Kamis, 09 Juli 2020

The Way of Giving

Mengapa harus memberi sebagian ?
Roma 12:13

sebagaimana kasih Allah yang terwujud dalam inkarnasi dan kematianNya di kayu Salib demikian juga dengan pelayanan kasih yang Allah percayakan kepada kita sebagai orang-orang percaya haruslah diwujudnyatakan dalam tindakan yang nyata.

pada ay.13 ini Paulus memberikan Prinsip penting dalam pelayanan kasih yaitu tentang Kepedulian. pertama-tama terhadap sesama orang percaya dan kemudian kepada orang lain.

Pertama, Perwujudan kasih yang Paulus maksudkan di sini adalah kepedulian kita di dalam memberikan bantuan kepada orang lain. namun menariknya Paulus di sini membatasi hanya untuk kebutuhan orang-orang kudus. memang di dalam LAI diterjemahkan kekurangan namun jika melihat pada terjemahan lain seperti KJV, NIV dan lainnya lebih merujuk pada kebutuhan (necessities, in need, dll). hal ini lebih mudah dimengerti dan lebih mendekati bahasa asli Yunani "khreia" yang berarti kebutuhan atau keperluan, lebih menarik lagi kata tersebut ditegaskan dengan kata perintah bantulah. bahasa aslinya "koinoneo" berarti ambillah sebagian dan berilah sebagian. Dalam hal ini Paulus memberikan perintah penting dalam mewujudkan pelayanan kasih yaitu supaya kita sebagai orang-orang percaya memperhatikan dengan memberi bantuan kepada sesama orang percaya sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

apa maksudnya Paulus dengan mengambil sebagian (dari kita) atau memberi sebagian (untuk orang lain ) dan tidak seluruhnya ? Paulus ingin agar di samping kita membantu sesama kita, kita juga mendidik mereka agar bisa bekerja keras sendiri demi hidupnya. Tuhan memerintahkan kita membantu orang lain, tetapi di sisi lain tanpa kontradiksi, Tuhan yang sama memerintahkan kita untuk bekerja keras. Di satu sisi, Tuhan mengasihi orang miskin dan kekurangan, tetapi di sisi lain tanpa kontradiksi, Ia juga mengajar agar jangan menjadi pembela orang miskin (kel.23:3). konsep ini sangat berbeda dengan teologi religionum atau social Gospel yang menghendaki untuk memberikan semuanya. sebab jika demikian kita sama halnya mengajarkan orang untuk tidak mau berusaha dan bekerja keras ttpi hanya cukup menerima. Alkitab tidak mengajarkan demikian. ketika kita menerima kasih  Allah kita harus mewujudkannya dalam tindakan kita. oleh sebab itu disamping kita memberi sebagian utk orang percaya kita juga mencarikan pekerjaan utk orang tersebut.

"Pemberian sejati adalah pemberian yang mendidik bagaimana orang yang diberi tidak selalu bergantung dengan pemberian itu"

apakah tidak perlu membantu orang lain ? sangat perlu membantu orang lain. namun dalam pandangan saya di sini Paulus mau supaya pelayanan kasih ini diwujudnyatakan dalam kehidupan orang percaya terlebih dahulu baru setelah itu kepada orang lain yang belum percaya. sebab dengan demikian orang lain akan melihat kasih persaudaraan dalam kehidupan orang percaya dan hal ini akan mempermudah kita utk menceritakan betapa besarnya kasih Kristus kepada orang-orang berdosa

Kedua, memberi tumpangan. frasa ini merujuk pada sikap kita yang ramah terhadap sesama. jika ada seseorang yang memerlukan pertolongan dari kita maka sudah seharusnya kita bersikap ramah dan mau menolong mereka. kata "Philoksenia" ini juga digunakan dalam Ibrani 13:2 dimana ketika kita menolong orang lain sama halnya kita sedang menjamu malaikat. bahkan lebih dari itu Tuhan Yesus sendiri pernah mengatakan jika kita memperhatikan dan membantu orang lain sama halnya kita sudah melakukannya untuk Tuhan. sebab dengan demikianlah kasih Allah akan terlihat melalui cara kita mengasihi orang lain.

"Kasih yang sejati bukanlah kasih yang berhenti pada angan-angan, Kasih sejati adalah kasih yang terwujud dalam tindakan"

karena Tuhan sudah berkorban untuk kita mari kita juga berkorban untuk Tuhan dalam pelayanan kasih.

GBU..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...