bahwa dunia ini penuh dengan kejahatan, dengan kata lain bahwa sebenarnya Alllah tidak ada.

Pertanyaan-pertanyaan ini sangat penting untuk dikaji dan diuji kebenarannya apakah yang disangka bahwa Allah itu tidak ada benar atau salah. Untuk menunjukkan bahwa Allah itu ada adalah hal yang lebih mudah jika dibandingkan dengan menunjukkan bahwa Allah tidak ada, mengapa demikian ? memang meskipun banyak orang tidak percaya Allah dengan suatu alasan bahwa Allah tidak ada sebab setiap kita tidak dapat melihatnya. Yang menjadi pertanyaan bersama adalah apakah untuk mempercayai sesuatu hal kita harus melihatnya terlebih dahulu ? bukankah ada banyak hal yang kita percayai di dunia ini tanpa kita dapat melihatnya secara jelas dengan mata jasmani kita ? sebagai contoh sederhana adalah pikiran dan perasaan. Jika seseorang ditanya apakah seseorang itu memiliki pikiran atau tidak orang itu pasti menjawab saya percaya bahwa saya memilikinya, demikian halnya dengan perasaan. Sebab jika dilontarkan sebuah pernyataan seperti “dasar tidak punya otak atau dasar tidak punya pikiran dan juga perasaan” tentunya orang itu akan marah dan merasa tidak terima sebab orang itu berkeyakina kalau dirinya memiliki keduanya (pikiran dan perasaan). Jadi jelas bahwa walaupun pikiran dan perasaan itu tidak dapat dilihat secara jelas seperti apa bentuknya namun dapat diketahui melalui dampaknya. Jika diperhatikan seperti contoh di atas maka dapat dimengerti bahwa respon kemarahan dan rasa tidak terima itu menunjukkan bahwa pikiran dan perasaan itu ada meskipun tidak bisa dilihat. Bukankah kemarahan adalah dampak dari perasaan seseorang dan  bukankah rasa tidak terima juga adalah dampak yang timbul dari pikiran sesorang ? sama halnya dengan pikiran dan perasaan demikian juga Allah yang walaupun tidak terlihat tetapi Dia ada. Bagaimana kita bisa tahu bahwa Allah itu ada ? melalui dampak dari karya-karya-Nya yang dapat kita lihat yaitu Alam semesta.

Mengapa dengan alam semesta ? ada apa dengan dengan Alam semesta ? siapakah yang membuat alam semesta itu ada ? atau alam semesta bisa ada dengan sendirinya. Alam semesta tidak ada dengan sendirinya meskipun ada yang mengaakan bahwa alam semesta ini terrbentuk dari ledakan besar yang kemudian membentuk suatu tatanan yang ada. Jika diperhatikan lagi bukankah hasil ledakan itu sesuatu yang tidak teratur ? bisakah yang tidak teratur menghasilkan sesuatu yang teratur ? bisakah sepeda motor, mobil, truk, dan sebagainya yang tabrakan mengahsilkan sesuatu yang teratur ? tentunya yang terjadi adalah kekacauan. Jadi bukankah peryataan bahwa Alam semesta terbentuk dari sebuah ledakan besar adalah sesuatu yang justru tidak masuk akal. Hal yang sangat mungkin adalah bahwa alam semesta bisa terbentuk sedemikian rupa pasti ada yang membentuk atau menjadikannya, jika demikian hanya siapakah yang membuat alam semesta itu ada ? tentunya adalah Pribadi yang sangat cerdas dan penuh hikmat dan Pribadi ini pastinya melampaui ruang dan waktu. Mengapa demikian ? sebab hanya Pribadi yang sangat cerdas penuh hikmat serta melampaui ruang dan waktulah yang dapat mengadakan atau menciptakan alam semesta yang begitu besar dan indah yang berada dalam keterbatasan. Lalu jika demikian halknya yang terjadi siapakah yang menciptakan Allah ? beberapa hal yang harus diketahui bahwa Allah tidak terikat oleh ruang dan waktu sebab Dia berada diluar ruang dan waktu. Lebih lagi bahwa sesuatu yang berada di dalam ruang dan waktu ada penyebabnya dan Allah tidak berada pada ruang dan waktu. Itu sebabnya tidak ada yang mengadakan atau membuat Allah itu ada. Dengan kata lain Allah itu ada dengan sendirinya dan Allah yang ada dengan sendirinya itu mengakibatkan segala sesuatu yang ada di alam semesta ini ada.


