Minggu, 30 Agustus 2020

Menjaga Bait Allah

 1 Korintus 6:13-21

Menjaga Bait Allah


Sangat menyedihkan melihat beberapa peristiwa secara khusus orang percaya yang kurang menyadari betapa pentingnya menjaga dan merawat bait Allah dengan baik. Bait Allah yang seharusnya menjadi tempat untuk memuja Allah  telah dijadikan tempat untuk melakukan tindakan-tindakan yang tidak sewajarnya seperti merokok, minum-minuman keras dan sebagainya.


Jika bait Allah (secara bangunan) saja tidak dijaga dengan baik bagaimana bait Allah yang adalah tubuhnya sendiri terjaga dan terawat dengan baik. tubuh ini adalah bait Roh Allah dimana Allah berdiam. Jika kita merusaknya maka sama halnya kita mengotori bait Allah yaitu tempat kediaman Allah.


Menjaga bait Allah itu sangat penting. Sebab kita telah dibeli dan harganya lunas dibayar (6:20). Darimana kita tahu hal ini ?  Yesus, ketika disalibkan Dia pernah mengatakan dalam salah satu tujuh perkataan salib yang berbunyi "Tetelestai" yang berarti sudah selesai. Dalam menuliskan kata ini tentunya Yohanes tidak lepas dari pemahamannya sebagai seorang Yahudi yang berbahasa Ibrani. Kata tersebut dalam terjemahan Haberit Hakadasah berbunyi "Nislam" yang berasal dari kata yang sama dengan Shalom atau juga berarti Lunas. Kata tersebut biasa digunakan untuk pembayaran hutang. Orang-orang Yahudi sampai saat ini pun masih menggunakan kata tersebut sebagai kebiasaan untuk membayar hutang.


Sama halnya dengan dosa kita. Injil Sinoptik dan kitab PB lainnya sering merujuk dosa sebagai hutang yang harus dibayar. Namun oleh karena manusia yidak mampu untuk membayarnya maka Allah sendirilah yang membayar hutang dosa manusia yakni dengan mengutus Anak-Nya yang tunggal yaitu Firman yang menjadi manusia yang kemudian mati dan bangkit untuk menyelesaikan dan melunasi hutang manusia kepada Allah. Itulah yang dimaksud dengan Tetelestai yaitu bahwa hutang dosa manusia telah dibeli dan harganya lunas dibayar sehingga manusia tidak lagi diperhamba oleh dosa lagi.


Itu sebabnya dengan kesadaran yang seperti ini sudah selayaknya kita bersyukur dan menyadari betapa besarnya pengorbanan Yesus dalam membayar hutang kita. Lebih dari itu kita menjaganya dengan baik dan merawatnya setiap waktu kapanpun dan dimanapun kita ada.


Adapun cara merawatnya adalah dengan mengikatkan diri kita pada Tuhan (ayat 17). Baik dalam KJV maupun NAS menerhemahkan dengan kata kerja "Joined" yang berarti bergabung. kata tetsebut mendekati dengan bahasa aslinya yaitu kallao. kata κολλάω (Strong's # 2853 - Kata kerja - kollao - kol-lah'-o) terutama, "untuk merekatkan atau merekatkan bersama," kemudian, secara umum, "untuk bersatu, untuk bergabung dengan kokoh," digunakan dalam Suara Pasif yang menandakan "bergabung dengan diri sendiri, untuk bergabung dengan," Lukas 15:15; Kisah 5:13; 8:29; 9:26; 10:28, RV (AV, "untuk berteman dengan"); 1 Korintus 6: 16,17; di tempat lain, "berpegang teguh pada," Lukas 10:11; Kisah 17:34; Roma 12: 9..


Sebagai orang percaya kita harus menjaga dan merawat tubuh ini dengan senantiasa menggabungkan dan merekatkan diri kita sendiri dengan kuat kepada Tuhan. maksudnya adalah kita harus senantiasa membangun hubungan yang intim dengan Tuhan selayaknya suami Istri yang saling mengenal satu dengan yang lain. Hal ini dapat diterapkan dengan membaca dan merenungkan firman Tuhan setiap waktu dan terus menjaga kekudusan hidup baik dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan.


Ketika kita menjaga bait Allah tujuannya bukan supaya kita dilihat sebagai oeang yang saleh melainkan supaya nama Allah dipermuliakan melalui hidup kita yang menjaga bait-Nya yang kudus.


Sudahkah kita menjaga bait Allah dan memuliakan Allah melalui tubuh kita ?


ingat bahwa:

Galatia 2:20 (TB)  Namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. 


GBU..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...