Kamis, 09 Juli 2020

Attitude in Christianity

Hargailah sesama kita
Roma 14:1-12

Permasalahan yang sering terjadi dalam diri manusia adalah merasa diri lebih tahu dan benar dari yang lain. ciri orang-orang yang seperti ini adalah suka memaksakan orang lain melakukan sesuatu sesuai dengan kemauannya. Jika orang lain tidak melakukannya maka dianggap salah. orang yang seperti ini adalah orang yang tidak mau menghargai sesamanya.

bagaimana tanggapan Alkitab tentang hal ini ? Alkitab menegaskan bahwa Kekristenan tidak boleh sombong dan harus menerima orang lain dengan tidak membeda-bedakan apakah iman orang tersebut lemah atau tidak.

Dalam konteks ini Paulus menyinggug tentang bagaimana sikap yang benar terhadap makanan dann hari-hari tertentu.

Pada bagian ini  Paulus  lebih memperhatikan hal-hal yang lebih esensi lebih penting daripada hanya hal-hal yang di luar atau dipermukaan saja. Perhatian utama Paulus bukan masalah makan daging atau sayur, apakah semua hari sama atau ada hari-hari tertentu yang sangat berharga, boleh minum anggur atau tidak. inilah yang diperhatikan oleh orang-orang pada saat itu. Tidak menutup kemungkinan bahwa sekarang juga masih banyak orang-orang yang berpikir seperti ini. Namun fokus Paulus bukan pada hal-hal yang seperti ini.

Adapun makanan yang tidak boleh dimakan dalam konteks ini adalah makanan yang sudah dipersembahkan kepada berhala. "berdosa tidak boleh makan itu." Mereka masih punya pengertian seperti itu. Jadi bagi orang tersevut ini bukan persoalan yang remeh. Hal ini menjadi persoalan kalau ia melihat saudaranya, yang lebih kuat imannya makan daging yang dia rasa tidak boleh. dalam keadaan seperti ini mereka merasa tidak enak dan akhirnya memakannya meskipun bertabrakan dengan hati nuraninya yang mengatakan tidak boleh. oleh sebab itu Paulus mengatakan jika kamu ikut-ikutan/terpaksa seperti tu maka kamu menjadi berdosa.

Demikian juga dengan orang-orang yang "imannya kuat" tidak bisa juga memaksakan orang yang "imannya masih lemah" (dalam konteks saat ini dapat dipahami sebagai orang-orang yang baru percaya) untuk memakan sesuatu yang tidak biasa dimakannya. sebab jika kita memaksakannya dan tidak mempedulikannya maka kita membawa orang tersebut dalam dosa demikian kita juga berdosa bukan kepada manusia tetapi kepada Tuhan Yesus Kristus.

Itu sebabnya "MISALNYA" jika kita menemui saudara kita yang baru bertobat atau orang yang tidak percaya tidak makan babi karena tidak terbiasa dan haram arau najis bagi mereka, kita tidak boleh memaksanya utk memakan makanan tersebut.

"Kesalahan yang fatal adalah ketika kita memaksakan orang lain mngikuti keinginan kita yang sebenarnya bukan hal yang esensi"

Pada intinnya Paulus menghendaki supaya satu sama lain saling menghargai dan tidak menghakimi dengan cara kita sendiri.

Roma 14:7-8 (TB)  Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri.
Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.

GBU..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...