Rabu, 26 Agustus 2020

Thànks Giving

Selalu memgucap syukur dalam segala hal

(1 Kor. 1:4-9)


Ucapan syukur ini bukan bersifat sindiran dan juga bukan dialamatkan kepada kelompok tertentu saja di dalam jemaat itu. Ucapan ini terlebih lagi bukan usaha terselubung untuk "mencari teman dan mempengaruhi orang", sekalipun memang benar bahwa "menyalahkan paling bagus kalau dilakukan di balik pujian". Ucapan ini lebih merupakan suatu penilaian yang jujur tentang kedudukan jemaat Korintus di dalam Kristus dan merupakan landasan bagi permintaan Paulus agar jemaat hidup sesuai dengan kedudukan ini. Paulus menyebutkan secara khusus karunia perkataan dan pengetahuan yang mereka miliki.


intinya bahwa seluruh "ucapan syukur" sll di kotrol dengak kata "aku mengucap syukur". dalam artian, Paulus selalu mengucap syukur atas kasih karunia Allah Kristus Yesus.


maksudnya adalah bahwa sikap Paulus sangat relevan untuk gereja² masa kini, untuk tidak mengecilkan ke-utamaan Allah dan bukan hanya untuk gereja², bahkan orang² percaya pn sangat membutuhkan kesadaran akan ke-utamaan Allah. menjadi orang yang selalu mengucap syukur dalam segala hal dan bahkan fokus pada Allah, sang pemberi karunia² yang dimiliki.

satu hal bahwa kesadaran fokus diri atau pandangan tertuju kepada Allah itu menunjukkan bagaimana kita hidup dalam kasih karunia Allah, bukan untuk membagakan diri karena dalam perkataan, pengetahuan, dan berbagai karunia, melainkan lakukan segala sesuatu dengan kasih dan selalu mengucapan syukur.

GBU..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...