Roma 8 : 1
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.
pada saat manusia jatuh dalam dosa, pada saat itulah manusia menanggung kutukan dari Allah dan manusia mengalami keterpisahan dengan Allah. manusia yang berdosa tentu mendapatkan hukuman dan hukuman atas dosa adalah maut (Rm. 6:23). itu sebabnya manusia yang seolah-olah trlihat seperti hidup tetapi pada dasarnya manusia itu mati (spiritual) (Ef. 2:1-2). hal ini mengindikasikan bahwa manusia menjalani kehidupan yang berujung pada kebinasaan. sebab tidak ada sesuatu hal yang dapat dilakukan oleh usaha manusia untuk memperkenan dirinya dihadapan Allah. meskipun manusia menaati hukum (Taurat) yang Allah berikan untuk dipatuhi. sebab hukum yang Allah berikan bukanlah suatu dasar untuk memperkenan manusia kepada Allah melainkan untuk menunjukkan manusia akan dosa2 yang telah dilakukan (Rm. 3:20) serta menuntun manusia pada kedatangan satu Pribadi yang dapat menggenapi hukum tersebut, tidak lain Pribadi itu adalah Yesus Kristus.
Yesus Kristus dikatakan tidak pernah melakukan dosa sama sekali hal ini bukan berasal dari pengakuan Yesus sendiri (Yoh. 8:46) tetapi juga dari pengakuan orang lain (1 Pet. 2:22). masih banyak bukti lain lagi tentang hal ini. Allah tahu bahwa manusia mengalami beban yang sangat berat dalam hidupnya (Mat. 11:28). dalam kondisi yang seperti ini Allah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dunia untuk memberikan keselamatan kepada manusia (Yoh. 3:16). Yesus datang untuk memberikan kemerdekaan kepada manusia sehingga manusia terhindar dari hukuman yang mengerikan dari Allah ketika manusia itu percaya kepada Yesus. kehadiran Yesus membuat Allah berhenti dari murka-Nya dan manusia tidak lagi berjalan kepada kebinasaan Roma 8 : 1
"Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus."
Perlu diingat bahwa hal ini berlaku bagi orang yang ada dalam Kristus. namun demikian dengan adanya kemerdekaan atau kebebasan manusia dari hukuman dosa ini bukan berarti manusia hidup sebebas mungkin sesuai dengan kemauannya sendiri ttp harus menunjukkan dan menggunakan kebebasan ini sebagai kesempatan untuk melayani seorang akan yang lain dalam kasih (Agape). supaya orang lain yang belum menerima kasih ini juga dapat merasakan kasih dari Allah yang diberikan kepada kita yang sudah menerimanya. manusia yang berada dalam Kristus tidak boleh hidup dalam keegoisan, karena jika demikian maka manusia itu belum berada dalam Kristus dan sudah pasti masih berada dalam penghukuman Allah.
betapa bersyukurnya kita yang sudah menerima kasih Allah dalam Yesus Kristus karena kita telah dibebaskan dari hukuman kekal Allah. itu sebabnya sudah menjadi tugas kita untuk membagikan kasih itu kepada orang yang belum mengalaminya. sebab kemerdekaan yang kita miliki adalah kemerdekaan dalam kasih (Gal. 5:13).
GBU..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar