Selasa, 17 November 2020

Attitude of Praying

 Matius 6:5-7

Sikap Doa yang benar


Masalah2 tentang doa


1. sudah berdoa lama tetapi tidak dijawab

- alasan: Tuhan tidak tepat janji

- Tuhan tidak ada

- tidak mau percaya Tuhan


2. Doa dalam Kekristenan lebih mudah atau sedikit karena berdoa hanya dihari minggu

- orang2 muslim biasanya sering mengatakan seperti ini

- Orang muslim yang berbicara dengan saya sering mengatakan hal2 yang demikian.

- Kekristenan malah jauh lebih banyak jumlahnya dalam berdoa.

- ada doa harian dalam kekristenan sebanyal 7 kali.

3. Tidak bisa berdoa jadi malu dan gk mau berdoa (menghindar setiap mau diminta berdoa)


Sikap doa yang benar

1. Tidak mencari muka/perhatian orang dengan tujuan: dipuji, dianggap sebagai orang yang saleh dan dekat dengan Tuhan.


Matius 6:5 (TB)  "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat Upahnya."


2. Tidak bertele-tele dalam berdoa


- Bertele-tele ini lebih merujuk pada orang yang sering dan suka merangkai kata-kata yang indah namun sesungguhnya orang tersebut tidak sungguh2 dalam berdoa.


- Matius 6:7 (TB)  Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.

- apalah artinya pandai berkata-kata namun kenyataannya tidak benar2 mengenal Allah. ini sama halnya dengan kesia-siaan.

- jadi jelas bahwa dikabulkannya doa atau tidak tidak bergantug pada banyaknya kata2 yang kita ucapkan dalam doa tetapi lebih kepada apakah kita sudah mengenal Allah atau belum.

-oleh karena itu jangan pernah kita takut berdoa meskipun tidak pandai namun kalo terbiasa pasti mudah utk berkata-kata.


Untuk apa kita berdoa dengan kata-kata yang indah namun kita tidak benar-benar mengenal Allah


3. Berdoa dengan sikap yang tulus


Matius 6:6 (TB)  Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.


Tuhan Yesus memaksudkan bahwa motivasi hati kita harus tulus. Jika motivasi kita berdoa adalah untuk Bapa di surga, maka kita tahu di tempat apa pun Allah Bapa akan melihat.


Jika kita sadar bahwa Allah melihat dan mendengar, maka doa kita akan sama, entah di tempat tersembunyi ataupun di tengah-tengah orang banyak.


Doa harus dilakukan dengan kesadaran akan kehadiran Allah dimanapun dan kapanpun kita berada sekalipun ditempat yang tersembunyi.


Terdengar atau tidaknya doa kita tidak ditentukan banyaknya orang yang mendengar dan melihat kita berdoa melainkan seberapa tulus motivasi kita dalam berdoa.

GBU..

Jumat, 30 Oktober 2020

Apa Tujuan Hidupmu ??

Mencari Tujuan Hidup | Bengkulutoday - Terkini dan Aktual


MANUSIA DICIPTAKAN MENURUT GAMBAR DAN RUPA ALLAH

Dalam kejadian 1:26-28 menunjukkan bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Itu sebabnya manusia bukanlah makhluk yang berasal dari seusatu yang rendah kemudian menjadi sempurna seperti halnya teori evolusi – Charles Drwin.

Diciptakan menurut gambar dan rupa Allah bukan berarti manusia memiliki wajah yang sama seperti Allah. Gambar dan rupa Allah lebih menunjuk atau identik pada potensi dan karakter yang ada pada Allah.

Dalam hal ini jangan sampai beranggapan bahwa manusia itu adalah Allah. Meskipun manusia dicipta menurut gambar dan rupa Allah dan memiliki atribt-atribut yang ada pada Allah tetapi perlu kita ketahui bahwa ada dua hal mengenai atribut yaitu, 1) atribut yang dikomunikasikan dan, 2) atribut yang tidak dikomunikasikan. Hal ini akan dibahas dalam materi selanjutnya.

 

MANUSIA ADALAH CIPTAAN YANG ISTIMEWA

Jadi manusia diciptakan oleh Allah secara istimewa sebab manusia berbeda dengan makhluk hidup yang lainnya. Malahan manusia diberikan wewenang untuk berkuasa atas segala ciptaan Allah yang lainnya (Kej.1:28). Berkuasahdr yang dimaksud merujuk pada bagaimana manusia harus mengelola atau merawat segala sesuatu yang telah disediakan oleh Allah.

Allah telah merancang setiap bagian yang ada di dalam diri manusia secara istimewa. Bahkan Allah telah merancang manusia sebelum dunia ini dijadikan (Yer.1:5), dan Allah tidak pernah merancang manusia untuk sesuatu hal yang buruk meskipun ada banyak orang mengatakan kepada sesamanya bahwa ada yang memiliki tubuh yang kurang sempurna (cacat).

Apakah orang yang cacat itu menunjukkan pada kegagalan Allah dalam menciptakan manusia ? tidak. Perlu diingat bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini tidak pernah terjadi secara kebetulan melainkan ada maksud dan tujuan tertentu. Demikianlah yang dikatakan oleh Albert Enstein bahwa Allah bukanlah seperti halnya manusia yang bermain dadu dalam menentukan atau menetapkan sesuatu. Dengan kata lain tidak ada kepastian.

Allah tidak pernah merancang manusia secara asal-asalan. Jika kita perhatikan dengan seksama, kita akan mengetahui bahwa ada banyak orang yang sering disebut sebagai orang yang kurang sempurna (cacat) telah dipakai Tuhan secara luar biasa.

MANUSIA MEMILIKI TUJUAN HIDUP

Eksistensi manusia memiliki tujuan. Karena Allah yang meciptakan manusia maka tujuan ini tidak bisa ditemukan di dalam diri manusia itu sendiri. Allah telah menciptakan manusia menurut gambar Allah yang sejati dan kondisi manusia pertama kali diciptakan adalah berpusat pada Allah bukan dirinya sendiri.

Teapi setelah manusia pertama (Adam) berdosa maka semuanya berubah. Manusia tidak lagi berpusat pada Allah tetapi kepada manusia. Manusia memikirkan dirinya sendiri dan ingin memiliki keagungan itu dan menikmati dirinya sendiri.

 

TUJUAN HIDUP MANUSIA YANG UTAMA

1.  MEMULIAKAN ALLAH

·      1 Corinthians 10:31 1 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.

·      Revelation 4:11 - 5:1 11 "Ya Tuhan dan Allah kami, Engkau layak menerima puji-pujian dan hormat dan kuasa; sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu; dan oleh karena kehendak-Mu semuanya itu ada dan diciptakan."

 

2.  MENIKMATI ALLAH

·      Psalm 73:25-26 25 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.  26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.

 

MEMULIAKAN ALLAH DAN MENIKMATI-NYA

Memuliakan Allah bukan berarti menjadikan Allah mulia. Allah memang sudah mulia dan tidak ada makhluk satupun yang dapat menjadikan Allah mulia.

Memuliakan Allah berarti mencerminkan kemuliaan Allah (Mzm.19:2). Dunia ciptaan Allah yang indah bagaikan sebuah cermin. Dantujuan dari keberadaan ini adalah untuk menyatakan kemuliaan Allah.

Tetapi ada pengecualian untuk manusia. Sebab manusia diberikan hak istimewa untuk hal tersebut dan manusia melakukannya karena menginginkannya. Sebagaimana yang dilakukan Yesus ketika melayani Allah Bapa semasa Ia berada di dunia ini.

ITB John 17:4 “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.”

 

Yesus telah memuliakan Allah dan menikmati-Nya selamanya.

 

Tidak seorang pun yangmemuliakan Allah kecuali mereka yang sudah bertobat dan mengenal Yesus sebagai satu-satunya Tuhan dan Juruselamat. Jika demikian berarti keliru jika mengatakan bahwa tujuan utama hidup manusia adalah memuliakan Allah ? tidak.

Jika seseorang tidak ingin melayani Allah atau tidak rela untuk melayani Allah sebenarnya orang tersebut masih tunduk kepada Allah. Seperti yang dikatakan Paulus mengenai tukang periuk dalam (Rom.9:21-23).

 

Dengan kata lain, baik mereka yang binasa maupun yang tidak binasa adalah instrumen atau alat-alat Allah yang dengannya kemuliaan Allah dinyatakan. Khusus bagi orang yang binasa, Allah sendirilah yang membuat mereka memuliakan-Nya meskipun mereka tidak menikmatin-Nya.

Text Box: MAKSUD TUJUAN UTAMA MANUSIA

 

 

Adalah benar bahwa orang Kristen juga memiliki banyak tujuan lain (cita-cita, maksud, rencana), tetpi semuanya itu adalah rencana manusia untuk memenuhi tujuan hidupnya di dunia. Tujuan hidup manusia yang belum selaras dengan tujuan hidup yang Tuhan kekendaki harus segera diselaraskan.

 

Orang yang memberitakan Injil tidak bisa dengan pasti bahwa orang tersebut memuliakan Allah. Banyak orang mengabarkan Injil tetapi ajarannya salah dengan demikian orang tersebut tidak memuliakan Allah tetapi mendukakan hati Allah.

 

“Pandangan yang benar adalah jika seseorang berusaha untuk dapat memuliakan Allah, maka ia akan selalu berusaha dalam segala waktu dan aktivitas untuk melakukan hal-hal yang berkenan kepada Allah.”

 

Sebagai contohnya adalah; pekerjaan, rekreasi, makan, berjalan, melihat, berpikir, dll.

 

Jadi pemuridan Kristen yang tepat adalah memandangseluruh hidup inisebagai hidup yang harus dijalani dengan sadar bagi penghormatan keada Allah, sekaligus sebagai suatu semangat pelayanan bagi nama-Nya.

 

Sebagai penutup dari pembahasan ini sangat penting untuk melihat pada apa yang rasul Paulus sarankan kepada jemaat di Filipi.

 

ITB Colossians 3:23

“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.”

 


 








Text Box: Manusia ciptaan yang Istimewa





  Mencari Tujuan Hidup | Bengkulutoday - Terkini dan Aktual

God is Good

Tuhan itu Baik

 

APAKAH ALLAH ITU BAIK

                                                                                                       

 

Allah itu baik. Apakah benar Allah itu baik ? jika memang Allah itu baik mengapa banyak terjadi kejahatan di dunia ini ?

Apakah buktinya ? Realitanya adalah ketika kita melihat berita, baik melalui TV maupun mendengar radio maka kita bisa mengetahui bahwa setiap hari terdapat berita tentang kejahatan manusia. Kejahatan ini dapat berupa pembunuhan, pencurian, pelecehan seksual, kenakalan remaja dan masih ada banyak tindakan kejahatan yang lainnya.

Mengapa ada kemiskinan, kelaparan, ketelanjangan, penganiayaan terjadi ?

Apakah Allah tidak mengetahui hal ini ? jika Allah tahu, mengapa Allah mengizinkan hal ini tetap terjadi di dunia ini dan tidak langsung melenyapkan kejahatan-kejahatan tersebut sehingga tidak ada lagi kejahatan ? dengan demikian kita dapat menyimpulkan bahwa Allah itu suka dengan kejahatan bukan ? lalu bagaimana dengan pernyataan bahwa Allah itu baik ? dimanakah kebaikan Allah ? apakah Allah yang baik itu suka kejahatan ?

 

ALLAH TIDAK SUKA DENGAN KEJAHATAN

Jika memang Allah itu baik mengapa semuanya itu (kejahatan) harus terjadi ?

Allah itu baik dan Allah yang baik itu tidak suka dengan kejahatan. Kejahatan muncul akibat dari perbuatan manusia itu sendiri. jadi bukan Allah yang menciptakan kejahatan.

Pada dasarnya Allah itu baik (karakter, karya, tujuan, pemeliharaan dll). ketika Allah menciptakan manusia, Allah telah memberikan kehendak bebas (free will) kepada manusia,

Kejadian 2:16-17  16 Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,  17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Dari ayat di atas setidaknya kita dapat menemukan 3 hal penting yaitu: Kehendak Allah, kehendak manusia, dan ketetapan Allah.

Ketika Allah menetapkan manusia untuk memakan semua buah dalam pohon dalam taman itu dengan bebas, Allah juga menghendaki supaya manusia tidak memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Hal ini dapat kita ketahui melalui kata TETAPI. Artinya bahwa meskipun ada kebebasan tetap ada aturan mainnya. Selanjutnya dapat kita pahami bersama bahwa ketika manusia tidak taat dengan perintah Tuhan maka muncullah ketetapan Allah bahwa manusia pasti mengalami kematian.

Selain daripada itu manusia juga memiliki potensi yang juga dimiliki oleh Allah sebab manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Free will dan potensi yang dimiliki manusia adalah baik. Adapun tujuan adanya free will dan potensi manusia itu adalah untuk melakukan hal-hal yang sesuai dengan standarnya Tuhan. namun demikian manusia tidak menggunakan free will itu sesuai dengan yang diharapkan Tuhan.

Rounded Rectangular Callout: Formil
Free Will, Ability


God is Good

                                                                         Free Will, Ability (Baik)

                                                                         Melakukan hal-hal standar Allah

                                       

                                                                      Buah

 

      -3   -2  -1   0   1   2    3

Ketika manusia jatuh dalam dosa manusia masih dapat menggunakan kehendak bebas dan juga potensinya. Namun demikian tindakan itu hanya bersifat formil (Formil Free Will). Sehingga apapun yang dilakukan manusia tidak akan pernah mencapai titik positif walaupun itu adalah tindakan baik, namun kebaikan itu hanya bersandar pada diri manusia itu sendiri karena manusia sudah terpisah dari Tuhan (Yes. 59:1-2).

Lalu bagaimana supaya manusia itu dapat mencapai titik positif ? hanya melalui cara Allah sendiri di dalam dan melaui Yesus Kristus.

Apa yang sebenarnya diharapkan Tuhan atas hidup manusia ? kenapa Tuhan meletakkan satu pohon itu ditengah-tengah sehingga manusia memakannya dan setelah itu berdosa ? bukankah Tuhan itu Maha tahu (Omni science) ? tetntunya Dia tahu kalau manusia itu akan jatuh. Lalu kenapa tetap meletakkan pohon itu ?

Tuhan tidak pernah menghendaki manusia jatuh dalam dosa, hal ini dapat dilihat dalam (Kej.2:17). Manusia jatuh dalam dosa karena kehendaknya sendiri yaitu tidak mau taat kepada Tuhan. sebenarnya Tuhan mengharapkan kepatuhan sukarela dari manusia. Itu sebabnya Tuhan memberikan pilihan kepada manusia. Patuh bukan berarti tidak ada pilihan lain.

Tuhan tidak pernah memaksa manusia. Kehendak bebas yang Tuhan berikan kepada manusia haruslah digunakan untuk tunduk secara sukarela di bawah otoritas Tuhan.

Allah mengasihi manusia itu sebabnya Tuhan memberitahukan kepada manusia untuk tidak memakan buah yang dilarangnya itu.

Sampai di sini kita tidak menemukan bahwa Allah itu jahat. Kecuali ketika Allah tidak memberitahukan kepada manusia dan memberikan pilihan yang baik kepada manusia kemudian manusian memakan buah tentang pengetahuan yang baik dan jahat lalu menghukummya maka kita akan mengetahui bahwa Tuhan itu jahat. TETAPI kenyataannya tidak demikian. ALLAH ITU SANGAT BAIK.

 

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...