Rabu, 26 Agustus 2020

Sudahkah saya berani membicarakan kebenaran Allah ?


Dalam banyak hal terkadang kita merasa malu ketika dipercayakan untuk berbicara atau menyampaikan firman Allah di depan banyak cendekiawan atau ahli-ahli kitab yang memiliki pengetahuan yang lebih baik dari kita. Hal inilah yang sering membuat banyak orang Kristen menjadi tidak percaya diri dan merasa takut dalam menyampaikannya dan bahkan tidak mau lagi untuk berbicara di depan para cendekiawan dan ahli-ahli kitab. 


Namun perlu kita ketahui bahwa Alkitab mengajarkan kepada kita untuk tidak perlu takut dan cemas dalam menyampaikan firman Allah meskipun di depan banyak orang yang sudah tahu.


Rasul Paulus mendorong kita untuk melihat hal yang sangat penting yang harus tetap dilakukan oleh orang Kristen yaitu tetap memberitakan Injil keselamatan Yesus kepada mereka sekalipun mereka sudah mengetahui hal tersebut. Rasul Paulus tidak peduli dengan orang-orang percaya di Roma yang dia sendiri yakin bahwa mereka sebenarnya penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati. Namun rasul Paulus tetap memberikan nasihat, ajararan untuk mengingatkan dan menguatkan iman mereka (Roma 15:14-21).


Alasan yang terbaik yang dinyatakannya adalah karena Kasih karunia Allah (Roma 15:15). Kasih karunia Allah mendorong bukan hanya Rasul Paulus tetapi juga kita semua orang-orang Percaya untuk menjadi orang yang berani memberitakan Injil kepada siapapun dan tidak perlu merasa takut dan ragu meskipun di depan orang-orang yang Pintar dan memiliki pemahaman yang luas. Sebab Injil kasih karunia Allah yang adalah Kebenaran itu tidak diberitakan kepada orang-orang tertentu melainkan kepada semua orang termasuk mereka yang sudah memiliki pemahaman yang banyak tentang firman Allah juga masih perlu untuk mendengarkan dan belajar dari orang lain.


Yang terpenting kita menyampaikannya sesuai dengan apa yang telah Kristus kerjakan bagi kita untuk memimpin orang pada ketaatan oleh perkataan dan perbuatan yang benar dalam Kristus. oleh karena itu selama yang kita sampaikan adalah kebenaran oleh kasih Karunia Allah yang di anugerahkan bagi kita tidak perlu merasa takut untuk menyampaikannya meskipun di depan banyak orang yang pandai.


Sudah seharusnya kita harus saling mengingatkat satu dengan yang lain tanpa memandang bulu supaya setiap kita juga boleh belajar untuk rendah hati dan tidak merasa lebih tahu dari yang lain.


Berkat yang kita terima, Anugerah yang diberikan kepada kita harus dibagikan kepada orang lain dengan penuh keberanian. Secara khusus mereka yang belum percaya bahwa Yesus adalah Injil (kabar baik) itu sendiri. Yesus adalah satu-satunya Jalan dan Kebenaran dan Hidup (Yohanes 14:6).


Kita tidak perlu merasa takut selama yang kita sampaikan adalah Kebenaran.


GBU..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...