Selasa, 11 Mei 2021

Duduk di Sebelah kanan Allah

 "Makna duduk di sebelah kanan Allah"

Mazmur 110:1
Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."

Matius 22:41-46 (TB)  Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya:
"Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud."
Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata:
Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"
Tidak ada seorang pun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorang pun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.

Markus 16:19
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

Terangkatlah Ia (Yesus) ke sorga
Mark 16:19 (ASV)
So then the Lord Jesus, after he had spoken unto them, was received up into heaven, and sat down at the right hand of God.

Mark 16:19 (KJV)
So then after the Lord had spoken unto them, he was received up into heaven, and sat on the right hand of God.

ΜΑΡΚΟΝ 16:19 (TR1894)
ο μεν ουν κυριος μετα το λαλησαι αυτοις ανεληφθη εις τον ουρανον και εκαθισεν εκ δεξιων του θεου

ἀνελήμφθη        εἰς       τὸν     οὐρανὸν
Was taken up     into      the       heaven

Dalam Vine's Dictionary

ἀναλαμβάνω
(Strong's #353 — Verb — analambano — an-al-am-ban'-o )

"to take up" (ana), "to take to oneself, receive," is rendered "to receive" in Mark 16:19; Acts 1:2,11,22 , RV, "He was received up" (AV, "taken"); Mark 10:16; 1 Timothy 3:16

Jadi ayat ini jelas menyampaikan bahwa Yesus benar benar terangkat dan diterima dengan membawa dirinya sendiri dalam kerajaan sorga.

Kemana kah Yesus  membawa diri-Nya sendiri ?
Jawabannya jelas ke dalam surga (into heaven).
Bagaimana mungkin Yesus ke surga dengan sendiri-Nya ??

Dalam hal ini kita perlu tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah yaitu Firman Allah dan Firman itu bersama sama dengan Allah (Yohanes 1:1)

Tentang hal ini sebenarnya jelas bahwa dalam kitab suci pasal pertama dan ayat pertama menunjukkan keberadaan Firman itu sebagai Pencipta yaitu Allah sendiri yang tentunya ada dalam kerajaan Sorga sebagai Raja segala raja.

Dalam targum juga tertulis demikian

בראשׁית בְּחוּכְמָא בְּרָא יְיָ:
In wisdom (be-hukema) the Lord created.

https://www.sefaria.org/Targum_Jerusalem,_Genesis 1:1

Sebagaimana yang dijelaskan oleh rasul Yohanes bahwa Firman itu menjadi manusia. Firman itu keluar dari Allah tanpa meninggalkan Allah (Yohanes 8:42)

Jadi Firman yang bersama-sama atau di dalam Allah itu telah berinkarnasi menjadi manusia tanpa kehilangan keallahan-Nya.
Hal ini dilakukan dengan maksud:

1. Allah ingin menyatakan siapa sejatiNya Allah itu kepada manusia. (Melalui Kasih Allah yang besar). Lebih dari itu ingin menunjukkan bagaimana seharusnya manusia hidup di hadapan Allah.

Contoh kecil yang dapat kita pelajari adalah melalui Pencobaan di Padang Gurun. Di situ Yesus sedang menunjukkan bagaimana hidup yang seharusnya dijalani oleh manusia dalam menyikapi setiap masalah.
Yesus sedang menunjukkan perbedaan kehidupan Adam yang pertama dan Adam yang terakhir.
Ia mau supaya hidup kita tidak seperti Adam pertama yang gagal oleh karena nafsunya. Namun seperti Adam yang terakhir yang tetap berpusat pada firman Allah.
2. Allah ingin menunjukkan bahwa Dia setia dalam Perjanjian-Nya.
Kasih setia Allah melalui perjanjian-Nya dari Kejadian 3:15, dan di sampaikan kepada Abraham kemudian melalui para nabi telah digenapi dalam diri Yesus Kristus
3. Allah ingin menunjukkan bagaimana manusia seharusnya hidup. (Hidup seperti Yesus sebagai manusia sejati yang tidak berbuat dosa).
4. Untuk menyelesaikan masalah terbesar manusia (dosa)
5. Untuk memberi kemenangan bagi manusia yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat.

Kemenangan itu nyata dalam kebangkitan-Nya dari antara orang mati kemudian di konfirmasi dengan kenaikan-Nya ke sorga  dalam frasa duduk di sebelah kanan Allah.

Ungkapan “Duduk di sebelah kanan” adalah suatu ungkapan alegoris.

Jangan diartikan secara harafiah..

Kata tersebut juga tidak menunjukkan bahwa Allah itu lebih dari satu dan Yesus bukan Allah.

Jangan kita memahami tentang Allah dengan logika matematika. Ketika berbicara tentang Allah hal ini sudah mencakup ranah supranatural dan harus dipahami dengan logika metafisika.

Kata “kanan” sering digunakan oleh orang-orang Yahudi sebagai simbol kekuatan, kekuasaan dan kemuliaan (Mazmur 118:16; Keluaran 15:12;Keluaran 15:12)

Ungkapan “disebelah kanan” (kenapa tidak disebelah kiri, belakang atau depan) adalah : “Diam dalam Kerajaan Sorga” (bahasa Tradisi Yahudi, mengkiaskan sisi kanan adalah kebaikan atau kemuliaan -Ulangan 33:2

Kata “Duduk” menyatakan “pemeritahan, kedudukan dan posisi, penghormatan.

Maka “Duduk di sebelah kanan Allah” dalam ayat-ayat diatas adalah lambang dari kekuasaan, kekuatan/kemenangan, penghormatan, kedudukan Yesus Sang Mesias sebagai pemegang otoritas keAllahan sejati.

Gelar yang menurut harapan mesianik Yahudi akan diterapkan bagi Raja Mesias ini juga berhubungan erat dengan ungkapan “duduk di sebelah kanan Allah”. Mengapa demikian ? Ungkapan simbolik ini muncul dalam kaitan dengan pola bangunan Bait Suci (Ibrani:בֵּית־הַמִּקְדָּשׁ‎ – BEIT-HAMIQ’DASH) di mana istana raja-raja keturunan Raja Daud berada di sebelah selatan ruang Mahakudus (devir) Bait Allah yang menghadap ke timur. Ini berarti istana Daud berada “di sebelah kanan” ruang mahakudus yang melambangkan kehadiran Allah.

Oleh sebab itulah Yesus Kristus dalam kemenangan-Nya atas maut telah menyelesaikan tugas-Nya di dunia dan pergi kembali ke sorga sebagai Raja yang berkuasa tidak hanya di sorga tetapi juga di bumi (Matius 28:18).

Jadi Jelas mengapa Yesus harus ke sorga ? Jawabannya adalah karena dari sana lah Dia berasal.

Yohanes 16:28 (TB) Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."

Dan di sorga lah Dia sedang menyediakan tempat bagi setiap kita yang percaya kepada-Nya supaya kita juga mendapat sukacita dan bahagia bersama dengan Dia. Asalkan kita percaya.

Yohanes 14:1-3 (TB) "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Dalam hal ini kita juga tidak perlu gelisah sebab Roh penghibur telah diberikan kepada setiap kita yang percaya kepada-Nya. Dan Roh itulah yang akan mengajar, membimbing, mengindahkan kita dalam kehidupan yang kita jalani ini sehingga kita semakin hari semakin serupa dengan Kristus dan hidup seperti halnya Kristus.

Jika kita berada dalam Yesus Kristus yang adalah Firman Allah maka kita akan hidup tetapi jika kita di luar Yesus Kristus maka kita akan mati.

GBU..

Sabtu, 01 Mei 2021

Hanya Allah Satu-satunya Hakim bagi manusia

 Yakobus 4:11-12

Terkadang tanpa disadari manusia sering terjebak dalam tindakan yang salah dengan menghakimi sesamanya tanpa melihat kepada Firman Allah. Dengan mudah memfitnah atau menyalahkan orang lain karena aturan-aturan yang dibuat sendiri yang pada dasarnya bukan sesuatu hal yang esensi kemudian hal itu dipaksakan supaya dilakukan dan ketika tidak dilakukan maka dengan semena-mena menghardik atau memarahinya serta menyalahkannya.

Tanpa disadari, sebenarnya tindakan seperti ini merupakan tindakan yang salah dan pemaksaan terhadap hati nurani orang lain.

Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! (ay. 11).

Kata Yunani, katalaleite, berarti berbicara apa saja yang dapat menyakiti atau melukai orang lain. Kita tidak boleh membicarakan yang buruk-buruk, meskipun itu benar, kecuali kita dipanggil untuk itu, dan ada kepentingan untuk itu. Terlebih lagi kita tidak boleh menceritakan hal-hal buruk apabila itu salah, atau sepanjang pengetahuan kita mungkin salah. Bibir kita harus dibimbing oleh hukum kebaikan,

Jangan kita salah mengerti dengan pernyataan Yakobus dalam suratnya.

Dasar Yakobus di sini adalah bahwa orang-orang Kristen tidak boleh menjelek-jelekkan saudaranya, apalagi hal ini dilakukan di depan umum. Jangan kita merasa diri benar dari yang lain. Jangan kita menghakimi sesama kita secara berlebihan.

Orang yang menganggap diri selalu benar dari yang lain adalah orang yang belum mengerti firman Tuhan serta belum mengalami firman Tuhan meskipun firman Tuhan dibaca setiap hari.

Orang yang berpegang pada prinsip sendiri adalah orang yang jauh dari firman Allah. Prinsip manusia semuanya harus diarahkan dan disesuaikan dengan firman Allah.

Janganlah menjadi kesukaan kita untuk menyebarkan kesalahan-kesalahan orang lain, membocorkan hal-hal yang rahasia, hanya untuk menyingkapkannya di depan umum. Juga, jangan suka melebih-lebihkan kesalahan mereka yang sudah diketahui, melebihi apa yang sepantasnya diterima mereka.

Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya. Hukum Musa mengatakan, janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu (Im. 19:16). Hukum Kristus mengatakan, jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi (Mat. 7:1).

Rasul Yakobus dengan tegas disini sedang mencela orang-orang yang dengan sesuka hatinya sendiri suka mencela sesamanya dan menyalahkan sesamanya jika yang dilakukan tidak sesuai dengan kehendaknya. Padahal hal itu tidak menjadi masalah. Orang yang demikianlah sebenarnya yang mencela hukum Allah.

"Orang yang bertengkar dengan saudaranya dan mengecamnya karena apa saja yang tidak ditentukan dalam firman Allah, berarti merendahkan firman Allah, seolah-olah firman Allah bukan peraturan yang sempurna."

Jangan mencoba-coba untuk menegakkan aturan dan prinsip sendiri. Tindakan ini merupakan bentuk perendahan hukum-hukum Allah.

Terakhir.

Perlu diingat bahwa. Yakobus tidak sedang mengatakan bahwa kita tidak boleh sama sekali menghakimi sesama - yang dimaksudkan adalah jangan sekali-kali menekankan prinsip kita kepada orang lain dan menyalahkan orang lain jika tidak sesuai dengan prinsip kita, padahal prinsip itu tidak sesuai dengan hukum Allah.

Orang yang suka menegakkan prinsip sendiri sebagai aturan hidupnya dan orang lain adalah orang yang melawan hukum Allah.

Oleh karenanya jika menghakimi - hakimilah sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Perlu diingat juga bahwa jangan sekali-kali menghakimi orang dengan mengatasnamakan firman Tuhan jika kita tidak benar-benar mengerti firman Tuhan dan jika kita tidak pernah menggali serta mengeksegese dan mengekspose firman Tuhan dengan baik.

GBU..


Rabu, 28 April 2021

Who are You ??

 IDENTITAS DIRI ORANG KRISTEN

Pribadi Paulus

1. Paulus Seorang Hamba Kristus Yesus
2. Paulus Seorang Rasul Kristus
3. Paulus milik Yesus yang disucikan

1. Paulus sebagai Hamba Kristus Yesus

Dalam pengenalannya terhadap orang-orang Kristen yang ada di Roma, Paulus sedang memberikan suatu pernyataan yang isinya tentang dirinya sendiri dan bagaimana dirinya menjadi seorang pelayan Injil.

Seperti pada umumnya dalam budaya Yunani-Romawi menulis surat, Paulus memperkenalkan dirinya secara khusus tentang statusnya ketika menulis surat tersebut. Dengan Jelas disebutkan bahwa Paulus seorang hamba Kristus Yesus. Meskipun sepertinya dalam menulis surat Roma ini ditemani oleh rekan sekerjanya (Timotius) Roma 16:21, Dengan semgaja Paulus ingin memperkenalkan dirinya secara pribadi kepada orang-orang yang ada di Roma. Adapun tujuannya tidak lain adalah untuk meyakinkan para pembacanya tentang identitasnya dan bagaimana Tuhan bekerja dalam hidupnya.

Dengan tegas dalam kesempatan ini Paulus memperkenalkan dirinya sebagai hamba Kristus Yesus (δούλος Χριστοῦ  ᾿Ιησοῦ), doulos christou Iēsou). Dalam hal ini terdapat dua hal penting yang perlu dibahas terlebih dahulu yakni Hamba dan Kristus Yesus.

Kata hamba yang digunakan oleh Paulus adalah doulos yang berarti "hamba." Meskipun terlihat aneh bagi orang Yunani namun bagi orang Yahudi kata tersebut tidak aneh.

https://bible.org/seriespage/1-study-and-exposition-romans-11-7

Beberapa komentator berpendapat bahwa karena perbedaan besar antara perbudakan Yahudi seperti yang dipraktikkan di zaman Perjanjian Lama dan perbudakan Roma abad pertama, Paulus hanya memikirkan konsep Yahudi ketika berbicara tentang hubungannya dengan Kristus.

Kata yang sama yang digunakan oleh Paulus adalah ebed yang merujuk pada hubungan tuan dan hamba. Adapun maksud Penulis tersebut digunakan dalam hubungannya antara umat Tuhan dengan Tuhan. Lebih dari itu kata tersebut merujuk pada tokoh-tokoh dalam perjanjian lama seperti; Musa (Yos. 1:1; 14:7), Daud (Mzm. 89:3; 2 Sam. 7:5, 8), Elia (2 Raj. 10:10).

Dalam hal ini dapat diketahui bahwa:
Paulus sedang menunjukkan dirinya sebagai salah seorang yang Kudus dari tokoh-tokoh yang Kudus dalam perjanjian lama,
Paulus mengucap syukur atas keberadaannya sebagai hamba Kristus Yesus.
Meskipun demikian, tidak cukup hanya di situ. Tujuan utamanya sebenarnya bukan untuk menyombongkan diri sebagai salah seorang yang Kudus, melainkan  untuk menunjukkan sebuah komitmen untuk melayani Yesus.
Galatia 2:20 "namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku."

Dalam pengertian lain istilah hamba Kristus Yesus dapat dimengerti sebagai budak atau hamba firman Allah, Kebijaksanaan, kebenaran, kebajikan yang identik pada diri Yesus Kristus.

{Origen, The Fathers of the Church, Commentary On teh Epistle to The Romans, Books 1-5, Translated by Thomas P. Scheck, (Washington, D.C: The Catholic University of America Press), hlm.62}

Artinya bahwa Paulus tidak melayani daging, kesombongan atau keserakahan, iri hati dan sebagainya. Hal ini terjadi karena ia memandang Yesus sebagai TUHAN.
Pernyataan ini ditegaskan juga dalam ayat lain bahwa orang yang masih memikirkan dirinya sendiri adalah seteru salib Kristus.

Filipi 3:18-19 (TB)  Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus.
Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi.

Noted:
Bukan hanya Paulus, melainkan juga setiap orang percaya adalah hamba Kristus yang sudah seharusnya memiliki komitmen untuk melayani Yesus Kristus yang artinya menjadi hamba Firman Allah, kebijaksanaan dan kebenaran. Itulah identitas diri kita sebagai orang percaya yang sudah diselamatkan dalam Yesus Kristus.

2. Paulus sebagai Rasul

Pengenalan selanjutnya tidak bisa dipisahkan dari pengenalan yang pertama yaitu sebagai hamba Kristus Yesus (δούλος Χριστοῦ  ᾿Ιησοῦ), doulos christou Iēsou). Artinya dengan mengawali dirinya sebagai hamba untuk mempertegas bahwa kerasulannya bukan secara kebetulan, bukan juga dari keinginannya sendiri dan bukan juga oleh karena orang lain (teman, sahabat, orang tua dan orang-orang terdekatnya). Kerasulan Paulus adalah dari TUHAN sendiri.

Kisah Para Rasul 9:1-6, 10, 15-16 (TB) Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar,
dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem.
Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia.
Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?"
Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu.
Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat."
Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan: "Ananias!" Jawabnya: "Ini aku, Tuhan!"
Tetapi firman Tuhan kepadanya: "Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku."

Dari pernyataan tersebut kita tahu bahwa Paulus dengan berani dan tegas mengatakan kerasulan nya adalah dari sang Tuan yang dia layani sekarang. Sang Tuan, yaitu Yesus Kristus lah yang mengutus Paulus menjadi Rasulnya. Hal ini dapat terlihat jelas ketika memperhatikan apa yang dimaksud dengan kata Rasul yang ditulis oleh Paulus. Kata yang ditulis adalah ἀπόστολος (apostle) yaitu rasul dan Kata ini adalah kata yang digunakan Tuhan Yesus untuk menggambarkan hubungan-Nya dengan Allah,

Ibrani 3:1 (TB)  Sebab itu, hai saudara-saudara yang kudus, yang mendapat bagian dalam panggilan sorgawi, pandanglah kepada Rasul dan Imam Besar yang kita akui, yaitu Yesus,

Yohanes 17:3 (TB)  Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Paulus yang adalah seorang hamba dari Yesus Kristus telah dipercayakan untuk menyampaikan kebenaran dari Sang Tuan itu sendiri. Oleh karenanya otoritasnya bukan pada diri Paulus melainkan dari Dan Tuan, Yesus Kristus. Jadi dengan menjelaskan dirinya sebagai hamba Kristus dan kemudian melanjutkannya dengan menjadi rasul-Nya kita mendapati ada dua hal Penting yaitu;

Paulus adalah orang yang rendah hati. Dengan kata lain, segala hal yang dilakukan dan disampaikan itu bukan bersumber dari dirinya sendiri melainkan dari sang Tuan, Yesus Kristus.
Adanya kepatuhan yang total dari Paulus. Kepatuhan terwujud dari dirinya yang mau diutus oleh Tuhan dengan tidak menghiraukan nyawanya sedikitpun. Kisah Para Rasul 20:24 Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikit pun, asal saja aku dapat mencapai garis akhir dan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

Noted:
Setiap kita yang percaya adalah hamba Kristus yang juga sekaligus rasul (utusan) Kristus yang juga diutus oleh Kristus untuk menyampaikan Firman Kebenaran-Nya bagi dunia yang penuh dengan dosa ini. Dengan memahami hal ini sudah semestinya kehidupan kita sebagai hamba-hamba Kristus 1) memelihara sikap yang rendah hati. Dalam pengertian lain tidak menganggap diri lebih hebat dan benar dari yang lain serta tidak mudah menyalahkan orang lain dengan hanya melihat satu atau dua kesalahan yang dilakukan. Sebab kita adalah sama-sama orang berdosa yang dipakai oleh Allah untuk menjadi alat/instrumen bagi kemuliaan-Nya.
Kalaupun kita bisa melakukan banyak hal itu karena Tuhan yang telah memampukan kita. Kemudian selain memelihara sikap yang rendah hati ada lagi yang disebut sebagai 2) kepatuhan total. Maksudnya lakukanlah semua yang kehendaki Allah bagi diri kita. Sebab kita adalah hamba segaligus utusan-Nya. Dalam mengutus tentunya Sang Tuan tidak akan membiarkan kita begitu saja, Dia juga akan memperlengkapi kita dengan berbagai karunia yang ada. Lebih lagi jaminan kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan dan damai sejahtera telah dan pasti disediakan bagi setiap kita yang patuh secara total.

3. Paulus menjadi milik Allah yang disucikan

Jaminan keselamatan, hidup yang penuh kebahagiaan, damai sejahtera merupakan suatu kepastian bagi orang yang percaya kepada Kristus. Hal ini benar karena kita adalah milik Allah dalam Yesus Kristus. Sebagai milik Allah kita dipisahkan dari kehidupan dunia yang penuh dengan kejahatan. Dalam mengutus hamba-Nya, Allah tidak sekedar mengutus begitu saja. Paulus tidak hanya sekedar seorang hamba dan rasul biasa melainkan hamba dan rasul yang dikuduskan oleh Kristus.

Dalam hal ini Paulus tidak menggunakan kata "hagios" melainkan Kata ἀφωρισμένος (having been set apart) yang berarti telah dipisahkan. Maksudnya Paulus ingin menjelaskan kepada pembaca termasuk kita semua yang percaya bahwa Paulus memang sudah ditentukan sejak awal oleh Allah untuk dipisahkan atau dikhususkan melayani Dia sebagai seorang yang menyampaikan dan memberi teladan kebenaran bagi kemuliaan-Nya.

Galatia 1:15 (TB)  Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 

Jadi jelas bahwa kerasulan Paulus merupakan kasih karunia dari Allah semata dan itu sudah ditentukan sejak dalam kandungan.

Pemisahan harus terjadi supaya setiap orang tahu siapa Allah melalui utusan-Nya yang telah dipisahkan dan hidup sesuai dengan firman-Nya. Artinya bukan persoalan yang gampang untuk menjadi utusan karena Allah mau setiap utusan Allah harus menjadi cermmin bagi orang lain untuk melihat kemuliaan Allah. Sebagai cermin ada hal-hal yang harus diperhatikan;

Agar orang dapat bercermin dengan baik dan jelas maka cermin itu haruslah bersih. Sebab jika tidak bersih maka pandangan orang tersebut terhadap dirinya pasti kabur.
Sebagai cermin harus dapat menunjukkan siapa diri orang yang bercermin itu. Hal ini bisa terjadi jika bagian yang pertama sudah terjadi.
Tujuannya supaya yang bercermin dapat mengoreksi dengan baik apa yang masih kurang dan harus diperbaharui dalam dirinya.

Kebersihan cermin yang merupakan gambaran tentang diri kita sebagai orang percaya itu terlihat apakah kita sudah menghidupi Injil itu atau belum. Sudahkah Injil itu benar-benar kita alami dalam hidup kita atau belum ?

Jika Injil itu belum ada dalam diri kita dan belum kita alami maka sudah pasti bahwa orang lain tidak akan pernah bisa melihat kemuliaan Allah melalui hidup kita.

Noted;
Pemisahan dimaksudkan 1) untuk membuat adanya perbedaan antara Injil Yesus Kristus dengan injil-injil palsu yang diajarkan oleh dunia ini, kemudian 2) untuk membuat orang lain bersikap rendah hati dan menyadari akan keberadaannya yang penuh dengan dosa dan membawa mereka untuk membersihkan setiap kotoran (dosa) yang ada dalam diri mereka melalui Iman kepada Yesus Kristus.

Kesimpulan;

Setiap orang percaya adalah hamba Kristus Yesus yang dikuduskan atau dipisahkan secara khusus oleh Allah untuk menjadi utusan atau duta besar atau kepercayaan Allah sebagai cermin hidup bagi banyak orang sehingga melalui hidup kita, orang lain dapat melihat kemuliaan Allah.

Namun demikian orang lain tidak akan melihat kemuliaan Allah jika kita belum mengalami Injil dalam hidup kita yang diwujudkan dalam hidup yang rendah hati dan patuh secara total terhadap kehendak Allah.

Jumat, 25 Desember 2020

Dan Engkau akan menamakan Dia Yesus

MAKSUD PEMBERIAN NAMA


Setiap orang tua memberikan nama kepada anak-anaknya dengan maksud dan tujuan tertentu. Tentunya maksud ini adalah maksud yang baik yaitu supaya dengan nama tersebut seorang anak yang menyandang nama itu hidup sesuai dengan namanya.

Misalnya saja seperti orang Jawa memberi nama anaknya SUGIARTO dengan harapan bahwa anaknya kelak menjadi orang yang sukses, kaya dan memiliki banyak harta sehingga dapat hidup dengan bahagia. Ada juga yang diberi nama SUGENG dengan harapan selalu terhindar dari malapetaka dan selalu diselamatkan dari hal-hal yang buruk.

Meskipun demikian ada juga beberapa orang tua yang tidak tahu arti nama dari anak-anaknya. Walaupun demikian sebagian besar sudah memikirkannya sejak anaknya masih dalam kandungan.

Demikian juga dalam Alkitab. Para bapak leluhur kita memberikan nama kepada anak-anaknya dengan harapan yang Indah dan masing-masing memiliki nama dan biasanya nama itu diberikan sesuai dengan pengalaman yang dialami selama proses mengandung sampai melahirkan.

OTORITAS PEMBERIAN NAMA

Setiap nama pasti diberikan oleh orang tua masing-masing anak. Tidak mungkin ketika lahir anak itu request nama dan menamai dirinya sendiri.

Tetapi ada juga nama-nama secara khusus dalam Alkitab yang bukan dari orang tuanya dan bukan juga dari orang lain. Melainkan langsung dari Tuhan.

Seperti halnya Adam, Abraham, Sara, Ismael, Ishak, Israel (Yakub), Yohanes (Lukas 1:13) dan Yesus.

ALASAN MEMBERI NAMA YESUSNama Yesus tidak diberikan oleh Allah secara asal-asalan. Nama Yesus juga bukanlah nama yang baru bagi masyarakat yang ada pada waktu itu.

Jika memang bukan nama yang baru kenapa nama tersebut yang diberikan dan kenapa tidak diberi nama yang baru ?

Inilah keunikan yang harus kita pelajari bersama terkait dengan nama Yesus. Pada Zaman Tuhan Yesus nama Yesus tidak asing lagi. Maksudnya bahwa nama tersebut sudah muncul sejak 2000 th yang lalu yakni ketika bangsa Israel berada di Padang gurun menuju ke tanah Kanaan. Nama Yesus adalah nama yang sama dengan nama Yosua Bin Nun yang berarti TUHAN  PENYELAMAT.

Yosua yang sebelumnya memiliki nama Hosea diubah oleh Musa menjadi Yosua dengan maksud yang indah. Tuhan mengizinkan hal ini terjadi karena Tuhan merancang kan hal-hal yang besar yang akan terjadi pada Yosua. Dan ternyata benar bahwa Yosua sepanjang hidupnya menjadi pemimpin yang sangat berpengaruh bagi bangsa Israel setelah Musa. Yosualah yang memimpin bangsa Israel untuk menduduki tanah Kanaan.

Nama Yosua juga sangat berkaitan dengan nama yang diberikan untuk anak Maria yaitu Yesus.

Nama "Yesus" berasal dari bahasa Ibrani Yesus (Ibrani: יְהוֹשׁוּעַ - YEHOSHUA, artinya "YHVH menyelamatkan"); atau ישוע - YESYUA', yõd-syïn-vâv-'ayin transliterasi lain menyederhanakannya dengan aksara יֵשׁוּעַ - YESHUA' saja (Ibrani-Aramaik, ibarat Alexander menjadi Alex). Nama ini yakni menunjuk kepada Kristus sebagai Juruselamat (Ibrani: מֹושִֽׁיעַ - MOSHIA).

Alkitab berkata, Juru Selamat adalah YHVH sendiri :

Yesaya 43:11

LAI TB, Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.

KJV, I, even I, am the LORD; and beside me there is no saviour.

Hebrew,

אָנֹכִי אָנֹכִי יְהוָה וְאֵין מִבַּלְעָדַי מֹושִֽׁיעַ׃

Translit interlinear, 'ANOKHI {Aku} 'ANOKHI {Akulah} YEHOVAH (dibaca: 'Adonay, TUHAN) VE'EIN {dan tidak ada} MIBAL'ADAI {selain daripada-Ku} MOSHI'A' {Juru-selamat, noun common masculine singular absolute }

Janji Allah sebagai Juru Selamat digenapi dengan lahirnya Sang Juru Selamat, yaitu Yesus Kristus.

Dalam Yesaya 43:11 Alkitab berkata, Juruselamat (Ibrani: מֹושִֽׁיעַ - MOSHIA) adalah YHVH sendiri. Dalam penggenapan-Nya, yaitu kelahiran-Nya ke Bumi, Malaikat Gabriel menyebut יהוה - YHVH, Allah yang inkarnasi ini dengan gelar: Juruselamat ( מֹושִֽׁיעַ - MOSHI'A'):

Matius 1:21

LAI TB, Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Lukas 2:11

LAI TB, Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud

KJV, For unto you is born this day in the city of David a Saviour, which is Christ the Lord.

Apa yang dilakukan oleh Yosua sebenarnya itu menggambarkan bagaimana Yesus yang juga menjadi pemimpin bagi manusia yang bukan hanya bangsa Israel melainkan semua manusia yang mau datang dan percaya serta mengandalkanNya.

Nama Yesus ini memang banyak. Namun gelar dari nama Yesus anak Maria inilah yang membedakannya dari Yesus yang lain. Alkitab menyebutkan bahwa Yesus adalah Kristus yang juga disebut sebagai Immanuel. Hal ini berarti diriNya akan memimpin dan menyertai orang yang mengikutinya sampai selama-lamanya.

Yosua memang memimpin tapi hanya bangsa Israel dan kepemimpinannya dapat berakhir. Berbeda dengan Yesus yang tidak pernah berakhir..

Nama Yesus anak Maria merupakan nama diri yang memang sudah dinubuatkan jauh-jauh hari sebelumnya. Yaitu nubuat tentang Juru Selamat yang akan menyelamatkan manusia yang sudah berdosa dihadapan Allah. Juru Selamat ini sudah dijanjikan sejak dalam kejadian 3:15 kemudian diulang-ulang oleh para nabi-nabi yang terdahulu dalam sebuah perjanjian maupun nubuatan. Kemudian digenapi 2000 tahun yang lalu yaitu melalui kelahiran yang ajaib bunda Maria.

