Selasa, 11 Mei 2021

Duduk di Sebelah kanan Allah

 "Makna duduk di sebelah kanan Allah"

Mazmur 110:1
Mazmur Daud. Demikianlah firman TUHAN kepada tuanku: "Duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai Kubuat musuh-musuhmu menjadi tumpuan kakimu."

Matius 22:41-46 (TB)  Ketika orang-orang Farisi sedang berkumpul, Yesus bertanya kepada mereka, kata-Nya:
"Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud."
Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata:
Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
Jadi jika Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"
Tidak ada seorang pun yang dapat menjawab-Nya, dan sejak hari itu tidak ada seorang pun juga yang berani menanyakan sesuatu kepada-Nya.

Markus 16:19
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

Terangkatlah Ia (Yesus) ke sorga
Mark 16:19 (ASV)
So then the Lord Jesus, after he had spoken unto them, was received up into heaven, and sat down at the right hand of God.

Mark 16:19 (KJV)
So then after the Lord had spoken unto them, he was received up into heaven, and sat on the right hand of God.

ΜΑΡΚΟΝ 16:19 (TR1894)
ο μεν ουν κυριος μετα το λαλησαι αυτοις ανεληφθη εις τον ουρανον και εκαθισεν εκ δεξιων του θεου

ἀνελήμφθη        εἰς       τὸν     οὐρανὸν
Was taken up     into      the       heaven

Dalam Vine's Dictionary

ἀναλαμβάνω
(Strong's #353 — Verb — analambano — an-al-am-ban'-o )

"to take up" (ana), "to take to oneself, receive," is rendered "to receive" in Mark 16:19; Acts 1:2,11,22 , RV, "He was received up" (AV, "taken"); Mark 10:16; 1 Timothy 3:16

Jadi ayat ini jelas menyampaikan bahwa Yesus benar benar terangkat dan diterima dengan membawa dirinya sendiri dalam kerajaan sorga.

Kemana kah Yesus  membawa diri-Nya sendiri ?
Jawabannya jelas ke dalam surga (into heaven).
Bagaimana mungkin Yesus ke surga dengan sendiri-Nya ??

Dalam hal ini kita perlu tahu bahwa Yesus adalah Anak Allah yaitu Firman Allah dan Firman itu bersama sama dengan Allah (Yohanes 1:1)

Tentang hal ini sebenarnya jelas bahwa dalam kitab suci pasal pertama dan ayat pertama menunjukkan keberadaan Firman itu sebagai Pencipta yaitu Allah sendiri yang tentunya ada dalam kerajaan Sorga sebagai Raja segala raja.

Dalam targum juga tertulis demikian

בראשׁית בְּחוּכְמָא בְּרָא יְיָ:
In wisdom (be-hukema) the Lord created.

https://www.sefaria.org/Targum_Jerusalem,_Genesis 1:1

Sebagaimana yang dijelaskan oleh rasul Yohanes bahwa Firman itu menjadi manusia. Firman itu keluar dari Allah tanpa meninggalkan Allah (Yohanes 8:42)

Jadi Firman yang bersama-sama atau di dalam Allah itu telah berinkarnasi menjadi manusia tanpa kehilangan keallahan-Nya.
Hal ini dilakukan dengan maksud:

1. Allah ingin menyatakan siapa sejatiNya Allah itu kepada manusia. (Melalui Kasih Allah yang besar). Lebih dari itu ingin menunjukkan bagaimana seharusnya manusia hidup di hadapan Allah.

Contoh kecil yang dapat kita pelajari adalah melalui Pencobaan di Padang Gurun. Di situ Yesus sedang menunjukkan bagaimana hidup yang seharusnya dijalani oleh manusia dalam menyikapi setiap masalah.
Yesus sedang menunjukkan perbedaan kehidupan Adam yang pertama dan Adam yang terakhir.
Ia mau supaya hidup kita tidak seperti Adam pertama yang gagal oleh karena nafsunya. Namun seperti Adam yang terakhir yang tetap berpusat pada firman Allah.
2. Allah ingin menunjukkan bahwa Dia setia dalam Perjanjian-Nya.
Kasih setia Allah melalui perjanjian-Nya dari Kejadian 3:15, dan di sampaikan kepada Abraham kemudian melalui para nabi telah digenapi dalam diri Yesus Kristus
3. Allah ingin menunjukkan bagaimana manusia seharusnya hidup. (Hidup seperti Yesus sebagai manusia sejati yang tidak berbuat dosa).
4. Untuk menyelesaikan masalah terbesar manusia (dosa)
5. Untuk memberi kemenangan bagi manusia yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan satu-satunya Tuhan dan Juru Selamat.

Kemenangan itu nyata dalam kebangkitan-Nya dari antara orang mati kemudian di konfirmasi dengan kenaikan-Nya ke sorga  dalam frasa duduk di sebelah kanan Allah.

Ungkapan “Duduk di sebelah kanan” adalah suatu ungkapan alegoris.

Jangan diartikan secara harafiah..

Kata tersebut juga tidak menunjukkan bahwa Allah itu lebih dari satu dan Yesus bukan Allah.

Jangan kita memahami tentang Allah dengan logika matematika. Ketika berbicara tentang Allah hal ini sudah mencakup ranah supranatural dan harus dipahami dengan logika metafisika.

Kata “kanan” sering digunakan oleh orang-orang Yahudi sebagai simbol kekuatan, kekuasaan dan kemuliaan (Mazmur 118:16; Keluaran 15:12;Keluaran 15:12)

Ungkapan “disebelah kanan” (kenapa tidak disebelah kiri, belakang atau depan) adalah : “Diam dalam Kerajaan Sorga” (bahasa Tradisi Yahudi, mengkiaskan sisi kanan adalah kebaikan atau kemuliaan -Ulangan 33:2

Kata “Duduk” menyatakan “pemeritahan, kedudukan dan posisi, penghormatan.

Maka “Duduk di sebelah kanan Allah” dalam ayat-ayat diatas adalah lambang dari kekuasaan, kekuatan/kemenangan, penghormatan, kedudukan Yesus Sang Mesias sebagai pemegang otoritas keAllahan sejati.

Gelar yang menurut harapan mesianik Yahudi akan diterapkan bagi Raja Mesias ini juga berhubungan erat dengan ungkapan “duduk di sebelah kanan Allah”. Mengapa demikian ? Ungkapan simbolik ini muncul dalam kaitan dengan pola bangunan Bait Suci (Ibrani:בֵּית־הַמִּקְדָּשׁ‎ – BEIT-HAMIQ’DASH) di mana istana raja-raja keturunan Raja Daud berada di sebelah selatan ruang Mahakudus (devir) Bait Allah yang menghadap ke timur. Ini berarti istana Daud berada “di sebelah kanan” ruang mahakudus yang melambangkan kehadiran Allah.

Oleh sebab itulah Yesus Kristus dalam kemenangan-Nya atas maut telah menyelesaikan tugas-Nya di dunia dan pergi kembali ke sorga sebagai Raja yang berkuasa tidak hanya di sorga tetapi juga di bumi (Matius 28:18).

Jadi Jelas mengapa Yesus harus ke sorga ? Jawabannya adalah karena dari sana lah Dia berasal.

Yohanes 16:28 (TB) Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa."

Dan di sorga lah Dia sedang menyediakan tempat bagi setiap kita yang percaya kepada-Nya supaya kita juga mendapat sukacita dan bahagia bersama dengan Dia. Asalkan kita percaya.

Yohanes 14:1-3 (TB) "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.

Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.

Dalam hal ini kita juga tidak perlu gelisah sebab Roh penghibur telah diberikan kepada setiap kita yang percaya kepada-Nya. Dan Roh itulah yang akan mengajar, membimbing, mengindahkan kita dalam kehidupan yang kita jalani ini sehingga kita semakin hari semakin serupa dengan Kristus dan hidup seperti halnya Kristus.

Jika kita berada dalam Yesus Kristus yang adalah Firman Allah maka kita akan hidup tetapi jika kita di luar Yesus Kristus maka kita akan mati.

GBU..

Sabtu, 01 Mei 2021

Hanya Allah Satu-satunya Hakim bagi manusia

 Yakobus 4:11-12

Terkadang tanpa disadari manusia sering terjebak dalam tindakan yang salah dengan menghakimi sesamanya tanpa melihat kepada Firman Allah. Dengan mudah memfitnah atau menyalahkan orang lain karena aturan-aturan yang dibuat sendiri yang pada dasarnya bukan sesuatu hal yang esensi kemudian hal itu dipaksakan supaya dilakukan dan ketika tidak dilakukan maka dengan semena-mena menghardik atau memarahinya serta menyalahkannya.

Tanpa disadari, sebenarnya tindakan seperti ini merupakan tindakan yang salah dan pemaksaan terhadap hati nurani orang lain.

Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! (ay. 11).

Kata Yunani, katalaleite, berarti berbicara apa saja yang dapat menyakiti atau melukai orang lain. Kita tidak boleh membicarakan yang buruk-buruk, meskipun itu benar, kecuali kita dipanggil untuk itu, dan ada kepentingan untuk itu. Terlebih lagi kita tidak boleh menceritakan hal-hal buruk apabila itu salah, atau sepanjang pengetahuan kita mungkin salah. Bibir kita harus dibimbing oleh hukum kebaikan,

Jangan kita salah mengerti dengan pernyataan Yakobus dalam suratnya.

Dasar Yakobus di sini adalah bahwa orang-orang Kristen tidak boleh menjelek-jelekkan saudaranya, apalagi hal ini dilakukan di depan umum. Jangan kita merasa diri benar dari yang lain. Jangan kita menghakimi sesama kita secara berlebihan.

Orang yang menganggap diri selalu benar dari yang lain adalah orang yang belum mengerti firman Tuhan serta belum mengalami firman Tuhan meskipun firman Tuhan dibaca setiap hari.

Orang yang berpegang pada prinsip sendiri adalah orang yang jauh dari firman Allah. Prinsip manusia semuanya harus diarahkan dan disesuaikan dengan firman Allah.

Janganlah menjadi kesukaan kita untuk menyebarkan kesalahan-kesalahan orang lain, membocorkan hal-hal yang rahasia, hanya untuk menyingkapkannya di depan umum. Juga, jangan suka melebih-lebihkan kesalahan mereka yang sudah diketahui, melebihi apa yang sepantasnya diterima mereka.

Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya. Hukum Musa mengatakan, janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu (Im. 19:16). Hukum Kristus mengatakan, jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi (Mat. 7:1).

Rasul Yakobus dengan tegas disini sedang mencela orang-orang yang dengan sesuka hatinya sendiri suka mencela sesamanya dan menyalahkan sesamanya jika yang dilakukan tidak sesuai dengan kehendaknya. Padahal hal itu tidak menjadi masalah. Orang yang demikianlah sebenarnya yang mencela hukum Allah.

"Orang yang bertengkar dengan saudaranya dan mengecamnya karena apa saja yang tidak ditentukan dalam firman Allah, berarti merendahkan firman Allah, seolah-olah firman Allah bukan peraturan yang sempurna."

Jangan mencoba-coba untuk menegakkan aturan dan prinsip sendiri. Tindakan ini merupakan bentuk perendahan hukum-hukum Allah.

Terakhir.

Perlu diingat bahwa. Yakobus tidak sedang mengatakan bahwa kita tidak boleh sama sekali menghakimi sesama - yang dimaksudkan adalah jangan sekali-kali menekankan prinsip kita kepada orang lain dan menyalahkan orang lain jika tidak sesuai dengan prinsip kita, padahal prinsip itu tidak sesuai dengan hukum Allah.

Orang yang suka menegakkan prinsip sendiri sebagai aturan hidupnya dan orang lain adalah orang yang melawan hukum Allah.

Oleh karenanya jika menghakimi - hakimilah sesuai dengan kebenaran firman Tuhan. Perlu diingat juga bahwa jangan sekali-kali menghakimi orang dengan mengatasnamakan firman Tuhan jika kita tidak benar-benar mengerti firman Tuhan dan jika kita tidak pernah menggali serta mengeksegese dan mengekspose firman Tuhan dengan baik.

GBU..


Problem kematian Yesus di kayu salib

Diambil dari blog "Apologia Kristen" Analisis Historis atas Teori-teori Yesus Tidak Mati di Kayu Salib Fakta kematian Yesus memili...