Jumat, 18 September 2020

Pengetahuan yang buruk (The bad Knowledge)

 Pengetahuan Yang Menjatuhkan


NOrang yang memiliki pengetahuan sangat dibutuhkan secara khusus untuk mengajar, membimbing dan memberikan wawasan yang lebih luas kepada orang lain. Namun perlu diketahui bahwa tidak semua orang yang berpengetahuan itu baik dan memberi banyak manfaat.


Pengetahuan juga dapat menjatuhkan orang lain secara khusus mereka yang tidak memiliki banyak pengetahuan. Tidak sedikit juga orang yang berpengetahuan justru memakai pengetahuannya untuk merendahkan sesamanya dan mencari perhatian dari orang lain supaya dengan banyaknya pengetahuan yang dimiliki dipuji dan disanjung-sanjung atau disegani.


Selain memberi banyak manfaat, pengetahuan juga banyak memberikan dampak yang buruk jika tidak digunakan dengan tepat. Orang yang berpengetahuan juga sering mengabaikan orang lain dan bahkan mengolok-olok atau menghina orang yang pengetahuannya lemah/sedikit. Itu karenanya pengetahuan yang demikian tidaklah berarti.


Alkitab menegaskan bahwa orang yang merasa dirinya tahu banyak sebenarnya orang tersebut tidak memiliki pengetahian yang mendalam.


1 Korintus 8:2 (BIMK)  Orang yang menyangka bahwa ia tahu banyak, sebetulnya belum mengetahui yang sedalam-dalamnya. 


1 Corinthians 8:2 (KJV)  And if any man think that he knoweth any thing, he knoweth nothing yet as he ought to know.


ΚΟΡΙΝΘΙΟΥΣ Α 8:2 (TR1894)  ει δε τις δοκει ειδεναι τι ουδεπω ουδεν εγνωκεν καθως δει γνωναι


Pengetahuan yang digunakan secara salah akan berdampak buruk bagi orang lain. Bukan hanya orang lain tetapi pada pribadi yang berpengetahuan tersebut.


Rasul Paulus memberikan suatu pengertian yang baik kepada Jemaat Korintus bahwa Jika memiliki pengetahuan yang banyak harusnya pengetahuan itu didasarkan atas kasih Allah. Sehingga dalam penerapannya pun tidak menimbulkan masalah baik bagi orang lain maupun bagi diri sendiri.


Dalam konteks ini Rasul Paulus menjelaskan tentang pengetahuan yang merujuk pada  cara atau sikap  hidup jemaat Korintus yang berpengetahuan terhadap mereka yang lemah. Yaitu mereka yang masih beranggapan bahwa tidak baik jika makan makanan yang dipersembahkan kepada berhala.


Maksud Paulus adalah Jika Jemaat tersebut sudah memahami bahwa tidak masalah makan makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala, namun mereka tidak boleh menerapkannya didepan mereka yang masih beranggapan bahwa itu tidak baik. Jika mereka ikut memakannya padahal hati mereka tidak berkata demikian dengan kata lain makan karena merasa sungkan atau terpaksa maka yang berpengetahuan itu telah membuat sesamanya dan dirinya sendiri  berdosa terhadap Kristus.


1 Korintus 8:10-12 (TB)

10 Karena apabila orang melihat engkau yang mempunyai "pengetahuan", sedang duduk makan di dalam kuil berhala, bukankah orang yang lemah hati nuraninya itu dikuatkan untuk makan daging persembahan berhala?

11 Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan"mu.

12 Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.


Memang makanan tidak membawa orang lebih dekat kepada Allah. Maksudnya makan makanan apapun tidaklah menjadi masalah namun Jika cara yang diterapkan merupakan batu sandungan bagi orang lain maka itulah yang bermasalah.


1 Korintus 8:8-9 (TB)

8 "Makanan tidak membawa kita lebih dekat kepada Allah. Kita tidak rugi apa-apa, kalau tidak kita makan dan kita tidak untung apa-apa, kalau kita makan."

9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah. 


Oleh karenanya sebagai orang percaya kita harus memahami hal ini dengan baik dan terus menjaga kebebasan kita secara khusus sikap dan perilaku kita di depan orang-orang yang memiliki cara pandang yang lain dengan kita, Supaya dengan demikian kita bisa menjadi berkat bagi orang yang ada disekitar kita.


1 Korintus 8:9 (TB)

9 Tetapi jagalah, supaya kebebasanmu ini jangan menjadi batu sandungan bagi mereka yang lemah.


Oleh karenanya jika kita memiliki pengetahuan yang banyak jangan kita terlalu bangga dengan hal itu. Sebab pengetahuan yang kita miliki bisa menjadi marabahaya yang besar jika kita salah menggunakannya. Alangkah baiknya jika kita memiliki pengetahuan hendaknya kita menjaganya dan menggunakannya  dengan baik supaya jangan sampai orang lain tersandung oleh karena pengetahuan kita.


Pertanyaannya bagi kita, sudahkah kita menggunakan pengetahian kita dengan baik ? Seberapa sering kita merendahkan orang lain dengan pengetahian kita ? Seberapa sering kita menjadi batu sandungan bagi orang lain oleh karena pengetahuan kita ?


Mari bersama-sama kita menjaga dan menggunakan dengan baik pengetahuan kita supaya melaluinya Injil kerajaan Allah diberitakan..


GBU..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...