YESUS ADALAH BENAR-BENAR MANUSIA

KelahiranNya memang sungguh-sungguh ajaib dan sangat nyata. Dituliskan bahwa Yesus lahir di Betlehem yaitu di kota Daud. Kelahiran ini merupakan bukti nyata bahwa Yesus adalah manusia.

Bukti bahwa Yesus adalah manusia Dia dapat merasakan lelah, haus, kemudian makan seperti manusia pada umumnya dan mati.

YESUS BENAR-BENAR ALLAH

Kelahiran Yesus merupakan kelahiran yang tidak lazim sebab dilahirkan melalui seorang perawan dan berbeda dengan kelahiran yang lainnya. Yesus dilahirkan dan bahkan di sebut Kudus Anak Allah.

Apakah Yesus itu Allah ? Ya, Yesus adalah Firman yang menjadi manusia (Yohanes 1:1-3, 14). Dia adalah Allah yang kemudian merendahkan diriNya dengan mengambil rupa seorang hamba yang setia sampai mati (Filipi 2:8-9). Kematian-Nya dimaksudkan untuk melunasi semua hutang dosa manusia, hal ini dapat dimengerti melalui perkataanNya di kayu salib yang secara singkat berbunyi TELESTAI  yang berarti lunas dibayar.

Semua hutang dosa yang tidak bisa dibayar oleh manusia telah lunas dibayar oleh Yesus Kristus melalui kematianNya yang berdarah di kayu salib. namun kematian-Nya disambut dengan kebangkitanNya pada hari yang ke-3. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus bukan hanya sekedar nama diri melainkan menunjuk pada Pribadi Yesus yang adalah YHWH yang menjadi satu-satunya Juru Selamat yang hidup.

Jika keselamatan dari YHWH maka jelas satu-satunya Jalan adalah Yesus. Sebab Yesus adalah YHWH

Hanya Yesus yang bangkit dari kematianlah yang dapat melepaskan manusia dari kuasa maut.

Hanya Yesus yang tidak berdosalah dapat menebus dosa manusia.

Hanya Yesus tetap Hiduplah yang dapat memberi hidup kekal bagi manusia.

Dan di dalam Yesuslah  keselamatan itu nyata, dan sempurna. Sebab:

Kisah Para Rasul 4:12 (TB)....Keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

GBU All..

Senin, 14 Desember 2020

HOLY LIFE

Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?


Sebagai pemuda pemudi kita sangat akrap sekali dengan apa yang disebut "PACARAN". Meskipun tidak semua tahu apa itu pacaran banyak sekali kaum muda menyebutkannya untuk menyindir teman-temannya yang mulai suka satu sama lain dan bahkan dengan ketidakpahaman ini banyak sekali yang mengaplikasikan pacaran ini secara salah yaitu dengan meluapkan nafsu birahi semata.

menurut beberapa data yang ada kata pacaran itu berasal dari tanah Melayu, yaitu berasal dari tradisi masyarakat Melayu pada zaman dulu. Pacaran berasal dari tradisi pacar air, yaitu semacam tanaman pacar yang diberikan pada kuku dan tangan perempuan, warnanya merah bata. Jadi, tradisi Melayu ini berawal dari dua orang yang sedang jatuh cinta dan diketahui oleh keluarganya. Tradisi pantun pada masyarakat Melayu sangat kental, dalam tatadisi ini, sang laki-laki mengirimkan utusan kerumah perempuan dan membacakan sebuah pantun didepan rumahnya. Apabila sang pemilik rumah membalas pantun, maka dengan kata lain, cinta si laki-laki ini diterima.

     Nah, ketika sang perempuan menerima cinta laki-lakinya, maka akan dilanjutkan dengan pemberian pacar air ditangan keduanya. Tanda itu menandakan sebuah ikatan antara dua keluarga. Pacar air itu, biasanya bertahan di tangan sang perempuan selama 3 bulan. Inilah sebetulnya nilai dari tradisi itu. Meski sudah memiliki ikatan, tapi ketika 3 bulan laki-laki tersebut tidak kunjung meminang sang gadis, maka dengan kata lain ikatan itu akan hilang, dan sang perempuan boleh menerima pinangan dari laki-laki lain. Inilah asal muasal dari istilah pacaran.

      Jangan pernah dibayangkan masa 3 bulan itu seperti masa pacaran zaman modern ini, masyarakat Melayu terkenal dengan menjaga kehormatan keluarganya. Jadi selama 3 bulan itu, para laki-laki dan gadis tidak bisa berhubungan dengan bebes. Saat ini, pacaran sudah sangat bergeser maknanya, pacaran diibaratkan sebagai ekspresi perasaan suka antara laki-laki dan perempuan, diawali dengan kata “nembak” dan dilanjutkan dengan ikrar “jadian”, setelah itu mereka “resmi” menjadi sepasang kekasih. Anehnya, masyarakt sekitar sangat familiar dengna kejadian ini. Justru kalau tidak pacaran akan membuat harga diri turun, bahkan ketika pacaran pun banyak sekali hal-hal negatif seperti seks bebas dan tindakan-tindakan yang yidak pantas..

Sebagai orang Kristen secara khusus bagi pemuda pemudi yang akrap sekali dengan kata pacar, bagaimana dengan hidup kita ? apakah kita juga pernah melakukan hal2 yang demikian ?? bagaimana kita menjawab pertanyaan firman Tuhan ini dengan Jujur ??

Mazmur 119:9-11 (TB)

9 Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?

Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu. 

10 Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau, janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu. 

11 Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. 

maksudnya adalah benarkah kita benar-benar menjaga kelakuan kita sesuai dengan firman Tuhan ? benarkah kita mencari Tuhan dengan segenap hati kita ? benarkah yang kita simpan adalah firman Tuhan atau jangan-jangan yang lainnya.

menjaga kelakuan bersih bukanlah hal yang mudah. banyak sekali tantangan yang harus dilewati. namun jika kita melewati dengan kekuatan kita sendiri kita tidak akan oernah mampu. Hanya dengan meminta pertolongan dan kekuatan Tuhanlah kita bisa menjaga kelakuan kita agar tetap bersih, suci dihadapan Tuhan.. yang perlu diingat adalah bahwa "APA YANG SEPERTINYA BAIK YANG DILIHAT OLEH MATA KITA BELUM TENTU BAIK MENURUT TUHAN"

1 Samuel 16:7 (TB)  Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Oleh karenanya, sebagai kaum muda mari kita jaga hati kita dengan baik. menjaga hati adalah hal yang paling utama dalam hidup kita. terutama ketika sedang menjalin hubungan dengan lawan jenis. ingat !! bahwa pacaran merupakan suatu hubungan yang merujuk kepada sesuatu yang sangat serius yaitu pernikahan. Oleh karenanya jangan sampai mengotori tubuh ini dengan tindakan yang bercela dihadapan Tuhan sebelum masuk dalam jenjang pernikahan. MENJAGA HATI SANGAT PERLU. Sebab jika hati kita dijaga dengan baik maka dari situ akan terpancar kehidupan.