Apakah masuk akal mempercayai Allah ?

Mempercayai Tuhan itu lebih masuk akal jika dibandingkan dengan percaya bahwa percaya Tuhan itu tidak masuk akal. Sebab jika dikatakan percaya dengan Tuhan itu tidak masuk akal lalu kita percaya kepada siapa ? apakah kita harus percaya kepada dewa-dewa lain ? bukankah dewa-dewa itu juga makhluk yang tidak kasap mata yang tidak dapat diketahui dengan pasti juga oleh manusia. Mengapa saya mengatakan demikian karena jika setiap orang memiliki dewa yang berbeda-beda apakah itu bisa diterima. Sepertinya tidak, karena jika setiap orang memiliki dewa masing-masing maka setiap manusia akan bertindak sesuai dengan kepercayaannya. Dengan demikian akan terjadi pertikaian karena setiap orang memiliki keyakinan yang berbeda-beda. Jika manusia juga mengatakan percaya Allah tidak masuk akal apakah percaya kepada manusia itu masuk akal ? saya pikir ini tidak benar sebab jika percaya kepada manusia, pertanyaannya adalah ada berapa banyak manusia yang ada di dunia ini ? jika demikian manakah yang harus kita percayai ? bisakah kita percaya kepada semua manusia di dunia ini ? hal ini merupakan tindakan yang sangat mustahil dan tidak bisa dilakukan oleh manusia. Sebab manusia memiliki kebenaran masing-masing. Ukuran setiap manusia pasti bnerbeda-beda itu sebabnya kita tidak bisa percaya kepada manusia. Satu-satunya yang masuk akal adalah kita harus percaya bahwa mempercayai Allah itu sangat masuk akal. Allah adalah kebenaran yang absolut yang menjadi standar kebenaran manusia. Jika tidak ada manusia yang dapat dipercaya maka satu-satunya yang dapat dipercaya adalah Allah.

Allahlah yang memampukan manusia untuk memikirkan ada atau tidaknya kebenaran. Kenapa banyak orang tidak percaya Allah dan menganggap kepercayaan kepada Allah adalah sesuatu yang masuk akal. Sebenarnya mereka percaya hanya saja tidak mau mengakuinya. Sebab keberadaan tentang adanya Allah tidak bisa disangkal dengan ilmu pengetahuan atau pemikiran manusia. Manusia terbatas sedangkan Allah tidak terbatas. Lebih dari itu ada atau tidaknya Allah tidak ditentukan oleh pendapat manusia yang terbatas. Sebab Allah yang tidak terbatas itu tidak bisa dibatasi dengan batasan manapun yang dibuat oleh manusia.

Bisakah kita mengenal Allah

Manusia bisa mengenal Allah tapi perlu diperhatikan bahwa pengenalan manusia kepada Allah tidaklah secara utuh. Mengapa demikian ? Pada hakikatnya manusia adalah ciptaan Allah. Sebagai ciptaan tidak mungkin manusia memiliki pengenalan yang utuh tentang Allah. Sebab ciptaan pasti lebih rendah jika dibanding dengan penciptanya. Jika manusia dapat mengenal Allah bagaimana caranya ? Pengenalan manusia terhadap Allah didapatkan melalui wahyu atau pernyataan umum yaitu alam semesta. Namun demikian pengenalan ini hanya sebatas pengenalan akan keberadaan Allah yaitu sifat-sifatnya. Sifat-sifat yang seperti apa ? Sifat-sifat Allah dapat diketahui melalui bagaimana alam semesta ini ada tertata dengan sangat teratur. Hal ini menunjukkan bahwa Allah itu adalah Pribadi yang teratur. Dengan kata lain Allah tidak suka dengan kekacauan. Lebih lagi ketika segala sesuatunya teratur maka hal itu akan terlihat sangat indah dan ketika sudah indah maka setiap ciptaannya khususnya adalah manusia yang melihatnya pun akan kagum dengan keindahan yang ada. Keteraturan alam semesta ini juga menunjukkan betapa telitinya Allah dalam menempatkan dan mengatur segala sesuatunya. Ketelitian Allah juga menunjukkan bahwa Allah melihat segala sesuatunya secara detail dengan kata lain Allah mengetahui segala sesuatu yang dibuatnya bahkan sampai yang paling kecilpun Allah tahu.

