
Nats Alkitab : Yakobus 4:13-17
Thema : Kesobongan dan Rencana yang bodoh
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan tentunya setiap manusia mempunyai tujuan hidup. dan untuk mencapai tujuan hidup itu tentunya harus dimulai dengan suatu perencanaan (Planning) supaya tujuan hidup itu tercapai.
Jika disimpulakan maka tidak lain lagi bahwa tujuan hidup manusia adalah untuk memperoleh kebahagiaan. Itu sebabnya banyak orang berjuang keras hanya untuk memperoleh kekayaan duniawi, istri yang cantik, suami yang tampan, memiliki rumah yang mewah, mobil, dll.
Namun apakah tujuan tersebut selaras dengan tujuan hidup yang Tuhan kehendaki ? Apakah kebahagiaan yang diperoleh itu merupakan kebahagiaan yang Tuhan kehendaki atau hanya untuk diri sendiri ?
Apakah salah ketika kita berencana ? tidak ada yang salah. namun hal ini harus kita pikir dengan baik-baik apakah rencana itu sesuai dengan kehendak Tuhan atau hanya untuk kepentingan diri kita sendiri ? rencana itu menjadi salah ketika ditargetkan untuk kepentingan diri sendiri, dan adanya anggapan bahwa apa yang kita kerjakan pasti berhasil. Ini adalah suatu bentuk dari kesombongan diri kita.
Perlu diperhatikan saudara-saudara bahwa Kesombongan adalah salah satu dari dosa maut (istilah yang dimaksudkan adalah jenis dosa yang sering membuat manusia tidak mengalami kebahagiaan yang semestinya dan akrab menghampiri setiap orang).
Kesombongan adalah dosa dasar yang menyebabkan prpisahan dari Allah, dari orang lain dna dari kemegahan hidup sebagai orang yang menyaksikan berkat Allah.
Norman wright mengataan bahwa kesombongan itu membuat orang sukar diberkati Tuhan, dan membuat orang sukar untuk membangun keluarga bahagia.[1]
Kesombongan itu merupakan cara pandang seseorang menilai dirinya secara berlebihan.
Kesombongan mengakibatkan orang memiliki tujuan yang tidak baik. Sebagai contoh adalah MENARA BABEL. (menjelaskan tentang pembangunannya)
Dalam suratnya, khususnya di dalam perikop ini, Yakobus menegur mengenaiperencanaan yang muncul ari kesombongan manusia dalam kemampuan untuk menentukan jalan masa ddepannya sendiri.
Dan inilah yang menjadi Alasan Yakobus memberikan teguran kepada kedua belas suku diperantauan sebab mereka melangakah dengan cara yang salah. khususnya para pedagang. Mereka adalah orang-orang Yahudi yang memiliki perdagangan menguntungkan di wilayah mediterania (Laut tengah; laut diantara Eropa dan Afrika).
Karena kemegahan/kecongkakan, mereka bernggapan bahwa apa yang akan mereka lakukan itu pasti berhasil dan mereka akan mendapat untung. Tetapi firman Tuhan mengatakan bahwa itu adalah perbuatan yang salah. kenapa dikatakan salah ?
Sebab dalam perencanaan, mereka tidak memperhatikan satu hal yang sangat penting yaitu “Kehendak Allah”. Itu sebabnya saya mengatakan bahwa rencana seperti itu adalah RENCANA YANG BODOH. Sebab hanya direncanakan untuk kepentingan sendiri. Bapak Gereja Agustinus pernah berkata bahwa:
MANUSIA YANG MENYENANGKAN DIRINYA SENDIRI BUKANLAH ORANG YANG AKAN KEHILANGAN SEGALANYA, TETAPI IA ADALAH ORANG YANG MENDEKATI KEHAMPAAN.[2]
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, bagaimana dengan kehidupan kita selama ini, apakah rencana-rencana yang kita buat selama ini termasuk dalam rencana yang bodoh ? apakah selama ini saudara-saudara hanya mementingkan kepentingan saudra sendiri ? jika memang demikian, itu berarti saudara harus bertobat mulai sekarang juga.
Apa yang sebenarnya yang harus kita laklukan? Bagaimanalah kita harus berencana ?
Dalam segala peprencanaan kita harus melibatkan Tuhan. dengan kata lain kita harus mencari kehendak Tuhan terlebih dahulu. Mengapa demikian ? di dalam Amsal 16:9 telah dikatakan:
“Manusia dapat membuat rencana, tetapi Allah yang menentukan jalan hidupnya.” (BIS)
Jadi jelas bahwa apapun yang kita rencanakan dan sebarapun banyaknya rencana yang kita buat jika kita tidak melibatkan Tuhan di dalamnya terlebih jika Tuhan tidak menghendakinya maka rencana itu adalah sia-sia belaka.
Dan firman Tuhan ini sangat memberikan pengertian yang jelas tentang hidup kita yang seperti uap. Artinya kitak tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. 1menit kedepan, 1 jam kedepan, 1 minggu kedepan, 1 bulan kedepan, dan apalagi satu tahun. Manusia hanya bisa mereka-reka dan itu tidak pasti.
Apakah yang dibanggakan dari diri kita manusia yang terbatas ini, kita sudah jatuh dalam dosa. Pikiran kita sudah tidak beres. Itu sebabnya kita harus mengizinkan Tuhan mengontrol pikiran kita supaya rencana-rencana yang kita buat itu selaras dengan kehendak-Nya.
Bagaimanakah mengetahui kehendak Allah? Kehendak Allah dinyatakan kepada mereka yang relamenundukkan diri kepada Allah. Seperti apakah orang yang menundukkan diri? Dia adalah orang yang tekun membaca Alkitab, merenungkan serta melakukan firman Allah.
Yeremia 29:11 “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (ITB)
Sebagai penutup
Calvin mengatakan: “Nothing is greater than the will of God except God Himself”
Allah telah merencanakan hal yang indah bagi kita.
Dan jika kita tidak bersandar pada Allah serta kehedak-Nya maka kita adalah kategori orang-orang yang memiliki rencana yang bodoh dan orang-orang yang melawan Allah.
Akibatnya adalah kehancuran. Sebgaimana yang dikaatakan Norman wright bahwa kesombongan itu membuat orang sukar diberkati Tuhan, dan membuat orang sukar untuk membangun keluarga bahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar