Kamis, 29 Oktober 2020

????????????

 2 Korintus 5:1-10

Bagaimana kita hidup di dalam dunia yang sementara ini ?


Saudara-saudara adalah hal yang lazim jika rindu terhadap keluarganya itu muncul ketika seseorang berada jauh dari lingkungan atau tempat tinggal rumahnya. Hal ini tidak bisa dipungkiri. Sebagian besar pasti mengeluh apalagi jika tempat dimana orang tersebut tidak sesuai dengan apa yang biasa dilakukan dirymahnya. Sebab apa yang tidak biasa dilakukan dirumagnya tidak dapat diterapkan ditempat tersebut dan apa yang tidak biasa dilakukan justru itulah yang dilakukannya dan itu juga yang dihadapinya serta menjadi tantangan tersendiri.


Dunia ini merupakan sebuah tempat yang sementara bagi kita dan didunia ini juga kita sering mengeluh dengan setiap keadaan yang terjadi. hal ini juga wajar oleh karena dunia yang kita tempati sekarang adalah dunia yang penuh dengan manusia yang berdosa. oleh karenanya Paulus mendorong supaya kita tetap mengenakan pakaian kita dan jangan sampai telanjang di dalam menantikan dunia yang baru yaitu tempat tinggal yang sudah disediakan Tuhan bagi kita tempa tinggal yang penuh dengan kedamaian.


2 Korintus 5:2 (TB)  Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini,


Tempat kediaman surgawi memang penuh dengan kedamaian.


Wahyu 21:4 (TB)  Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu." 


Namun tempat tersebut tidak akan pernah kita tempati jika kita tidak pernah mengenakan pakaian kita yaitu ketaatan kita dalam melaksanakan hukum-hukum kerajaan Allah sebagai wujud ucapan syukur kita oleh karena kita diselamatkan oleh Allah di dalam Yesus Kristus yang oleh-Nya kita telah diadopsi menjadi anak-anak Allah.


Jika kita adalah anak-anak Allah memang sudah seharusnya kita hidup sesuai dengan hukum-hukum yang sudah diberikan oleh Allah untuk kita.

 

apa itu hukum-hukum kerajaan Allah ? hukum-hukum kerajaan Allah tidak lain adalah KASIH.


Yohanes 13:34 (TB)  Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.


Mengasihi bukanlah ajakan melainkan perintah.


Yohanes 15:12, 17 (TB)

12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.

17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."


pertanyaannya adalah masihkah sampai saat ini kita memelihara kasih itu ? bisakah kita menerapkannya ditengah-tengah dunia yang sudah rusak ini ?


ingat bahwa kita memang harus tetap mengerjakan itu namun bukan kita sendiri, Allah yang akan memampukan kita melalui Roh-Nya sebagai jaminan bagi kita.


Filipi 2:13 (TB)  karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.


2 Korintus 5:5 (TB)  Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan yang mengaruniakan Roh, kepada kita sebagai jaminan segala sesuatu yang telah disediakan bagi kita.


Oleh karenanya kita tidak perlu kuatir dan bingung serta berputus asa dalam menghadapi berbagai hal yang terjadi. tetap bersikap tabah dan teguhkan hati kita masing-masing dan percaya serta andalkan Tuhan dalam berbagai hal supaya hidup kita berkenan dihadapan-Nya.


2 Korintus 5:6-9 (TB)

6 Maka oleh karena itu hati kami senantiasa tabah, meskipun kami sadar, bahwa selama kami mendiami tubuh ini, kami masih jauh dari Tuhan,

7 — sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat — 

8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan. 

9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.


semua ini harus kita perhatikan dengan baik sebab ada saatnya nanti kita mempertanggungjawabkan setiap perbuatan kita dihadapan Tuhan dalam tahta pengadilan-Nya.


2 Korintus 5:10 (TB)  Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat. 


Pertanyaannya bagi kita; Masihkah kita bertahan dan tetap mengenakan pakaian kita di tengah-tengah dunia yang sudah rusak dan sementara ini ?


GBU..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...