Keteraturan alam semesta ini juga menunjukkan bahwa Allah bukan hanya Pribadi yang cerdas tetapi lebih dari itu, Allah adalah Allah yang bijaksana dalam mengatur dan menempatkan segala sesuatunya sehingga semuanya terlihat indah. Bagaimana bisa demikian? Jika memperhatikan bagaimana setiap planet yang ada berputar sesuai dengan batas-batas yang ditetapkannya sehingga tidak terjadi tabraakan dan sebagainya. Itu sebabnya manusia bisa mengenal Allah karena Allah sendiri yang menyatakannya kepada manusia. Manusia bisa mengenal Allah dengan melihat bagaimana setiap manusia diberikan kemampuan berpikir yang cerdas sehingga dapat memikirkan banyak hal untuk membuat sesuatu yang menarik dan Indah. Karekter-kararkter yang seperti ini sebenarnya menunjukkan bahwa manusia tidak bisa memilikinya tanpa ada yang memberinya. Siapa yang memberi ? tidaklah lain adalah Allah. Manusia memiliki sifat dasar yang sama seperti Allah hanya saja Allah tidak pernah berbuat kesalahan sedangkan manusia sering berbuat kesalahan.


Bagaimana kita mengenal kebenaran ?

Manusia tidak bisa menemukan kebenaran di dalam dirinya sendiri atau orang lain yang pada hakekatnya adalah manusia. Sebab manusia terbatas adanya. Manusia yang terbatas tidak mungkin mengenal kebenaran itu secara absolut. Mengapa tidak bisa absolut ? Sebab setiap manusia melihat kebenaran itu dengan cara pandang yang dimiliki masing-masing. Dengan kata lain kebenaran yang dimaksud oleh satu orang tidaklah sama dengan kebenaran yang dimaksud oleh orang lain. Jika demikian apakah kita bisa menemukan kebenaran dalam diri manusia. Saya pikir tidak. Kebenaran hanya dapat ditemukan di dalam Dia yang telah menciptakan alam semesta termasuk manusia yang ada di dalamnya. Sebab Dialah kebenaran itu sendiri ? Bagaimana bisa dikatakan bahwa Allah adalah kebenaran itu sendiri ? Dari mana kita mengetahuinya ? Allah adalah kebenaran itu sendiri yang kemudian memberikan kemampuan kita berpikir kepada manusia untuk memikirkan tantang kebenaran itu sendiri. Tapi sayangnya banyak manusia yang tidak mengakui kebenaran yang sejati itu karena menganggap bahwa dirinya paling benar. Itu sebabnya banyak orang mengatakan bahwa kebenaran itu relative sehingga setiap orang memiliki kebenaran masing-masing. Hal yang seperti ini bukanlah kebenaran sebab kebenaran yang sejati adalah satu adanya dan itu adalah Allah. Maka dari itu untuk mengenal kebenaran kita harus mengenal Allah yang adalah kebenaran dan sumber dari kebenaran yang dipikirkan manusia. Kenapa harus mengenal Allah sebab jika pengenalan akan Allah itu ada maka kebenaran yang sejati itu akan diketahui dan manusia tidak lagi merasa bahwa dirinya paling benar diantara yang lainnya. Memang manusia yg sudah jatuh dalam dosa tidak mampu mengenal Allah dengan benar tanpa Allah sendiri yang memperkenalkan atau menunjukkan diri-Nya kepada manusia. Bagaimana Allah memperkenalkan diri-Nya kepada manusia ? Karena Allah tahu bahwa manusia pasti tidak akan memiliki pengenalan yang benar akan Dia, Allah datang ke dunia dengan menjadi sama seperti manusia. Menjalani kehidupan seperti manusia yang dikenal di dalam Yesus Kristus yang mati dan kemudian bangkit dari kematian-Nya. Dalam hal ini Allah memperbaiki manusia yang sudah kacau oleh karena pembrontakan atau perlawanannya dengan Allah dan Allah ingin manusia kembali kepada kebenaran dan bergantung pada kebenaran di dalam Yesus Kristus sebagaimana yang dikatakan bahwa diri-Nya adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Ketika mengenal kebenaran secara otomatis kita akan memperoleh hidup. Kemudian ketika orang memperoleh hidup. Jika demikian bagaimana Allah bisa menjadi manusia bukankah Allah tidak bisa dilihat, bukankah Allah iu suci dan manusia tidak suci. Sehingga tidak mungkin Alah langsung  datang dengan kesucian-Nya karena jika demikian maka manusia pasti tidak tahan dan pastinya habis lenyap. Itu sebabnya Allah datang dalam wujud manusia supaya manusia mengenal-Nya.


Gbu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...