MANUSIA DICIPTAKAN MENURUT GAMBAR DAN RUPA ALLAH
Dalam kejadian 1:26-28 menunjukkan bahwa manusia
diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Itu sebabnya manusia bukanlah makhluk
yang berasal dari seusatu yang rendah kemudian menjadi sempurna seperti halnya
teori evolusi – Charles Drwin.
Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah bukan berarti
manusia memiliki wajah yang sama seperti Allah. Gambar dan rupa Allah lebih
menunjuk atau
identik pada potensi dan
karakter yang ada pada Allah.
Dalam hal ini jangan sampai beranggapan bahwa manusia
itu adalah Allah. Meskipun manusia dicipta menurut gambar dan rupa Allah dan
memiliki atribt-atribut yang ada pada Allah tetapi perlu kita ketahui bahwa ada
dua hal mengenai atribut yaitu, 1) atribut yang dikomunikasikan dan, 2) atribut
yang tidak dikomunikasikan. Hal ini akan dibahas dalam materi selanjutnya.
MANUSIA ADALAH CIPTAAN YANG ISTIMEWA
Jadi manusia diciptakan oleh Allah secara istimewa sebab
manusia berbeda dengan makhluk hidup yang lainnya. Malahan manusia diberikan
wewenang untuk berkuasa atas segala ciptaan Allah yang lainnya (Kej.1:28).
Berkuasahdr yang dimaksud merujuk pada bagaimana manusia harus
mengelola atau merawat segala sesuatu yang telah disediakan oleh Allah.
Allah telah merancang setiap bagian yang ada di dalam diri manusia secara istimewa. Bahkan Allah
telah merancang manusia sebelum dunia ini dijadikan (Yer.1:5), dan Allah tidak pernah merancang manusia untuk
sesuatu hal yang buruk meskipun ada banyak orang mengatakan kepada
sesamanya bahwa ada yang memiliki tubuh yang kurang sempurna (cacat).
Apakah orang yang cacat itu menunjukkan pada kegagalan
Allah dalam menciptakan manusia ? tidak. Perlu diingat bahwa segala sesuatu
yang terjadi di dunia ini tidak pernah terjadi secara kebetulan melainkan ada
maksud dan tujuan tertentu. Demikianlah yang dikatakan oleh Albert Enstein bahwa Allah bukanlah
seperti halnya manusia yang bermain dadu dalam menentukan
atau menetapkan sesuatu. Dengan
kata lain tidak ada kepastian.
Allah tidak pernah merancang manusia secara asal-asalan.
Jika kita perhatikan dengan seksama, kita akan mengetahui bahwa ada banyak
orang yang sering disebut sebagai orang yang kurang sempurna (cacat) telah
dipakai Tuhan secara luar biasa.
MANUSIA MEMILIKI TUJUAN HIDUP
Eksistensi manusia memiliki tujuan. Karena Allah yang
meciptakan manusia maka tujuan ini tidak bisa ditemukan di dalam diri manusia
itu sendiri. Allah telah menciptakan manusia menurut gambar Allah yang sejati
dan kondisi manusia pertama kali diciptakan adalah berpusat pada Allah bukan
dirinya sendiri.
Teapi setelah manusia pertama (Adam) berdosa maka
semuanya berubah. Manusia tidak lagi berpusat pada Allah tetapi kepada manusia.
Manusia memikirkan dirinya sendiri dan ingin memiliki keagungan itu dan
menikmati dirinya sendiri.
TUJUAN HIDUP MANUSIA YANG UTAMA
1. MEMULIAKAN ALLAH
·
1 Corinthians 10:31 1 Aku
menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan
sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
·
Revelation 4:11 - 5:1 11 "Ya
Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa;
sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu
semuanya itu ada dan diciptakan."
2. MENIKMATI ALLAH
·
Psalm 73:25-26 25 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau?
Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.
26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku
dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.
MEMULIAKAN ALLAH DAN MENIKMATI-NYA
Memuliakan Allah bukan berarti menjadikan Allah mulia. Allah memang sudah mulia dan tidak ada
makhluk satupun yang dapat menjadikan Allah mulia.
Memuliakan Allah berarti mencerminkan kemuliaan Allah (Mzm.19:2).
Dunia ciptaan Allah yang indah bagaikan sebuah cermin. Dantujuan dari
keberadaan ini adalah untuk menyatakan kemuliaan Allah.
Tetapi ada pengecualian untuk manusia. Sebab manusia
diberikan hak istimewa untuk hal tersebut dan manusia
melakukannya karena menginginkannya. Sebagaimana yang dilakukan Yesus ketika
melayani Allah Bapa semasa Ia berada di dunia ini.
ITB John 17:4 “Aku telah mempermuliakan
Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan
kepada-Ku untuk melakukannya.”
Yesus telah memuliakan Allah
dan menikmati-Nya selamanya.
Tidak seorang pun
yangmemuliakan Allah kecuali mereka yang sudah bertobat dan mengenal Yesus
sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat. Jika demikian berarti keliru jika
mengatakan bahwa tujuan utama hidup manusia adalah memuliakan Allah ? tidak.
Jika seseorang tidak ingin
melayani Allah atau tidak rela untuk melayani Allah sebenarnya orang tersebut
masih tunduk kepada Allah. Seperti yang dikatakan Paulus mengenai tukang periuk
dalam (Rom.9:21-23).
Dengan kata lain, baik mereka
yang binasa maupun yang tidak binasa adalah instrumen atau alat-alat Allah yang
dengannya kemuliaan Allah dinyatakan. Khusus bagi orang yang binasa, Allah
sendirilah yang membuat mereka memuliakan-Nya meskipun mereka tidak
menikmatin-Nya.

Adalah benar bahwa orang
Kristen juga memiliki banyak tujuan lain (cita-cita, maksud, rencana), tetpi
semuanya itu adalah rencana manusia untuk memenuhi tujuan hidupnya di dunia.
Tujuan hidup manusia yang belum selaras dengan tujuan hidup yang Tuhan
kekendaki harus segera diselaraskan.
Orang yang memberitakan Injil
tidak bisa dengan pasti bahwa orang tersebut memuliakan Allah. Banyak orang
mengabarkan Injil tetapi ajarannya salah dengan demikian orang tersebut tidak
memuliakan Allah tetapi mendukakan hati Allah.
“Pandangan yang benar adalah jika seseorang berusaha untuk dapat memuliakan
Allah, maka ia akan selalu berusaha dalam segala waktu dan aktivitas untuk
melakukan hal-hal yang berkenan kepada Allah.”
Sebagai contohnya adalah;
pekerjaan, rekreasi, makan, berjalan, melihat, berpikir, dll.
Jadi pemuridan Kristen yang
tepat adalah memandangseluruh hidup inisebagai hidup yang harus dijalani dengan
sadar bagi penghormatan keada Allah, sekaligus sebagai suatu semangat pelayanan
bagi nama-Nya.
Sebagai penutup dari
pembahasan ini sangat penting untuk melihat pada apa yang rasul Paulus sarankan
kepada jemaat di Filipi.
ITB Colossians 3:23
“Apapun juga yang kamu
perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk
manusia.”