Rabu, 26 Agustus 2020

 1 Korintus 4:11-13

Yang terpenting adalah kekayaan Rohani bukan Materi


Pada bagian ini Paulus memberikan penekanan pada nasihatnya dengan menunjukkan sesuatu yang kontras dengan keadaan jemaat Korintus yang  merasa diri kaya.


Paulus menceritakan bahwa dirinya dan rasul-rasul yang lain lapar dan haus (4:11a). Keadaan ini berbeda dengan keadaan jemaat Korintus yang telah merasa kenyang (4:8). Secara jasmani Paulus memang kerap mengalami kekurangan sampai tidak bisa makan (2Kor 11:27; Flp 4:11-12), bahkan dia menyebutkan bahwa dia mengalami ketelanjangan dan tidak memiliki tempat yang tetap bahkan mengusahakan pekerjaannya sendiri.


Namun secara rohani dia dikenyangkan oleh injil. Sebaliknya, jemaat Korintus yang merasa kenyang secara jasmani maupun rohani sebenarnya belum seberapa kenyang karena masih tidak dapat mengkonsumsi makanan keras (3:2; 4:8).


Dalam hal ini Paulus menegaskan bahwa semua itu masih terus menerus dia alami. Hal ini nampak pada frase "sampai pada saat ini." 


Paulus sengaja menunjukkan dirinya dengan keadaan yang demikian supaya jemaat sadar bahwa mereka terlalu sombong dan tidak pernah memperhatikan Paulus sebagai hamba Tuhan secara khusus Paulus yang dipandang rendah oleh karena diragukan kerasulannya.


Dengan adanya realita seperti ini kita harus belajar baik melalui keadaan Jemaat maupun Paulus. Seringkali orang Kristen bersikap seperti Jemaat Korintus yang tidak peduli dengan keadaan hamba Tuhan dan bahkan menganggapnya sebagai seorang yang rendah dan tidak berguna dan memperlakukannya seperti bukan hamba Tuhan. Dengan adanya sikap seperti ini sebagai jemaat Tuhan sudah seharusnya kita belajar untuk membuka mata dan memlerhatikan para hamba Tuhan dengan sebaik mungkin. Sebab mereka adalah utusan Tuhan yang dipercayakan untuk memlihara iman kita bersama.


Dari sikap Paulus kita dapat belajar bahwa sebagai hamba Tuhan kita harus bisa hidup mandiri dan menunjukkan bahwa Tuhan yang telah mempercayakan tugas pelayanan yang mulia senantiasa memelihara kita dalam keadaan apapun. Lebih dari itu bahwa kehidupan kita tidak bergantung pada kelimpahan hidup manhsia melainkan kelimpahan sang Tuan yaitu Tuhan yang kita layani.


Jadi dapat dimengerti juga bahwa Kekayaan rohani tidak dapat diukur dengan kekayaan secara materi. Sebab banyak orang yang kaya secara materi namun tidak memiliki pemahaman Injil yang benar sehingga menggunakan kekayaan tersebut untuk keaombongan diri sendiri dan merendahkan orang lain.


Bagaimana dengan keadaan kita sekarang ?


GBU..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...