1 Korintus 2:1-5
Bukan Kebijaksanaan manusia
Pengetahuan merupakan sesuatu yang sangat penting dan dibutuhkan dalam pemberitaan firman Tuhan. Sebab tanpa adanya pengetahuan pemberitaan tidak akan lengkap. Namun perlu diketahui bahwa pengetahuan bukanlah yang utama.
Faktanya ada banyak orang yang memiliki pengetahuan yang baik tentang firman Allah namun terjebak pada pengetahuan itu sendiri. maksudnya bayak orang yang pintar tidak lagi menyampaikan Injil dengan hikmat dari Allah tetapi justru mengandalkan hikmat sendiri. Injil tidak lagi disampaikan dengan kekuatan Allah melainkan kekuatan manusia.
Rasul Paulus memberikan isyarat yang penting bagi setiap Hamba Tuhan untuk tidak mengandalkan pengetahuannya sendiri dalam pemberitaan firman Allah. Justru Rasul Paulus menyatakan bahwa ia datang dalam kelemahan, dengan sangat takut dan gentar (ayat 3) dan bukan dengan kebijaksanaan dunia.
1 Korintus 2:1 (BIMK) Saudara-saudara! Pada waktu saya datang kepadamu dan memberitakan kepadamu tentang rencana Allah yang belum diketahui oleh dunia, saya tidak memakai kebijaksanaan dunia ini atau berbicara dengan kata yang muluk-muluk.
Rasul Paulus datang dalam kelemahan. maksudnya, meskipun ia pandai dan memiliki pengetahuan yang cukup luas namun ia tidak menggunakan kepandaiannya sebagai sarana utama dalam penyampaian firman Tuhan. kelemahan menunjukkan adanya ketergantungan penuh kepada hikmat dan kekuatan dari Tuhan.
1 Korintus 2:4 (BIMK) Berita yang saya sampaikan kepadamu tidak saya sampaikan dengan kata-kata yang memikat menurut kebijaksanaan manusia. Saya menyampaikan itu dengan cara yang membuktikan bahwa Roh Allah berkuasa.
Takut dan gentar menunjukkan bahwa Rasul Paulus tidak mau kalau kepercayaan jemaat Korintus nantinya bukan didasarkan atas kuasa Allah melainkan pada hikmat dan kebijaksanaan manusia. hal terlihat bahwa;
1 Korintus 2:5 (BIMK) Saya berbuat begitu, supaya kepercayaanmu kepada Kristus tidak berdasarkan kebijaksanaan manusia, melainkan berdasarkan kuasa Allah.
Di samping itu rasa takut dan gentar menunjukkan kesadaran yang penuh bahwa yang disampaikan bukanlah cerita dongeng, legenda atau mitos belaka melainkan suatu fakta yang otentik yang memiliki makna yang dalam di dalam hidup manusia, secara khusus bagi keselamatan Jiwa manusia. Itu sebabnya pemberitaan benar-benar difokuskan pada Yesus Kristus yang disalibkan dan bukan yang lain, apalagi dirinya sendiri.
Jadi dapat dimengerti bahwa Kepercayaan yang dilandaskan atas kebijaksanaan manusia adalah kepercayaan yang sia-sia. oleh sebab itu jangan sampai orang yang mendengarkan Injil yang kita sampaikan bergantung pada kebijaksanaan manusia.
Mari kita sampaikan Injil dalam kelemahan dan rasa takut dan gentar dengan mengandalkan penuh kekuatan dan hikmat Allah, supaya orang yang mendengarnya benar-benar mengerti makna dari Injil yang kita beritakan secara khusus tentang Yesus yang di Salib.
GBU..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar