Selasa, 01 September 2020

Cara Kristus (The Way of Christ)

 Selesaikan konflik dengan cara Kristus

1 Kor. 6:1-8


Konflik itu wajar. dan ini memperlihatkan relasi yang nyata. Bila suatu relasi tak pernah mengalami konflik, jangan-jangan relasi itu tidak pernah ada atau semu. Jadi pertanyaannya bukan bagaimana membuat hubungan kita dengan sesama bebas konflik. Melainkan bagaimana menyelesaikan konflik dengan baik, menjunjung tinggi kemanusiaan, menghormati kebenaran dan memenangi semua pihak dengan kasih. Pertanyaan ini mendesak di kalangan Kristen masa kini. Konflik yang berkepanjangan dan yang "diselesaikan" dengan cara yang salah, makin hari makin meluas bahkan  juga menyeret orang Kristen. 


Situasi yang disoroti Paulus adalah konflik yang sampai harus diselesaikan di pengadilan. Tidak jelas bagi kita konflik apa yang terjadi. Paulus hanya menyebut bahwa konflik itu menyangkut masalah keadilan. Jadi bisa saja penyebabnya mirip dengan yang sering terjadi kini. Misalnya soal warisan, hutang-piutang, atau ketidakjujuran dalam transaksi bisnis, dan sebagainya. Masalah-masalah seperti itu tidak hanya terjadi di kalangan orang bukan Kristen. Di antara sesama orang Kristen pun sering terjadi. Lalu bagaimana sebaiknya mencari jalan keluar dari konflik seperti itu agar keadilan tetap ditegakkan, tetapi tidak perlu sampai ke pengadilan? Mengapa demikian? Karena ini tidak sesuai dengan kenyataan masa depan kelak. Orang Kristen akan diikutsertakan Allah dalam mengadili dunia ini. Maka bagaimana mungkin para partner Allah dalam menghakimi dunia kelak, malah memberi diri dihakimi oleh yang akan mereka hakimi.


Jika orang Kristen mencari keadilan dari orang yang tidak beriman, mereka mempermalukan Tuhan dan menyangkali sebuah harapan mulia mereka kelak. Terkait dengan itu, Paulus mengingatkan bahwa dalam diri orang Kristen harus ada kesediaan mengalah dan berkorban. Ini memang prinsip penting. Kita mengalami sendiri bahwa sering kali konflik selesai dengan mudah, bila ada salah satu pihak yang berinisiatif lebih dulu mengalah, berkorban, mengampuni, mempraktikkan kasih Kristus. 


Oleh sebab itu, sebagaimana Kristus membenarkan kita dengan kasih-Nya yang berkorban, kitapun harusnya menyelesaikan konflik dengan prinsip yang sama, yang digunakan oleh Kristus untuk diri kita sendiri.


Tuhan memberkati...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...