Amsal 4:23 (TB)  Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

kehidupan ini bukan sekedar kehidupan di dunia ini saja melainkan juga kehidupan yang kekal bersama dengan Allah dalam kerajaan sorga.

Jangan pernah sia-siakan masa muda kita. Jaga dan pakai untuk MEMULIAKAN TUHAN dan bukan MEMALUKAN TUHAN.

GBU All..

Rabu, 09 Desember 2020

SUDAHKAH KITA MENELITI FIRMAN TUHAN DENGAN BAIK ?

 Ezra 7:1-10

Melihat situasi di era masa kini, sangatlah baik oleh karena adanya teknologi yang berkembang dengan sangat pesat dan memberi banyak keuntungan dan kemudahan untuk mencari sesuatu hal bahkan untuk belajar. namun faktanya tidak demikian.

justru ada banyak orang yang mengalami kemerosotan baik dalam berelasi satu dengan yang lain maupun dalam membangun iman yang benar. hal ini diakibatkan oleh karena mereka tidak menggunakan teknologi yang ada dengan maksud yang benar sesuai dengan fungsi yang ada.

haruskah orang Kristen seperti itu? tidak. namun tidak sedikit juga orang Kristen yang tidak mengerti cara menggunakan teknologi yang dimilikinya. sebab hanya digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri dan melupakan apa yang menjadi maksud dan tujuan Tuhan mengizinkan hal itu terjadi dan melupakan tugasnya untuk terus meneliti atau mendalami kebenaran firman Tuhan.

seharusnya dengan adanya teknologi yang semakin canggih di era masa kini membuat kita semakin mudah dan giat untuk belajar kebenaran firman Tuhan.

meneliti firman Tuhan adalah kerinduan dan tekad yang sudah dimiliki oleh Ezra sejak awal. bukan hanya sekedar meneliti tetapi juga melakukannya serta mengajarkan kepada orang2 Israel, yang dalam konteks sekarang adalah orang2 yang percaya. sehingga setiap orang percaya dapat memiliki pemahaman yang benar tentang firman Tuhan dan tidak mudah untuk diombang-ambingkan dengan pengajaran palsu yang bertentangan dengan firman Tuhan.

itu sebabnya Ezra dikatakan sebagai ahli kitab yang sangat mahir sebab ia telah bertekad meneliti firman Tuhan setiap saat. bukan hanya mahir tetapi Tuhan memberikan segala yang diingininya.

sungguh alangkah indahnya jika kehidupan kita yang percaya seperti Ezra yang dengan tekun meneliti firman Tuhan. sebab firman Tuhan adalah sumber jawaban dari setiap masalah yang ada. lebih dari itu, Tuhan akan senantiasa melindungi kita.

jangan abaikan firman Tuhan dengan bebagai macam teknologi yang ada sekarang ini. jangan terhanyut dengan berbagai macam perkembangan yang ada di dunia ini dengan menggunakannya untuk keuntungan pribadi kita. Prioritaskan firman Tuhan di atas segalanya sebab jika tidak demikian perlindungan Tuhan tidak akan terjadi dalam hidup kita..

Tuhan Yesus Memberkati kita semua. .

Senin, 07 Desember 2020

REFLEKSI NATAL

Benarkah Natal adalah ide yang baru muncul 2000 tahun yang Lalu ?

Natal bukanlah sesuatu yang mengejutkan atau mengherankan. Meskipun Natal Juru Selamat kita, Yesus Kristus terjadi 2000 tahun yang lalu yaitu pada tanggal 25 Kislev bulan ke-9 atau sejajar dengan tanggal 29 Kyakh bulan ke-4 Mesir, namun berita tentang natal sudah disampaiakan sejak dalam kitab Kejadian, yaitu pada zaman Adam dan Hawa. Adapun ide natal ini tidak disampaiakan secara kebetulan atau muncul setelah Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Ide natal sudah ada sejak dalam kekekalan dimana hanya Allah saja yang ada.

Ketika menciptakan manusia tujuannya adalah untuk menyatukan manusia dengan Firman-Nya dalam kemuliaan-Nya yang kekal. Allah juga menciptakan manusia dengan kehendak bebas, tujuannya agar manusia dapat memuliakan serta menikmati-Nya dengan bebas yaitu tanpa adanya keterpaksaan. Allah ingin manusia dengan kehendak bebasnya menyadari siapa dirinya dihadapan Allah dan dengan kehendaknya itu manusia dapat menundukkannya dibawah otoritas sang Pencipta. Hal ini dapat dimengerti melalui perintah Allah serta penringatan-Nya kepada manusia untuk tidak memakan buah dari pohon pengetahuan yang jahat maupun yang baik (Kejadian 2:17). Namun disamping itu Allah juga menyadari bahwa akan ada konsekuensi yang harus ditanggung manusia jika manusia salah dalam menggunakan kehendak bebasnya. Tidak lain konsekuensi yang dimaksud adalah kematian bik secara rohani maupun jasmani.

Kehendak bebas diciptakan agar manusia dapat memuliakan Allah dengan sukarela. Namun faktanya manusia telah salah menggunakannya. bukannya memuliakan Allah tetapi justru ingin sama seperti Allah. Manusia tidak lagi hidup untuk Allah melainkan hidup untuk diri sendiri. Manusia telah berdosa (melawan) terhadap Allah sebagai penciptanya. Oleh karenanya manusia tidak bisa lagi datang kepada Allah dengan sendirinya atau dengan usahanya sendiri. Manusia yang diciptakan untuk bersatu dengan Allah telah mengalami keterpisahan oleh karena dosa.

Yesaya 59:1-2 (TB)

1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 

2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu. 

Namun perlu diketahui bahwa meskipun manusia melawan Allah tidak berarti Allah membiarkan manusia begitu saja. hal ini dapat diketahui ketika Allah menjanjikan suatu kabar gembira bagi manusia yang sudah melawan Allah.

Kejadian 3:15 (TB)  Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya."

dalam targum Jerusalem dan Jonathan ditulis bahwa Janji itu merujuk pada Raja Mesias.

Targum Jerusalem, Kejadian 3:15

וִיהֵי כַּד יֶהֱוֵין בְּנַיָא דְאִתְּתָא לְעַיָן בְּאוֹרָיְיתָא וְעָבְדִין פִּקוּדַיָא יֶהֱוְיַן מִתְכַוְונִין וּמַחְיַין יָתָךְ לְרֵישָׁךְ וְקַטְלִין יָתָךְ וְכַד יִשְׁבְּקוּן בְּנַיָא דְאִיתְּתָא מִצְוָתָא דְאוֹרַיְיתָא וְלָא יַעַבְדוּן פִּקוּדַיָא תֶּהֱוֵי מִתְכַוִין וּנְכִית יַתְהוֹן בְּעִקְבֵהוֹן וּמַמְרַע יַתְהוֹן בְּרַם יֶהֱוֵי אָסוּ לִבְנָהָא דְאִתְּתָא וְלָךְ חִיוְיָא לָא יֶהֱוֵי אָסוּ בְּרַם עַתִידִין הִינוּן אִילֵין לְאִילֵין לְמַעֲבַּד שְׁפוּיָיתָא בְּעִיקְבָא בְּסוֹף עֵקֶב יוֹמַיָא בְּיוֹמוֹי דְמַלְכָּא מְשִׁיחָא:

And it shall be when the sons of the woman consider the law, and perform (its) instructions, they will be prepared to smite thee on thy head to kill thee; and when the sons of the woman forsake the commandment of the law, and perform not (its) instructions, thou wilt be ready to wound them in their heel, and hurt them. Nevertheless there shall be a medicine for the sons of the woman, but for thee, serpent, there shall be no medicine: but it is to be that for these there shall be a remedy for the heel in the days of the king Meshiha.

Targum Jonathan, Kejadian 3:15

וּדְבָבוּ אֵישַׁוֵי בֵּינָךְ וּבֵין אִתְּתָא בֵּין זַרְעֲיַת בְנָךְ וּבֵין זַרְעֲיַת בְּנָהָא וִיהֵי כַּד יְהוֹן בְּנָהָא דְאִתָּא נַטְרִין מִצְוָתָא דְאוֹרַיְיתָא יֶהֱוְיַן מְכַוְונִין וּמַחְיָין יָתָךְ עַל רֵישָׁךְ וְכַד שַׁבְקִין מִצְוָותָא דְאוֹרַיְיתָא תֶּהֱוֵי מִתְכַוֵין וּנְכִית יַתְהוֹן בְּעִקְבֵהוֹן בְּרַם לְהוֹן יְהֵא אָסוּ וְלָךְ לָא יְהֵי אָסוּ וַעֲתִידִין אִינוּן לְמֶעֱבַד שְׁפִיוּתָא בְּעִיקְבָא בְּיוֹמֵי מַלְכָּא מְשִׁיחָא

And I will put enmity between thee and the woman, and between the seed of thy son, and the seed of her sons; and it shall be when the sons of the woman keep the commandments of the law, they will be prepared to smite thee upon thy head; but when they forsake the commandments of the law, thou wilt be ready to wound them in their heel. Nevertheless for them there shall be a medicine, but for thee there will be no medicine; and they shall make a remedy for the heel in the days of the King Meshiha.

Janji inilah yang pada akhirnya digenapi dalam Natal Yesus Kristus.

Oleh karena Allah tahu bahwa akan ada konsekuensi yang harus manusia tanggung akibat kesalahan dalam penggunaan kehendak bebas tersebut Allah telah merancangkan suatu rencana yang indah bagi manusia yaitu pengutusan Anak-Nya yang tunggal yaitu Firman yang menjadi manusia.

Yohanes 1:1-3, 14 (TB)

1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. 

2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah. 

3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.

14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Firman yang menjadi manusia adalah Yesus Kristus. Yesus Kristus (penyelamat yang diurapi) memang telah diperisapkan sejak permulaan zaman yaitu dalam kekekalan.

2 Timotius 1:9 (TB)  Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman.

Sejak awal memang manusia diciptakan Allah untuk menjadi satu dengan Firman-Nya.  Kedatangan Firman Allah ke dunia yang dikenal dengan Inkarnasi (dalam daging) merupakan wujud kasih Allah atas hidup manusia yang memang sejak awal diciptakan untuk kemuliaan-Nya. Allah ingin manusia yang sudah berdosa menyatu kembali dengan Allah dalam kemulian-Nya yaitu dengan mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadinya.

Natal bukanlah cerita dongeng atau legenda. Natal merupakan rancangan Allah yang indah yang sudah ada sejak dalam kekekalan untuk menyatukan manusia yang diciptakan-Nya dengan Firman-Nya, yaitu di dalam kemuliaan-Nya.

Alkitab menegaskan bahwa hanya Yesus yang menjadi jalan satu-satunya kepada Bapa (Allah).

Yohanes 14:6 (TB)  Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Kisah Para Rasul 4:12 (TB)  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Keselamatan telah dinyatakan kepada kita semua yang berdosa. Yesus Kristus adalah jawaban dari masalah terbesar manusia yaitu "dosa". Artinya bahwa KESELAMATAN telah dan sedang ditawarkan bagi kita semua yang mau PERCAYA kepada YESUS KRISTUS sebagai SATU-SATUNYA TUHAN dan JURU SELAMAT yang hidup

maukah kita selamat ? jika mau,

Sudahkah kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai satu satunya Tuhan dan Juru Selamat kita ?

Yohanes 3:16 (TB)  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

GBU..

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...