Penampilan seorang kristen
1 Kor. 7:17-24
Ada orang yang menjadi Kristen, lalu mengganti namanya atau menambahkan nama 'kristen' di samping nama aslinya. Ada pula yang mengganti kebiasaan berpakaiannya, mungkin biasa bersarung peci, sekarang berjas dengan pakai dasi. Tentu boleh-boleh saja hal itu dilakukan. namun persoalannya, apakah itu perlu dan berguna? Bahkan yang lebih penting lagi: apakah dalam konteks tertentu tidak menjadi batu sandungan?
Contoh yang diungkapkan oleh Paulus adalah mengenai bersunat atau tidak bersunat. Orang-orang Yahudi menekankan sunat sebagai hukum yang wajib. Apakah orang Kristen harus bersunat? Atau sebaliknya tidak perlu bersunat (ayt 18). Bagaimana dengan hamba yang menjadi Kristen, perlukah ia menuntut pembebasan dirinya dari tuannya sendiri (ayt 21)? Bagi Paulus, bersunat atau tidak bersunat, itu tidak penting. Tetapi menjadi hamba atau kemudian merdeka juga tidak penting (menikah atau tidak menikah). Yang penting adalah firman Tuhan dilakukan dalam kehidupan setiap orang percaya (ayt 19).
Bagi Paulus, perubahan penampilan menjadi lebih 'kristen' itu tidak penting. Yang lebih penting adalah perubahan hidup Kristen itu sendiri. Kristen adalah orang yang dibebaskan dari dosa, untuk masuk dalam perhambaan kepada Kristus (ayt 22). Mungkin dengan tetap tinggal dalam status hamba, seorang anak Tuhan bisa memenangkan majikannya.
Di sini kita belajar bahwa Paulus dapat mengatur dalam hal menampilkan dirinya sebagai Kristen. Yang penting hidup Kristen harus bisa dilihat sebagai kesetiaan mengabdi kepada Kristus, supaya menjadi berkat bagi lingkungannya. Maka tetaplah hidup "seperti yang ditentukan Tuhan baginya dan dalam keadaan seperti pada waktu ia dipanggil Allah" (ayt 17).
Oleh sebab itu, mana yang lebih penting untuk ditampilkan: nama dan "asesoris" Kristen atau tingkah laku Kristen?
ingat bahwa kristen adalah seorang yang telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba Kristus
GBU..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar