Tetap jaga keseimbangan
1 Kor. 7:25-40
Masalah percabulan adalah masalah yang harus disikapi dengan serius. Karena itu Paulus begitu keras menegur jemaat yang terlibat dalam masalah ini. Paulus disini menyoroti masalah tersebut, hanya saja saat ini lebih diarahkan kepada tanggung jawab sebagai umat pilihan Allah. Paulus menyoroti empat hal:
1). jika seorang pria memilih untuk tidak terikat perkawinan dengan gadisnya, ia harus memusatkan perhatian pada Tuhan (ayt 32);
2). jika seorang pria memilih untuk terikat dalam lembaga perkawinan, ia harus menyenangkan istrinya (ayt 33)
3). bagi gadis yang tidak menikah, sebaiknya mereka memusatkan perhatian kepada perkara Tuhan supaya tubuh dan jiwa mereka tetap kudus (ayt 34a);
4). bagi yang ingin terikat dalam perkawinan mereka harus dapat menyenangkan suaminya (ayt 34b).
Dalam kondisi yang dikatakan darurat ini, Paulus terus berusaha mengimbau agar jemaat tetap menjalankan tanggung jawab yang Tuhan percayakan, karena tidak akan tahu apa yang akan terjadi. Himbauan Paulus di ayt 29 dan 30 ini sebenarnya "orang- orang yang beristri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristri; orang-orang yang menangis, seolah-olah tidak menangis. dn sebagainya". Sebenarnya Paulus tidak sedang bertujuan membingungkan, karena ayat-ayat ini diucapkan agar jemaat Korintus selalu mengingat bahwa tugas utama mereka adalah melayani Tuhan atau memusatkan perhatiannya pada perkara Tuhan. bahkan dari hal ini dapat dilihat dua pelajaran penting:
1). orang percaya dituntut untuk memikirkan pelayanan secara serius, bukan hanya kepentingan pribadi saja.
2). mereka yang serius dalam pelayanan harus juga perlu memperhatikan keseimbangan antara pelayanan dan keluarga, sehingga tanggung jawabnya dapat terlaksana dengan baik.
karena itu dari tiap kita yang mempunyai kebutuhan dan pergumulan pribadi yang berbeda-beda, kita harus menjaga keseimbangan antara keduanya?
meskipun sulit, akan tetapi yang terpenting disana adalah bagaimana kita dapat menjaga keseimbangan antara persoalan dengan pelayanan.
bagaimana? dengan meminta kekuatan dan petunjuk kepada Tuhan.
sebab, orang yang menaruh harapnya kepada Tuhan akan melewati segala sesuatu dengan maksimal dan dengan rasa ucapan syukur. yang sudah tentu bisa menjaga keseimbangannya.
GBU..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar